“Makan mitos yuk~  Eh, itu C***tos keleus”. #garing #kriuk

Mitos-mitos yang biasanya kita dengar itu sudah turun-temurun diceritakan oleh nenek moyang kita baik secara lisan maupun tulisan, entah untuk memberi pertanda atau main-main belaka. Semisal mitos yang tampak pada gambar di atas, si cewek yang memegang batu dengan mengepalkan tangan kuat-kuat untuk bisa menahan (maaf) buang air besar dan lain sebagainya.

Walaupun mitos-mitos yang terjadi itu seringkali di luar daya nalar kita sebagai manusia, tetap saja ada yang percaya kalau mitos itu benar-benar membawa keuntungan maupun dampak rugi bagi yang melakukannya. Hari gini masih percaya mitos?! Eh, masih percaya dong. Nih buktinya, tim redaksi Revius punya beberapa mitos tidak masuk akal yang mereka masih percaya sekali, setengah percaya sampai-sampai masih teringat jelas di ingatan mereka seperti mengingat kenangan bersama mantan berikut ini. 


Novidia

Berdoa di tempat yang tinggi

Tuhan akan mengabulkan doa orang-orang yang berada di tempat tinggi, saya pernah diberitahu pada suatu waktu. Dan ketika memiliki kesempatan untuk mencapai puncak Gunung Bulusaraung, saya—setelah terpukau akan pemandangan dari atas sana—kemudian memanjatkan sebuah doa.

Menurut penjelasan teman yang memberitahukan saya tentang itu, katanya ketika berada di tempat tinggi, kita semakin dekat dengan Tuhan. Maka—dengan sedikit bercanda dia menambahkan—doanya jadi lebih cepat sampai, lebih cepat dikabulkan.

Saya percaya sampai sebelum dia memberikan penjelasan itu.

Kalau Tuhan ada dimana-mana, kalau Tuhan lebih dekat dari urat leher kita sendiri, dan Tuhan selalu bersikap adil, rasanya agak sedikit janggal jika hanya mereka yang berdoa di tempat tinggi akan menerima hasil doa mereka lebih cepat dari orang lain yang berada di daratan rendah, hanya karena posisi mereka saat memanjatkan doa tersebut.

Tapi tetap saja, setiap berada di tempat tinggi, baik gunung, bukit atau bangunan, saya selalu mengucapkan permohonan.

Kalau berdoanya di sini, kira-kira berapa lama ya menunggu sampai dikabulkan? (sumber: genius.com)

Kalau berdoanya di sini, kira-kira berapa lama ya menunggu sampai dikabulkan? (sumber: genius.com)


Chairiza

Menumpahkan Air Panas

Setiap perempuan dengan latar belakang suku Bugis dan pernah bekerja di dapur mungkin pernah mendengar mitos ini.

Suatu waktu, saya sedang membuat mie instan di dapur. Ibu saya juga sedang masak sayur. Saat mie saya sudah mendidih, saya mengangkat pancinya dan hendak menyaring mienya untuk dipisah dengan air mendidihnya di westafel cuci piring. Ibu saya lalu dengan suara yang sedikit berteriak berkata “Jangan!”. Saya kaget dan hampir menumpahkan air mendidih itu.

Ada yang sudah bisa menebak mitosnya?

Menumpahkan air panas ke dalam lubang westafel cuci piring itu tidak boleh. Konon, di dalam lubang itu adalah tempat hidup makhluk halus yang entah baik atau jahat. Nah, jika kita menuangkan air panas, makhluk halus tersebut akan kepanasan dan marah. Itulah mitosnya.

Terserah kalian ingin percaya atau tidak. Kalau saya pribadi… percaya.


 

Rieski Kurniasari

Jangan berdiri tepat depan pintu saat membukanya di pagi hari

Kalau dipikir-pikir sebetulnya tidak ada mitos yang masih saya percaya. Tapi, ada mitos yang meskipun saya tidak percaya, tapi gara-gara kebiasaan dari kecil akhirnya masih saya lakukan sampai sekarang.

Mitos tersebut yakni “jangan berdiri tepat depan pintu saat membukanya di pagi hari”. Kalau tidak salah dulu alasannya sebagai bentuk antisipasi bila ada psikopat tiba-tiba datang menyerang dengan pisau.

Karena hal tersebut, jadi setiap membuka pintu saya mundur dulu ke belakangnya, lalu memastikan di depan pintu rumah saya aman-aman saja.


Andi Wasilah Yusra

Jangan keramas di saat menstruasi

Saya sebenarnya bukan tipe orang yang gambar percaya dengan hal hal mitos atau  takhayul. Tapi ternyata ada beberapa mitos yang memang manfaat diikuti.

Contohnya seperti jangan keramas di saat menstruasi ternyata memang memiliki alasan logis, karena ternyata  di saat menstruasi akan lebih mudah masuk penyakit melalui pori-pori kepala atau untuk lebih jelasnya bisa di cari kejelasannya kepada yang lebih paham.

Mungkin tidak semuanya memiliki alasan medis, tapi diliat dari sisi yang lain seperti mitos dilarang menduduki bantal kepala karena akan menimbulkan bisul menurut saya dibuat untuk menjaga agar bantal kepalanya tidak rusak. Jadi silahkan ditanggapi dengan baik dan jangan berlebihan saja. hahaha


Achmad Nirwan
Keseringan foto bareng pacar, bisa cepat putus
Sebetulnya, saya susah-susah gampang untuk percaya jika persoalan mitos. Susah melupakan dirinya dipahami secara akal sehat, tapi gampang dicerna karena beberapa peristiwa yang nyata.
Salah satunya yang saya masih percaya adalah frekuensi foto bareng pacar yang terlalu sering dilakukan, bisa cepat putus. Mitos ini awalnya dari seorang pacar, ehem, mantan saya yang pernah mewanti-wanti untuk tidak terlalu sering foto bareng. Saya akhirnya jarang mengabadikan momen bersamanya dan akhirnya menyesal.

Toh, akhirnya putus juga. Mungkin saja karena saya jelek di foto itu, dia menyesal foto dengan saya atau… au ah gelap. Toh, untuk kedua kalinya, saya masih percaya. Semoga dia membaca ini. ha ha ha.


 Arkil Akis
Mengetuk-ngetuk meja ketika membicarakan atau mendengar sesuatu yang tidak diinginkan terjadi
Saya sejak lama sudah menyingkirkan seluruh mitos yang saya percaya. Atau lebih tepatnya, mitos yang sering saya lakukan karena takut “kualat” kepada orang tua. Tapi, ada satu mitos yang saya ketahui beberapa tahun lalu. Mitos itu dikenalkan oleh pacar saya dulu (iya, mantanmi. santai maki beb) Mitos tersebut adalah mengetuk-ngetuk meja ketika membicarakan atau mendengar sesuatu yang saya tidak inginkan terjadi.
Saya tidak percaya akan khasiat dari “ketuk meja” tersebut, tapi entah kenapa saya sering melakukannya. Yah, kadangkala beberapa hal dalam hidup saya memang seperti itu. believe or not, just do it.

Langgo Farid
Ketika bulu tengkuk berdiri, berarti ada makhluk halus berada disekitar kita.

Saya tidak perlu berpikir lama ketika Nirwan bertanya tentang mitos-mitos yang tidak masuk akal. Banyak bingits mitos-mitos yang saya tidak percaya, tetapi saya akan memberikan salah satu mitos saya yang sampai sekarang tidak masuk di akal saya.

Saya percaya adanya makhluk halus, dan saya wajib beriman kepada makhluk halus. Pertanyaannya, apa hubungan merinding dengan makhluk halus? Teori pertama berkaitan dengan hukum kekekalan energi. Albert Einstein, sang legenda ilmu fisika pernah membuktikan bahwa segala bentuk energi di alam semesta adalah bersifat konstan. Artinya, energi tidak bisa diciptakan atau dihancurkan. Tahukah kalian, bahwa si dalam diri setiap manusia yang hidup terdapat energi listrik yang memungkinkan jantung tetap berdetak, otak tetap bekerja dan kita tetap bisa bernapas.

Nah ketika manusia mati, energi yang ada dalam tubuhnya tentu saja harus berubah ke bentuk yang lain. Teori yang paling masuk akal adalah energi tersebut kembali ke alam semesta, nah energi elektromagnetis dari manusia mati inilah yang pada konsentrasi tertentu bisa terlihat dalam bentuk-bentuk tertentu. Dan tentu saja kadang masih mengandung materi atau sifat-sifat dari asalnya. Sehingga sering kita mendengar orang-orang seolah melihat sosok orang yang telah meninggal.

Teori lain berkenaan dengan hukum Coulomb. Mahluk halus menyimpan energi elektromagnetis negatif (-), sedangkan seperti yang kita tahu, bahwa planet bumi juga mengandung muatan (-). Dan berdasar hukum Coulomb, kita tahu bahwa muatan yang senama bersifat tolak menolak, sedangkan muatan yang berbeda akan saling menarik. Nah karena itulah mahluk halus bersifat saling menolak dengan bumi dan muncullah teori bahwa mahluk halus tidak menapak bumi dikarenakan gaya tersebut.

Ada juga teori yang diajukan oleh pakar elektronika dan komputer dari Universitas Coventry, Vic Tandy. Tandy mengatakan penglihatan terhadap obyek mahluk halus dipengaruhi oleh gelombang suara infrasonic, atau suara dengan gelombang sangat lemah dan tidak bisa ditangkap oleh telinga manusia. Namun jika terjadi dalam intensitas yang cukup besar, manusia yang peka akan bisa merasakannya.

NASA pernah memperhitungkan bahwa mata manusia bereaksi terhadap gelombang nada rendah. Pada panjang gelombang 18 Hertz bola mata manusia mulai bergetar dan sering memunculkan obyek asing yang sering diterjemahkan sebagai mahluk halus.

Setelah sekian tahun dibodohi dengan teori ini, (menyadari dibodohi setelah berusia 20 tahun), akhirnya saya bertanya, “Kok waktu smu saya tidak pernah diajarkan oleh guru saya hubungan ilmu fisika dan makhluk halus? Teori yang aneh”

Well, terlepas dari segala teori di atas, semua kembali ke masing-masing individu. Kalian tentu bebas memilih teori mana yang paling masu akal, atau justru tidak percaya sama sekali.


Joem Pelenkahu

Gunting kuku di malam hari
Satu-satunya mitos yang hampir saya percaya adalah:”jangan gunting kuku malam malam, pamali..”
Setelah saya pikir pikir, paling juga dilarang gunting kuku kalau sudah malam karena gelap, bisa luka kalau gunting kukunya melenceng.. hehehe
Adapun mitos yang saya suka, karena lucu (tapi tetap tidak percaya) adalah:”jangan pindah pindah tempat kalau sedang makan, pamali.. nanti istrinya banyak..” dengan sengaja, saya pindah pindah tempat, dengan berharap punya istri banyak.. hahahahahahadan yang satu ini adalah favorit saya, sering berharap kalau ini bisa jadi nyata:”jangan langkahi orang yang sedang tidur, pamali, karena nyawa orang yang di langkahi jadi hilang setengah. kalau sdh terlanjur, harus langkahi balik biar nyawanya kembali..”

Zzz.. dengan senang hati saya segera membeli obat tidur untuk orang yang saya benci, lalu saat tertidur, saya langkahi berkali kali, biar cepat mati.. hahaha


Artikel lainnya dari Revius’ Editors

Tempat Makan Favorit Kami

Selamat Hari Film Nasional!

Situs-Situs Web Favorit Kami

Video Musik Pilihan Kami untuk Kamu

Kuntilanak Jatuh Cinta (dan Cerita-Cerita Lainnya)

Apa Itu Hari Valentine

10 Seniman Mengartikulasikan Kota di PechaKuchaNight Makassar Vol.6

Alasan Orang-Orang ke Sepiring Culinary Festival