Judul Asli: The Lazy Way to Success: How to Do Nothing and Accomplish Everything | Penulis: Fred Gratzon | Ilustrasi: Lawrence Sheaff | Cetakan I: Februari 2010 | Penerbit: Gemilang

“Orang kreatif adalah orang yang malas.” – Fred Gratzon

Sekitar tahun 2005, saya membaca komik berjudul The King of Laziness Nobara. Komik tersebut bercerita tentang Nobara, gadis usia sepuluh tahun yang dikenal riang dan cerdas oleh teman-teman kelasnya. Satu hal yang mereka tidak ketahui tentang Nobara adalah kalau dia sebetulnya anak yang sangat pemalas. Saking malasnya, Nobara selalu mencari cara pintas agar tidak repot dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya, karena malas meluruskan rambutnya di pagi hari, Nobara memakai stoking di kepalanya semalaman. Nobara juga punya cara berpakaian lengkap dalam tujuh detik dan masih ada banyak jurus malas lain yang Nobara punya.

Saya kira cara malas seperti ini cuma ada di karya fiksi, sampai delapan tahun kemudian, tepatnya di Katakerja, saya menemukan buku yang membuat saya tertawa melihat sampulnya.

Sampul

Menurut si penulis Fred Gratzon, kerja keras bukanlah dasar kesuksesan. Pendapatnya sempat bikin saya shock ringan di awal-awal. Logikanya, bukankah berkat hasil kerja kerasnya bukunya bisa terbit dengan sukses?

Saya bukan tipe orang yang sering membaca buku, apalagi buku motivasi. Tapi, toh berkat judulnya yang provokatif, saya jadi penasaran dengan maksud si penulis.

Dalam buku ini, saya menangkap ada tiga hal utama yang Fred jelaskan bagaimana meraih kesuksesan tanpa bekerja keras. Saya menyingkatnya dengan 3P.

1. Play

image1

Untuk mencapai tingkat kesuksesan, kita harus memahami apa itu “nilai bermain”. Semakin tinggi tingkat permainan yang kita mainkan, maka semakin tinggi pula besaran kesuksesan yang diperoleh. Karena banting tulang itu menyebalkan, maka ubah pekerjaan jadi permainan.

2. Passion

image2

Do it with passion, sering sekali kita mendengar hal ini. Fred berusaha meyakinkan kita (dan saya juga yakin), ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, maka uang akan datang sendirinya. Satu nasihat Fred buat mereka yang hendak kuliah: jangan memilih jurusan dengan harapan suatu saat nanti bidang tersebut akan menghantarkan kita meraih banyak uang. Pilihlah mata kuliah yang menginspirasi.

3. Panggilan Hidup

image3

Hampir seluruh orang bekerja keras demi mencari nafkah. Kerja keras dipercaya mendatangkan keuntungan besar di balik penderitaan. Pola ini lalu diturunkan dari generasi ke generasi. Tipe orang penganut kepercayaan seperti ini menurut Fred tidak yakin kalau setiap orang punya panggilan hidupnya masing-masing. Maka dari itu, temukanlah panggilan hidup. Karena ketika kita hidup dengan menjalani panggilan itu, kekuatan kita akan berkembang, dan kita akan senantiasa merasa bahagia menjalani hari ini.

Bagaimana cara menemukan panggilan hidup? Bacalah buku ini.

***

Buku ini agaknya mengubah sedikit mindset saya. Tapi karena saya merasa belum sukses, jadi tidak ada salahnya mengikuti nasihat Fred, seorang sarjana seni rupa yang pernah berbisnis es krim.

Selamat membaca, wahai orang-orang malas yang mau sukses.

image4

P.s: review ini diketik dengan gaya malas-malasan, tapi toh akhirnya sukses ter-publish juga.

buku; pinjam dari katakerja | cover image: difoto oleh Echa Syahrir