Ilustrasi: Herman Pawellangi ( @chimankorus )

Mencintai musik metal, tak cukup dengan mendengarkan atau menikmati musiknya. Seperti itulah A.M.Rahmanuddin menghayati musik metal sebagai jalan hidup. Pria kelahiran 1983 yang lebih dikenal dengan panggilan Nchoz tersebut boleh dibilang sebagai Sang Pemula geliat musik metal di Sulawesi Barat.

Cerita dimulai saat ia pindah dari Makassar ke Wonomulyo pada tahun 2011. Di tempat baru tersebut, ia menggelar lapakan kecil di rumahnya. Saat itu ia belum menggunakan nama Venomous. Nama Venomous ia patenkan untuk lapakannya pada 14 Februari 2014. Nchoz yang asli Wonomulyo tidak sekadar melapak dan berbisnis, namun juga ingin memperkenalkan dan mengembangkan peminat musik cadas khususnya kepada anak-anak muda di daerahnya. Venomous yang ia dirikan dengan maksud ingin memperkenalkan musik cadas tidak terlepas dari tantangan, hambatan, bahkan penolakan dari masyarakat di sekitarnya. Mereka biasa memberi cap sesat karena dandanan menakutkan yang serba hitam dengan artwork yang menyeramkan dan tulisan yang tidak jelas dibaca.

Nchoz yang mulai giat mendengarkan band-band beraliran punk semasa SMP sampai SMA, hingga tiba di bangku kuliah ia mulai menjajal Death Metal dengan mendengarkan band-band pentolan penganut paham death metal seperti Death, Obituary, dll.  Nchoz mulai terjerumus makin dalam dengan membuat zine yang ia beri nama Blasting Of Death. Sebuah zine dengan format newsletter. Menurut pengakuan Nchoz, Blasting Of Death Zine  memuat profil band-band cadas. Dalam satu edisinya pernah memuat tentang Emergency unit grindcore dari Makassar, dan interview dari Devoured unit oldschool death metal asal Jogjakarta. Zine ini sempat beredar 12 edisi sebelum akhirnya terhenti total di tahun 2012 karena kesibukan pribadi yang sudah tak terbendung, ditambah sudah menyandang status sebagai Ayah.

Nchoz mendirikan Venomous bukan sekadar bergelut dalam hal fashion saja, namun juga ingin menghapus stigma dan membantu perkembangan scene musik di Wonomulyo, Polewali Mandar.

Nchoz mendirikan Venomous bukan sekadar bergelut dalam hal fashion saja, namun juga ingin menghapus stigma tentang musik cadas dan membantu perkembangan scene musik di Wonomulyo, Polewali Mandar.

Terlepas dari fashion, Nchoz dengan mendirikan Venomous ingin membuktikan kepada masyarakat yang menentang, menolak, dan memberi cap musik cadas itu sesat bahwa pemikiran mereka selama ini adalah keliru. Selain membuka lapakan, Nchoz yang melihat perkembangan musik cadas di Wonomulyo dari tahun 2012 lewat event yang diadakan, lalu bertemu dengan beberapa temannya yang kemudian membentuk sebuah komunitas sebagai tempat berbagi cerita dan informasi. Dari komunitas yang ia bentuk bersama beberapa temannya, lalu menjadi pemicu. “Sekarang sudah banyak komunitas yang bermunculan dari punk, grind, hingga death metal,” ungkapnya. Untuk mengubah pandangan masyarakat sekitar, ia juga melibatkan masyarakat sekitar dalam event-event yang digelar. Bukan hanya itu, Nchoz melebarkan sayap dengan membuat album kompilasi yang bertajuk Celebes Extreme Musick Compilation yang berisi 30 band yang seluruhnya berasal dari Sulawesi dengan berbagai genre. (Saya bersama Achmad Nirwan sempat mengulas kompilasi ini dalam artikel 30 Musik Ekstrem yang Beragam dari Sulawesi)

Untung-rugi dalam menjalankan geliat metal di Sulawesi Barat tentu menjadi hal yang lumrah. Tapi bagi Nchoz, Venomous lebih banyak mendapatkan untung daripada rugi. Keuntungan yang ia maksud bukan hanya persoalan materi, melainkan bisa mempunyai banyak relasi, dan bisa menjalankan hobi juga merasakan kebahagiaan. Ia melakukan kegiatan ini dengan sepenuh hati tanpa melulu memikirkan keluar-masuknya materi dan ini terbukti bisa membawa hal-hal yang lebih baik. Melihat anak-anak muda di daerahnya menjadi lebih akrab satu sama lain, tumbuhnya kultur-kultur baru, dan tentunya tidak ketinggalan akan informasi dan perkembangan baru menjadi pencapaian yang jauh lebih besar bagi Nchoz.

Nchoz dan Venomous saat turut berpartisipasi dalam Record Store Day 2016. Momen istimewa ini juga dimanfaatkan Nchoz untuk merilis resmi kompilasi Celebes Extreme Musick Compilation yang digagasnya.

Nchoz dan Venomous saat turut berpartisipasi dalam Record Store Day 2016 di Makassar. Momen istimewa ini juga dimanfaatkan Nchoz untuk merilis resmi kompilasi Celebes Extreme Musick Compilation yang digagasnya.

Passion dulu, lalu fashion. Begitulah konsep ideal bagi Nchoz. Bukan hanya dalam menikmati dan menggeliatkan musik Metal. Tapi musik secara keseluruhan, dan tentu saja tentang menghidupkan hidup itu sendiri. []


Baca tulisan lainnya

Si Pembuat Pelangi yang Berkeliling Festival

Sebenarnya Film Sepatu Baru itu Salah Acuan

Saya Seniman yang Ingin Bersenang-senang

Saya Berharap Ilustrasiku Ibarat Lagu yang Menenteramkan Hati

Saya Benci iTunes!

Ada Dua Kata, Jadilah Berbeda

Do It Fast, Do It First, Do It Your Way