Nama, kata sebagian manusia, apalah artinya. Untuk sebagian yang lain menganggapnya sebagai doa. Sekarang, di penghujung tahun 2016, kami dari geng musik Revius menemukan fakta baru: nama juga bisa berarti kebetulan yang mengerikan sekaligus menyejukkan. Tergantung sudut pandang anda dalam menyikapinya. Asumsikan saja kita memiliki kesepahaman tentang bagaimana tahun ini melindas keseharian kita. Prejudis, kebencian, dan politisasi hal-hal yang tidak seharusnya dipolitisasi. Semuanya nyaris membelah negara ini menjadi beberapa bagian. Bukan hanya itu, namun lebih luas lagi ke ranah dunia. Jenuh dan jengah hingga ke hari-hari terakhir, kami memutuskan untuk membuat kompilasi yang niatnya berdasarkan lucu-lucuan belaka, namun belakangan rasanya tidak lucu sama sekali. Inilah mereka, lima band Makassar yang dari nama mereka paling 2016. Band-band dengan nama yang relevan terhadap situasi yang terjadi sepanjang tahun ini. Mohon diingat, kompilasi ini hanyalah berdasarkan nama. Soal musik yang mereka mainkan, bahkan perilaku personil-personilnya, sama sekali bukan tanggung jawab kami. Dan kami hanya memilih nama band, karena mereka menamakan diri mereka sendiri. Sementara, kebanyakan solois, tidak memilih nama mereka sendiri. Biasanya diberikan oleh orang tua, manager, atau tim sukses. Inilah mereka:

JUST BE GOOD ( @justbegoodmks )

just-be-good
Genre: Rock
Dipilih oleh: Dhihram Tenrisau

Nama yang sungguh memiliki reprensentasi tentang harapan membawa semangat “carpe diem” ditambah lagu-lagu mereka kebanyakan penuh pesan optimisme di tengah pesimisme permasalahan kekinian, walaupun band ini jarang membawakannya. Namun secara nama, Just Be Good adalah pesan yang sangat mewakili untuk mengawali tahun 2017 nanti. Bagaimana cara terbaik menghadapi perbedaan? Be good.

Video: Just Be Good – Tersenyum Kembali (Live)
https://www.youtube.com/watch?v=f-XSozpDZR8

 

THE GAMEOVER ( @thegameover_mks )
Genre: Punk Rock
Dipilih oleh: Acoh Wahab

the-gameover_revius

Saya memilih nama TheGameover karena banyak nama-nama besar dari berbagai lintas profesi yang akhirnya harus “selesai” pada tahun ini. Mulai dari para legenda (Muhammad Ali, David bowie, Prince, hingga Carrie Fischer) hingga dinasti seperti Kesultanan Gowa atau kerajaan Thailand yang rajanya baru saja mangkat, dan yang miris terjadi yaitu beberapa pertemanan harus berakhir akibat beda pendapat perihal Ahok di kolom comment Facebook. Game Over.

https://www.reverbnation.com/thegameover

 

MINORBEBAS ( @minorbebas )
Genre: Grunge Infused Alternative Rock
Dipilih oleh: Achmad Nirwan

minor-bebas_revius

Saya memilih nama Minorbebas karena nama band ini mewakili suara-suara kaum minoritas yang tahun ini selalu identik dengan perlakukan represif, dipojokkan, disempitkan ruang ekspresi mereka. Dan, istilah “minoritas” bukan hanya berlaku pada urusan ras, etnis, atau agama. Bahkan profesi juga memiliki dikotomi mayoritas dan minoritas. Contoh profesi mayoritas yang diminoritaskan adalah para petani di berbagai pelosok tanah air yang selalu dikerdilkan. Di ribuan titik di belahan penjuru negeri, para petani harus selalu berjuang melawan kepentingan korporasi beserta aparat-aparat yang bertindak represif. Bebaskan!

Dengarkan lagu-lagu Minor Bebas di https://soundcloud.com/minorbebas

 

NOWAYOUT
Genre: Hardcore Punk
Dipilih oleh: Brandon Hilton

nowayout_revius

Saya memilih band bernama No Way Out karena melihat masalah-masalah di Indonesia yang sepanjang tahun ini hanya berputar di pusaran itu-itu saja, seperti masalah SARA yang sepertinya tidak akan pernah ada jalan keluarnya. Apatisme yang akut dalam kepala ini sepertinya bisa ditenangkan setiap kali saya mendengarkan lagu-lagu mereka.

https://www.reverbnation.com/nowayouthatkor

 

BLACK ELVIS ( @blackelvis1313 )
Genre: Political Rapcore
Dipilih oleh: Fami Redwan

black-elvis

Andaikata nama band ini di-Indonesiakan, mungkin “Benyamin Cina” adalah persamaan yang palik baik. Sangat menendang, bukan? Sejak pertama kali melihat nama mereka di satu pamflet acara, saya sudah menyimpulkan kalau Black Elvis adalah nama band terkeren sepanjang peradaban musik Makassar. Setidaknya sampai hari ini. Secara lirikal, band ini juga sibuk menendang dan membakar pikiran kita tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan, dan bagaimana kita sebenarnya hanyalah pion-pion yang dipatolo-tolo oleh para pemilik kepentingan. Saya bisa bercerita panjang lebar tentang Black Elvis sampai semua pohon di bumi ini habis ditebang, maka sebaiknya dengar saja sendiri lagu-lagu mereka. Ajak mereka main di pensimu, wahai pelajar!

https://www.reverbnation.com/blackelvismakassar