Ilustrasi: Akbar Zakaria (@barzak_)

Makassar International Writers Festival, pada mulanya, hadir sebagai perayaan dunia sastra, perbukuan, dan tulis-menulis; tempat pertemuan antara penulis dan pembaca. Namun, dari tahun ke tahun, festival ini berkembang menjadi ruang perjumpaan bagi orang-orang kreatif dari berbagai bidang untuk belajar dan berbagi. Pada tahun kelima ini, kami berusaha menyusun sejumlah program untuk dinikmati dengan suka cita oleh berbagai kalangan yang memiliki beragam minat dan kecintaan.

Jika Anda pecinta musik dan puisi, ikutlah setidaknya satu dari dua sesi workshop Singing Your Poetry. Jika ingin belajar menulis lirik lagu, Anda bisa memilih Writing Poetic Words for Your Songs bersama Mira Lesmana. Atau, ikut sesi Songs and Stories bersama Risa Saraswati. MIWF tahun ini juga menghadirkan acara Tribute to Denny Sakrie: The Life of a Writer and Music Archivist. Anda juga bisa menikmati pertunjukan musik dan puisi di panggung bernama Under the Poetic Sky. Di sana akan hadir Melismatis, Urban Eggs, Ruangbaca, Tabasco, Fandy Just Be Good, Yana & Nina, Fadly Padi, Khrisna Pabichara, Marc Nair, Jajang C. Noer, Oka Rusmini, Adrian Grama, dan lain-lain.

MIWF-is-for-Everyone_2_Music

Jika Anda penggila buku, ada sejumlah buku yang akan diluncurkan. Seperti Bulan dan Matahari (Stanley Harsha), Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi (M Aan Mansyur), Ruang Sadar Tak Berpagar (Alwy Rachman), juga Nadira dan Home (Leila S. Chudori). Anda bisa mengikuti program Meet the Publishers. Di sesi tersebut, Erni Aladjai, Faisal Oddang, dan Ifan Ismail akan berbagi tips dan pengalaman menerbitkan buku. Anda juga bisa bertemu penulis favorit untuk meminta tanda tangan atau sekadar foto bersama. Jika belum memiliki buku mereka, di MIWF ada Book Bazaar. Dan, sepanjang festival, ada pop-up library tempat Anda bisa bersantai dan bertemu dengan sesama pecinta buku. Tahun ini, juga akan diluncurkan satu inisiatif literasi bernama Perahu Pustaka. Anda bisa mendonasikan buku untuk mendukung perpustakaan unik tersebut.

MIWF-is-for-Everyone_01_Booklovers

Jika Anda penggemar film, MIWF punya tradisi pembuatan dan pemutaran film pendek untuk menghormati intelektual Sulawesi Selatan. Tahun ini, Anda bisa menonton film tentang Karaeng Pattingalloang karya Andi Burhamzah, Butta Bicara. Ada diskusi Don’t Judge the Book by Its Movie bersama Mira Lesmana, Ifan Ismail, Nurhady Sirimorok, dan Shinta Febriany. Meskipun selama bulan Mei, setiap akhir pekan, ada pemutaran film-film tentang penulis dan sastra di Rumata’ Art Space dalam program Literature in Cinema sebagai rangkaian MIWF, kami juga akan memutar film pendek karya sineas Makassar.

MIWF-is-for-Everyone_5_Moviegoers

Jika Anda penyuka seni rupa, tahun ini MIWF menghadirkan diskusi panel bersama Rolf Heiman, Peter van Dongen, dan Satoshi Kitamura. Para perupa, kartunis, dan komikus itu juga akan mengisi workshop Free Your Hands, Free Your Imaginations. Di Rumata’ Art Space, sejumlah perupa muda Makassar untuk menginterpretasi tema festival tahun ini ke bentuk mural.

MIWF-is-for-Everyone_3_Art

Jika Anda pecinta sejarah dan seni tradisi, ada diskusi panel Karaeng Pattingalloang: Knowledge and Universe yang menghadirkan Nirwan Ahmad Arsuka, JJ Rizal, dan Alwy Rachman. Akan ada pementasan komunitas bissu di panggung Under the Poetic Sky. Di panggung yang sama belasan pemuda dari berbagai negara akan menampilkan tari tradisional yang sudah mereka pelajari selama tiga bulan tinggal di Makassar.

MIWF-is-for-Everyone_4

Jika Anda seorang jurnalis, blogger, atau pegiat media sosial, Janet Steele datang untuk mengisi workshop Literary Journalism, Pallavi Aiyar untuk diskusi Reporting Asia, dan Maman Suherman untuk program In Searching for Quality Journalism. Selain itu, ada talkshow tentang menulis dan media sosial. Dan, di sesi Passion in Action, Adel Yousouf dari Wireless Stars akan berbagi cerita tentang dunia Internet.

MIWF-is-for-Everyone_6_Journallists

Jika Anda seorang petualang, Mahir Pradana, Pallavi Aiyar, Trinity, dan Junanto Herdiawan akan mengisi program The Travelers’ Story. Ada panel diskusi Places, People, and Stories bersama Leif Randt, Andreas Stichmann, Adrian Grima, Oka Rusmini, dan Bryan Whalen. Anda juga bisa mengikuti cerita tentang budaya, sastra, dan kuliner Makassar melalui Makassar Literary Tour bersama Luna Vidya, Khrisna Pabichara, dan Natalia Tanyadji.

MIWF-is-for-Everyone_9_Adventurers

 

Jika Anda suka bersantai dengan keluarga, pada hari terakhir festival ada Family Day. Anda bisa mengajak keluarga, anak, dan sahabat untuk ikut lomba mewarnai, menggambar, dan menyimak dongeng dari berbagai negara. Selama festival, ada food and creative stalls. Di sana Anda bisa menikmati berbagai makanan dan minuman, juga mendengar cerita dari pecinta kopi Toraja sambil membuat barang-barang kerajinan tangan. Atau, sekali lagi, ajak teman-teman Anda ikut berdonasi buku untuk Perahu Pustaka di acara Sailing with Books.

MIWF-is-for-Everyone_7_Families

Jika Anda pecinta sastra dan ingin jadi penulis, ada Kompas Workshop: Short-story Writing bersama Agus Noor dan M Aan Mansyur. Ifan Ismail akan mengisi Plotpoint Workshop: Story Writing. Seno Gumira hadir dalam program special Writing in a Tumultous Nation. Ada juga diskusi panel Promoting Asian Literature to the World bersama Roland Kelts, Satoshi Kitamura, Marc Nair, Leila S Chudori, dan Oka Rusmini. Jika Anda tertarik mengetahui perkembangan sastra dunia, ada Literature around the World bersama Adrian Grima, Leif Randt, Andreas Stichmann, dan Bryan Whalen. Ada pula Voices from Eastern Indonesia menghadirkan Anastasia Fransiska Eka, Felix K Nesi, Faisal Oddang, Mardiant Sagian, Wawan Kurniawan, Deasy Tirayoh, dan Erni Aladjai.

MIWF-is-for-Everyone_8_AspiringWriters

Dan, jika Anda ingin cari teman atau kekasih yang kreatif, mengikuti satu, dua, atau beberapa program festival ini adalah pilihan yang tepat.

MIWF-is-for-Everyone_10_Jomblos

Selamat menikmati Makassar International Writers Festival 2015!