Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

Mencapai usia dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Pencapaian yang dilalui tentunya banyak menghadirkan kisah penuh suka dan duka, dan berharap perjalanan itu ditutup dengan akhir yang bahagia. Kisah tersebut tidak mesti ada di jalinan kisah kasih dua sejoli, tapi berlaku pula dalam perjalanan mendukung brand-brand independen lokal dan internasional, layanan customer terbaik dan tentunya berinovasi lebih baik. Lo-ving, sebuah clothing store yang terletak di bilangan Jl. W. Mongisidi, Makassar, memiliki tujuan mulia tersebut selama dua tahun dijalankan sejak 2013.

Perjalanan Lo-ving selama dua tahun dalam mengembangkan dan mendukung fashion brand lokal ini patut dirayakan dengan perayaan penuh cinta dan kasih sayang. Mocca, band indie pop terbaik nasional yang baru saja merilis Home, album terbarunya setelah 8 tahun sejak album Colours, diundang Lo-ving untuk menampilkan pertunjukkan  musik istimewa dalam selebrasi usia ke-dua ini.  Pertunjukkan spesial dari Mocca ini dipersembahkan Lo-ving dalam rangkaian Lo-ving 2nd Anniversary untuk menemani pengunjung menonton sembari berbelanja di Lo-ving Store.

Selain di Lo-ving Store Makassar, Lo-ving juga menyelenggarakan penampilan Mocca di Palu pada tanggal 14 Juni 2015 di Tanaris Coffee. Ini masih rangkaian spesial perayaan ulang tahun Lo-ving yang kedua. Yang lebih spesial lagi, dua rangkaian konser Mocca ini adalah konser reuni terakhir di tahun 2015 setelah vakum pada tahun 2013.

Pertunjukkan istimewa dari Mocca yang dipersembahkan Lo-ving Store ini diyakini mampu menarik minat para pengunjung yang dipastikan berasal dari muda-mudi penikmat musik khususnya di kota Makassar. Antusiasme menyaksikan penampilan mereka semakin tinggi, terlebih lagi Mocca baru saja merilis Home yang masih berkisar tentang kisah cinta, dipastikan bakal sangat ditunggu-tunggu oleh Swinging Friends–nama fanbase Mocca–di kota Makassar. Saya yang ikut diliputi rasa penasaran dengan penampilan Mocca dan album barunya, tentu saja wajib meluangkan waktu untuk menyimak penampilan mereka pada hari Sabtu(13/6) lalu.

Saya tiba di Lo-ving Store pada pukul 20.00 WITA bersamaan ketika Titik Bias bersiap membuka kemeriahan malam itu. Titik Bias, didaulat untuk menjadi pembuka music showcase persembahan Lo-ving malam itu sebelum Mocca tampil. Trio folk akustik asal Makassar ini sedang gencar tampil dalam panggung-panggung musik yang sempat saya datangi. Mereka merupakan eksponen folk paling anyar yang patut ditunggu rilisan fisiknya. Kabar baiknya, mereka sedang mempersiapkan materi-materi yang siap untuk direkam menjelang akhir tahun ini.

Titik Bias membuka penampilannya dengan Amin memetik dawai gitarnya disambut dentingan Rijal yang menjaga ritme dengan glockenspiel-nya memainkan serupa intro sebelum Nisa naik ke panggung untuk melantunkan suaranya dalam lagu “Menepi Sejenak”. “Esok Pasti Jumpa (Kau Keluhkan)” dari Bandaneira didendangkan dengan cukup apik. Kemudian lagu “Sajak Harapan” yang sering mereka bawakan sudah pasti masuk dalam set list mereka malam itu. Titik Bias pun menutup penampilan mereka dengan membawakan “Empati Tamako” dari The Trees and The Wild, walaupun terlihat kurang greget menjelang akhir lagu.

Penampilan Titik Biasa yang semakin intensif di panggung-panggung musik Makassar harus dibayar dengan adanya rilisan fisik mereka tahun depan. Amin!

Penampilan Titik Bias yang semakin intensif di panggung-panggung musik Makassar harus dibayar dengan adanya rilisan fisik mereka tahun depan. Amin!

Jeda panggung setelah Titik Bias tampil diisi quiz dan fun games oleh MC Obeth yang diadakan di atas panggung untuk menambah kemeriahan yang seru bersama. Obeth membawakan kuisnya dengan jenaka sehingga penonton yang “terjerat” oleh iming-iming hadiahnya pun ikut larut dalam suasana penuh canda. Suasana menyenangkan pun tercipta lebih santai selama menikmati jeda yang cukup panjang tersebut ini.

Arina Ephipania (vokal), Riko Prayitno (gitar), Achmad Pratama (bass) dan Indra Massad (drum) dipastikan menjadi orang-orang yang paling ditunggu malam itu di Lo-ving 2nd Anniversary. Sebuah intro serupa mash-up dari lagu Mocca yang saya lupa judulnya, mengalun ketika satu per satu personil naik ke atas panggung.

Bibir panggung pun sangat padat karena penonton mengerumuni bibir panggung ketika Mocca membuka dengan lagu “Imaginary Girlfriend”. Tak pelak penonton yang berada di barisan belakang tidak bisa melihat sosok para personil Mocca dengan jelas. Saya yang berada di bagian belakang pun harus pasrah untuk mendengarkan lagu-lagu didendangkan Mocca dari kejauhan.  Ya, mendengarkan. Cukup sulit melihat secara utuh sosok  masing-masing personil Mocca karena dihadang oleh kerumunan di depan yang lebih dulu datang.

Panggung yang berukuran mini dan hampir sama rata dengan penonton itu tampaknya memang cocok sekali untuk mendekatkan Mocca dengan para Swinging Friends yang datang menyaksikan mereka. Terbukti ketika mereka membawakan “What If”, “I Remember”, “Secret Admirer” dan “The Best Thing”, koor massal pun terciptakan tanpa perlu dipandu Arina lagi. Bahkan lagu “Life Keeps On Turning” yang merupakan salah satu favorit saya juga dibawakan malam itu. Kejutan yang berlipat ganda.

Penampilan Mocca dengan semangat album baru Home yang masih berkisar tentang kisah cinta tentunya menjadi modal Mocca untuk tampil lebih percaya diri dari sekadar membawakan lagu-lagu hits mereka dari album terdahulu. Selain “Imaginary Girlfriend”,  lagu-lagu dari Home pun dibawakan seperti “Bandung (Flower City)” dan “Changing Fate”. Terkhusus di lagu-lagu Home, permainan gitar Riko malam itu lebih progresif dan semakin banyak memberikan ‘warna’ yang mengingatkan saya pada permainan gitar ciamik Peter Svensson dari The Cardigans.

Tidak hanya memukau dengan suara merdunya, Arina sangat piawai memainkan flutenya. Bernyanyi dan meniup flute sepertinya membagi tugas yang cukup berat, tapi dijalankan Arina dengan mulus dan lancar jaya.

Sebagai vokalis, Arina lihai berinteraksi dengan penonton yang menonton berjarak sangat dekat dengannya di sela-sela melantunkan suaranya. Tidak hanya memukau dengan suara merdunya, Arina sangat piawai memainkan flutenya. Bernyanyi dan meniup flute sepertinya membagi tugas yang cukup berat, tapi dijalankan Arina dengan mulus dan lancar jaya.

Selain sibuk mendentingkan gitarnya, Riko ikut mem-backing vokal Arina malam itu.

Selain sibuk mendentingkan gitarnya, Riko ikut mem-backing vokal Arina malam itu.

Toma ikut menyumbangkan suaranya di lagu "This Conversation" pada malam itu.

Achmad Pratama yang akrab dipanggil Toma ikut menyumbangkan suaranya di lagu “This Conversation” pada malam itu.

Indra menjadi personil yang paling fokus untuk menjaga ritme permainan Mocca yang sangat memukau malam itu.

Indra menjadi personil yang paling fokus untuk menjaga ritme permainan Mocca yang sangat memukau malam itu.

Set list Mocca di Lo-ving 2nd Anniversary.

Set list Mocca di Lo-ving 2nd Anniversary, 13 Juni 2015.

Mocca terlihat menikmati penampilan mereka malam itu, terlihat sekali jika mereka seperti ‘pulang’ ke kota sendiri. Bisa saja karena jam terbang yang tinggi di atas panggung dan bertemu penggemar membuat Mocca cepat bisa beradaptasi tampil dalam suasana yang sangat crowded malam itu.

Setelah sesi pertunjukkan yang menyenangkan, Mocca masih menyempatkan untuk melakukan sesi meet n’ greet dengan para swinging friends Makassar yang telah lama menanti mereka. Raut muka kecapaian tidak tampak di wajah mereka saat sibuk membubuhkan tanda tangan di atas CD, vinyl dan t-shirt para Swinging Friends. Sesi foto bareng bersama pun diladeni Mocca dengan suasana yang gembira.

Sesi meet n' greet yang diisi dengan membubuhkan tanda tangan dari personil Mocca dan foto bareng bagi yang datang membawa rilisan Mocca.

Sesi meet n’ greet yang diisi dengan membubuhkan tanda tangan dari personil Mocca dan foto bareng bagi yang datang membawa rilisan Mocca.

Selain penampilan istimewa dari Mocca, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-duanya ini, Lo-ving menyelenggarakan serangkaian program berupa Anniversary Sale yang memberikan penawaran diskon hingga 50% plus 10%, mulai 13 Juni hingga 30 Juni 2015. Ada pula Fashion Experience with CVLS, yang merupakan feature stuff dari Lo-ving berupa clothing line bergaya casual dan vintage yang dikembangkan oleh Lo-ving sendiri. CVLS juga dirilis pertama kali pada malam Loving 2nd Anniversary.

Ada pula Food Experience with Makassar Food Carnival yang menghadirkan beberapa stand makan dan minum selama pertunjukan pada hari penyelenggaraan Lo-ving 2nd Anniversary. Makassar Food Carnival dipilih sebagai partner karena selama ini telah berhasil mengkurasi dan mengembangkan event kuliner di Makassar.

Saat ini, Lo-ving Store telah menyediakan merek-merek dengan produk unggulan seperti Loubelle, Inksomnia, Pot Meets Pop, Unkl347, Sunday Sunday Co., Rockmen, KZL, Bad, Boontine, Bearpath, Capslock, Evrawood, High Hype, Public, General Culture, Heaven Inc, LTP Project, Steeze, Viume, Zappier, Moodswing, Offf, hingga juga merchandise musik dan hobiies serta merek-merek independent internasional seperti Hingarbingar Merchandise, Merchandise Maniac, Heartwerks, Offbeat, Stay Gold, Ellinotes, Vans, dan Lo-Stuff.

Di tahun ketiga selanjutnya, dapat dipastikan akan lebih banyak lagi brand-brand unggulan yang akan hadir, serta program sub-store produk lokal Makassar bernama ‘Made Of Makassar’.  Ruang untuk ‘Made Of Makassar’ dalam Lo-ving Store  iniakan menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap industri fashion lokal di Makassar. Tersedia brand dan produk unggulan hasil karya pelaku kreatif dari Makassar sendiri.

Selain itu Lo-ving Store juga akan menyediakan bagian khusus yang akan menjadi informasi dalam mengetahui semua hal tentang kebutuhan fashion, Mulai dari tren runway lokal hingga internasional melalui website lo-ving.com dan linimasa sosial media utama seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Pilihan Lo-ving untuk mengajak  Mocca dalam memeriahkan suasana usia ke-duanya sungguh tepat, mengingat Lo-ving baru pertama kali mengelar showcase seperti ini. Semoga gelaran berikutnya Lo-ving bisa menghadirkan lebih banyak penampilan musisi terkhusus dari kota ini dan kejutan-kejutan  yang tidak terduga dalam memberikan kontribusi terhadap kegiatan ekonomi kreatif di Makassar. XOXO, Lo-ving!


 Baca artikel lainnya dari Achmad Nirwan

Panggung Memukau milik Musisi Indie

Panen Hasil Bumi, Panen Kolaborasi

Menuju Kegelapan

“Konsisten Plus Nekat!”

“Musik Kontemporer itu Seperti Virus”

Membisingkan Ide dan Musik dalam Garasi

Berjuang Membangun Halusinasi Secara Nyata

Momen Istimewa untuk Rilisan Musisi Makassar

Rilisan Album Musisi Makassar untuk Record Store Day 2015

Membuka Jejak Semesta dan Rupa Pesona

Bersiasat dengan Bisnis Musik di Era Digital

Pesta dan Ska Sehari Penuh Sukacita!

Mengarungi Semesta Musik Alif Naaba

Hanya Ada Satu Kata untuk Korupsi: Lawan!

Vakansi Akhir Pekan untuk Pelestarian Hutan

Menyatukan Musik Pop dengan Bebunyian Loop

Melewati Masa Orientasi Mahasiswa Baru

Gaung Nuansa Skiffle dari Timur

“Siapkan Mental dalam Bermusik!”

Penghormatan Penuh Loyalitas untuk Oasis

Memotret Indonesia dalam Lukisan

5 “Rukun” Wajib untuk Musisi

Nada Gerilya untuk Pandang Raya

10 Pahlawan Musik Rock Alternatif

Bikin Film tentang Anti-Korupsi, Kenapa Tidak?

Playlist Ngabuburit Anti-Klise