Foto: M. Ifan Adhitya (@ifandfun)

Perjalanan musik Jazz di Makassar telah memasuki usia yang tidak lagi muda, ternyata telah memasuki usia 30 tahun. Di usia yang yang cukup dewasa ini, One Note Entertainment bersama Forum Jazz Alumni Unhas pun berinisiatif menggelar Makassar Jazz Reunion: 30 Years Journey of Jazz in Makassar  dalam merayakan 30 tahun perjalanan musik jazz di Makassar yang dimulai semenjak 30 Januari 1985 lalu.

Digelar di D’Liquid Cafe, 30 Januari 2015 lalu, Makassar Jazz Reunion pun menampilkan Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra (2D) dalam memeriahkan 30 tahun perjalanan musik Jazz di Makassar.

Selain 2D, tampil pula 4 grup musik jazz Makassar yaitu Ten Point Band, Phinisi Band, La’Biri, dan SKY Project. Di beberapa kelompok tersebut digawangi beberapa musisi jazz seperti Yogi (Saxofon), Boer Ago (drums), Eka (Bass), Wahyoe (keyboard) yang telah aktif bermain di kancah jazz Makassar sejak tahun 80-an, era di mana diperkirakan musik jazz mulai masuk mewarnai kancah musik Makassar.

Acara Makassar Jazz Reunion ini semestinya dimulai pada pukul 8 jam malam, akhirnya dimulai pada pukul 9 malam. Dibuka oleh SKY Project, mereka mulai memainkan musik instrumental yang kental dengan nuansa fusion.
Sky Project memainkan instrumental fusion dengan bass betot. wah!

SKY Project memainkan instrumental fusion dengan bass betot. wah!

 Kemudian dilanjutkan oleh penampilan oleh Ten Point Band. Mereka memainkan jazz yang cukup atraktif terdengar di telinga saya. Ten Point tampil mengusung corak fusion jazz tahun 80-an. Walaupun usia menua, tapi mereka tetap bertuah. Wah!
Ten Point band yang tampil mengusung corak fusion jazz tahun 80-an. Walaupun usia menua, tapi mereka tetap bertuah!

Ten Point band yang tampil mengusung corak fusion jazz tahun 80-an. Walaupun usia menua, tapi mereka tetap bertuah!

Permainan gitar fusion disemburkan Ten Point malam itu mengundang tepuk tangan para hadirin Makassar Jazz Reunion.

Permainan gitar fusion disemburkan Ten Point malam itu mengundang tepuk tangan para hadirin Makassar Jazz Reunion.

Penampilan Makassar Jazz Reunion selanjutnya adalah La’Biri Band. Mengusung corak musik jazz yang sama, La’biri’ pun menuai banyak tepuk tangan dari para hadirin Makassar Jazz Reunion malam itu karena juga ikut menghadirkan unsur musik tradisional berupa perkusi gendang yang dimainkan cukup atraktif oleh pemainnya. Kemudian sang vokalis pun tampil pula memainkan flute di sela-sela lagu yang menambah teduh nuansa lagu di tengah gemuruh fusion yang dimainkan La’biri.
La'biri' pun menuai banyak tepuk tangan dari para hadirin Makassar Jazz Reunion malam itu karena juga ikut menghadirkan unsur musik tradisional berupa perkusi gendang yang dimainkan cukup atraktif oleh pemainnya.

La’biri pun menuai banyak tepuk tangan dari para hadirin Makassar Jazz Reunion malam itu karena juga ikut menghadirkan unsur musik tradisional berupa perkusi gendang yang dimainkan cukup atraktif oleh pemainnya.

 
Sang vokalis pun tampil pula memainkan flute di sela-sela lagu yang menambah teduh nuansa lagu di tengah gemuruh fusion yang dimainkan La'biri'.

Sang vokalis pun tampil pula memainkan flute di sela-sela lagu yang menambah teduh nuansa lagu di tengah gemuruh fusion yang dimainkan La’biri’.

 Phinisi Band yang sudah terkenal memainkan musik ethnic fusion semenjak saya menyaksikannya di Makassar Jazz Festival beberapa edisi yang lalu, pun kembali membuai penonton dengan alunan dan liukan nada tradisional yang dileburkan dengan fusion yang kental, seakan menandakan bahwa musik fusion jazz sangat mengakar erat dalam perjalanannya 30 tahun mewarnai kancah musik Makassar. Terbukti beberapa band- band Makassar yang sebelumnya tampil juga sangat kental dengan nuansa fusion-nya.
 
ifansized6

Phinisi Band dengan ethnic fusion yang diusungnya di Makassar Jazz Reunion.

 
2D, kolektif musik dari Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra yang didaulat tampil menutup Makassar Jazz Reunion malam itu, mulai tampil sekitar pukul 11.30 malam. Dengan persiapan repertoar lagu kurang lebih 2 jam, 2D pun mengajak penonton untuk ber-singalong. Semua larut dalam kebahagiaan bernostalgia di era jazz Indonesia tahun 80-an.
 
ifan6

Deddy Dhukun mengajak penonton untuk bernyanyi bersama di Makassar Jazz Reunion.

 
ifan7

Dian Pramana Poetra dengan suara emasnya di Makassar Jazz Reunion.

Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra juga sempat menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" kepada Walikota Makassar, Danny Pomanto yg sempat hadir menonton Konser 2D malam itu.

Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra juga sempat menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” kepada Walikota Makassar, Danny Pomanto yg sempat hadir menonton Konser 2D malam itu.

 
Gelaran Makassar Jazz Reunion ini cukup ramai dengan banyak dipadati oleh alumni Universitas Hasanuddin dan beberapa staf pengajar maupun guru besar yang menyempatkan untuk datang. Walaupun begitu banyak pula penonton dari kalangan umum yang tertarik untuk menyaksikan perayaan 30 tahun perjalanan musik jazz di Makassar ini. Jaya selalu Musik Jazz Makassar! []