Ilustrasi: Randy Rajavi ( @randy_rajavi )

Theory of Discoustic menjadi kelompok folk akustik yang sedang ramai diperbincangkan setelah menelurkan karya terbarunya dalam mini album bertajuk Alkisah. Sebuah karya epik yang menerangi jalan mereka menjadi band folk paling mempesona di kota ini. Terbentuk di Makassar pada tahun 2010, Theory of Discoustic sekarang mantap dengan formasi terkini yaitu Dian Megawati (vokal/harmonika), Reza Enem dan Nugraha Pramayudi (gitar), Fadly FM (bass), Hamzarullah (drum/perkusi), serta Adriady Setia Dharma (keyboards/perku­si). Kabar terbaru yang paling menyenangkan bagi para penggemar mereka, Theory of Discoustic dipastikan tampil di Musik Hutan 2015, tanggal 28-30 Agustus mendatang.

Berikut hasil bincang-bincang singkat Revius dengan Theory of Discoustic tentang rencana rilisan berikutnya, skena musik Makassar, niat membayar lunas sebuah hutang serta persiapan mereka untuk Musik Hutan 2015.

Sejak Theory of Discoustic dibentuk, apa pengalaman nge-band kalian yang paling menyenangkan?

Setiap kali kalau sedang latihan bersama, terutama kalau bereksperimen dengan materi baru.

Apa yang paling tidak menyenangkan? 

Setiap saat kalau mau latihan, tapi studionya full. Hahaha! 

Setelah mengeluarkan 2 EP, yang terakhir dirilis secara fisik, adakah rencana Theory of Discoustic untuk merilis album penuh(7-10 lagu)? 

Iya, Ada. Kalau tidak ada halangan rencananya proses rekaman untuk full album dimulai pertengahan tahun 2016. Sampai sekarang kami masih mengumpulkan tema untuk 8 materi baru. Semoga lancar. 

Kami sangat menikmati private gig kalian akhir tahun lalu. Apa latar belakang utama kalian menghelat gig dengan konsep seperti itu? Apa alasan khusus di balik tajuk “berdikari”?

Hahaha! Sayangnya, “Berdikari” bukan inisiasi dari Theory of Discoustic. Kami hanya sebagai pengisi acara di event tersebut.

Adakah rencana untuk melakukan hal serupa dalam waktu dekat? atau mungkin ada rencana untuk membuat gig yang less-private?

Belum ada rencana dalam waktu dekat. Mungkin dan semoga ada yang ajak. Hahaha!

Anyway, Sekarang kalian sedang getol-getolnya mendengarkan band/musik apa?

Wah sangat beragam tentunya, dari genre A sampai Z.

Tentang skena musik Makassar, adakah hal yang paling membuat kalian geregetan tentang perkembangan skena musik di kota ini?

Banyak rilisan baru sampai re-issues lokal di sepanjang tahun 2015, di luar dari itu sepertinya semua baik-baik saja. Hehe

Bisa disebutkan 1 atau 2 band Makassar yang kalian sukai? dan kenapa kalian menyukai mereka?

Firstmoon! Sepertinya di Makassar yang memainkan alternatif pop yang sangat Indonesia cuma mereka.

sepiring10

Foto: M. Ifan Adhitya

Tentang Musik Hutan, apa pendapat Theory of Discoustic ketika mendengar tentang event Musik Hutan tahun lalu? dan apa yang membuat kalian untuk tertarik main di Musik Hutan tahun ini?

Sangat menarik. Untuk skala Makassar, menurut kami Musik Hutan adalah salah satu perhelatan musik yang paling serius digodok. Seharusnya kami turut berpartisipasi di Musik Hutan tahun lalu, tapi jadwalnya bertepatan dengan persiapan mini album “Alkisah”. Tahun ini kami bayar lunas! 

Rehearsing_small

“Musik Hutan tahun lalu kami tidak sempat tampil karena bertepatan dengan persiapan rilis Alkisah. Tahun ini kami siap bayar lunas!” (Sumber foto: Theory of Discoustic )

Bagaimana konsep penampilan Theory of Discoustic di Musik Hutan nanti?

Berhubung tidak sedang berada di kota yang sama jadi 2 bulan terakhir belum sempat kumpul dan membicarakan perihal “Musik Hutan”. Tapi, hingga saat ini 6 lagu sudah on set-list. Tidak usah khawatir kami sudah terbiasa dengan menit-menit akhir. Hahaha! Pokoknya sampai bertemu di tenda! 

That’s all, guys. terima kasih. Sukses terus buat Theory of Discoustic, kami tunggu karya-karya terbarunya.

Sama-sama, Revius.

Untuk info lebih lanjut tentang Theory of Discoustic, silakan follow @theoryofdis_tic atau korespondensi langsung via e-mail theoryofdiscoustic@gmail.com.

INFO terkait reservasi, daftar penampil, atau pemesanan merchandise Musik Hutan 2015, bisa anda temukan di  @musikhutan atau Facebook fanpage “Musik Hutan” dan musikhutan.com

Musik Hutan official Account


Baca seri wawancara dengan penampil Musik Hutan 2015 lainnya

Ska With Klasik: Sadar Lingkungan Mulai dari Diri Sendiri

Hollywood Nobody: Musik & Hutan are The Best Gifts