Foto: M. Ifan Adhitya (@ifandfun) dan Herman Pawellangi ( @chimankorus )

Menyimak sebuah festival musik adalah momen istimewa yang patut dikabarkan. Apalagi ketika  tinggal di kota dimana beberapa penikmat musik atau bahkan penggiat musiknya masih abu-abu untuk memahami definisi festival musik. Ya, di kota ini atau mungkin di kota lainnya, masih ada yang sulit membedakan antara festival musik dan kompetisi musik.

Menilik dari Kamus Umum Besar Indonesia, kata festival berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata dasar “festa” atau pesta dalam bahasa Indonesia. Festival biasanya berarti “pesta besar” atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga bisa diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat.

Jadi, festival musik itu adalah sebuah perayaan memainkan dan mendengar musik yang dimana setiap orang bebas berekspresi tanpa ada penilaian seorang juri band kompetisi. Sekali lagi, terminologi festival musik dan kompetisi musik sudah harus diluruskan maknanya.

Kehadiran Rock In Celebes selama lima tahun berturut-turut di kota Daeng ini boleh dibilang bisa memberikan pemahaman tentang definisi festival musik yang sebenarnya, seperti di atas. Bahwa esensi musik yang sesungguhnya itu dihadirkan dalam sebuah ruang bebas ekspresi yang mutlak, tapi tetap menjaga kualitas penampilan secara audio dan visual di atas panggung.

Pada tahun 2014 ini, Rock In Celebes memasuki edisi kelima ini menampilkan 10 penampil utama dari band-band cadas kebanggaan negara ini dan 32 band independen yang punya karakter dan ciri masing-masing dalam menampilkan suguhan musiknya. Ini kedua kalinya Rock In Celebes murni menampilkan band dari seluruh Indonesia dan tidak menampilkan band internasional setelah sebelumnya pada tahun 2010 menampilkan Marduk, di 2012 menampilkan Secondhand Serenade, Psycroptic dan Suffocation dan di 2013 menampilkan Chris Carabba dari Dashboard Confessional.

Rock In Celebes 2014 yang dihelat selama dua hari dari 20 sampai 21 Desember 2014 ini dilaksanakan oleh Chambes Entertaiment dan digelar kembali di Celebes Convention Centre Makassar–yang merupakan langganan tempat digelar berbagai macam kegiatan eksibisi di kota ini–sempat membuat saya menyangsikan kalau gelaran musik rock ini bakal sukses. Karena pada tahun sebelumnya, jujur saja, saya kurang menikmati secara suguhan audio tiap penampil, yang mungkin saja kalau boleh dikambinghitamkan, akibat pantulan dari dinding besar yang menjadi sekat antara area festival musik dan festival sandang pada Rock In Celebes 2013.

Hari pertama Rock In Celebes 2014 dibuka oleh  band — band yang mewakili dari berbagai macam genre musik. Untuk penampil utama di hari Sabtu 20 Desember 2014, ada Musikimia, eksponen alternative rock Indonesia yang menjadi anomali unik di antara dominasi oleh unit-unit metal terbaik Indonesia,  mulai dari Kapital yang mewakili Tenggarong, Revenge dari Jakarta, hingga Burgerkill dari Bandung yang berbagi panggung silih berganti di Main Stage A dan B yang tempatnya berdampingan satu sama lain.

Selain penampil utama, Panggung Rock In Celebes pun menampilkan Biang Kerock (Tenggarong) Frontxside (Makassar), Miraculous (Makassar), From Hell To Heaven (Gorontalo), Iklim & Maracana (Palu), Freezer, The Rock Company, Galarasta, Jumping Illusions, Ritual, Bhulu Ayam,, Critical Defacement, dan All Confidence Out dari Makassar yang berbagi di panggung yang sama.

Tidak lupa pula ada panggung lainnya selain di Main Stage A dan B, ada Alternative Stage yang diisi oleh Undegrace (Toraja), Shibuya & Bonzai (Makassar) dan DJ Austyn dan Ajienbuddies serta NET. Stage yang menampilkan Speed Instinct, Ska With Klasik, Next Delay dan Wildhorse.

Di Stage A, Miraculous pun membuka Rock In Celebes 2014 dengan suguhan slam metal yang mengingatkan saya dengan penampilan Necropsy di Rock In Celebes 2013.

Miraculous di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Miraculous di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Lanjut The Rock Company, dengan musik hard rock a la Guns N’ Roses yang ditampilkan dengan lebih modern lagi. Sekilas sang vokalis mengingatkan saya pada Axl Rose yang sedang jamming dengan Velvet Revolver.

Cakra dari The Rock Company di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Cakra dari The Rock Company di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Suguhan Bhulu Ayam di Main Stage A,  yang merupakan satu-satunya band yang mengusung unsur parodi di Rock In Celebes 2014 baik secara musikalitas, lirik bahkan kostum hingga aksi panggung yang membuat penonton cukup terpana dan tertawa. Terlihat gairah musik dari Sastromuni, Teamlo dan Asedese yang merupakan punggawa band parodi Indonesia, ingin dikibarkan kembali oleh Bhulu Ayam.Tetapi dengan lagu sendiri seperti Bronis (Barongko Manis), maka Bhulu Ayam juga diharapkan punya karakter   yang berbeda dibandingkan band-band serupa lainnya.

Bhulu Ayam selepas tampil di Rock In Celebes 2014. Sang drummer, Andre Tjefuk tidak tanggung-tanggung memakai popok sebagai kostumnya. (Foto: Herman Pawellangi)

Bhulu Ayam selepas tampil di Rock In Celebes 2014. Sang drummer, Andre Tjefuk tidak tanggung-tanggung memakai popok sebagai kostumnya. (Foto: Herman Pawellangi)

Di  Main Stage  B, Freezer dengan hardcore a la Ryker’s dan All Confidence Out dengan semangat scream alt-rock sukses memanaskan kuping untuk sejenak menyaksikan mereka.

DSC_1066

All Confidence Out di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

All Confidence Out di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Galarasta  pun menyuguhkan musik Reggae dengan corak reggae yang khas dengan nuansa Bob Marley, juga baru saja merilis album penuh Man In Love tahun ini.   Galarasta menjadi satu-satunya band pengusung musik reggae yang ada Panggung Rock In Celebes hari itu. Galarasta dengan Rengga dengan tampilan rambut gimbal dan cengkok suara khas vokalis reggae, ikut berduet dengan Lesa membawakan lagu “One Way”  dan “ Come On Eileen” dari Save Ferris.

Galarasta di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Galarasta di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Ritual yang mengisi panggung Rock In Celebes di Main Stage B seakan mengingatkan saya pada era thrash metal di era 90-an.  Tidak heran pula, karena Ritual juga merupakan dedengkot lama thrash metal Makassar yang terbentuk di tahun 1999. Selepas Ritual, Iklim dari Palu yang mengusung Hardcore menghajar panggung Main Stage B di Stage Rock In Celebes kali ini, Sekedar info dari ucapan vokalisnya, Iklim adalah band baru yang baru terbentuk beberapa bulan terbentuk.

 

Ritual di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Ritual di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Di saat waktu bersamaan di Alternative Stage dan NET. Stage juga diisi oleh beberapa band lokal dan satu DJ lokal, diantaranya Undergrace, Shibuya, Bonzai, Ai Duri dan ada  DJ Austyn & Ajiinbuddies. Di Altenative Stage ini  tidak kalah dengan yang ada di Main Stage, Terlihat yang paling memukau adalah Undegrace dengan memadukan metalcore dengan suling Toraja. Sekilas Undegrace memiliki semangat serupa dengan Kapital menampilkan ornamen musik tradisional di album terbarunya.

Di NET. Stage yang terletak bersebelahan dengan Musick Bus pun tidak kalah seru dengan Ska With Klasik yang membawakan musik ska, ada Speed Instinct dengan alt-rap rock yang sekilas melontarkan Downset dan Rage Against The Machine, serta Next Delay yang membawakan semangat British Pop dari Pure Saturday dan Ride.

Speed Instinct menghajar panggung  NET. Stage di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Speed Instinct menghajar panggung NET. Stage di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

From Hell To Heaven asal Gorontalo yang menjadi penampil berikutnya di Main Stage B, ternyata tampil dengan vokalis perempuan dan mengusung post-hardcore. Langsung saja saya seperti mendengar Eyes Set To Kill dan Flyleaf berkolaborasi dengan Paniki Hate Light.

Unit metalcore kebanggaan Palu, Maracana sudah berada di Main Stage B selepas Maghrib. Dari jadwal yang semestinya, Maracana harusnya tampil di Main Stage A. Sepertinya ada perubahan jadwal lagi dan lagi dari penyelenggara. Terlepas dari itu, Maracana mengeber sekitar 4 lagu dan sukses membuat moshpit menjadi panas di depan Panggung Rock In Celebes.

Selepas Maracana, Kapital sukses membuat penonton bernyanyi bersama mereka sepanjang setlist mereka di Main Stage A. Bagaimana tidak, penampilan mereka memang sangat ditunggu-tunggu para metalheads karena mereka baru-baru saja menebar teror dari belantara Tenggarong dengan album terbarunya Teror dari Belantara pada tahun ini.

Kapital di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Kapital di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

Antusiasme metalhead saat menyaksikan Kapital di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Antusiasme metalhead saat menyaksikan Kapital di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Jumping Illusions yang harusnya mengisi Main Stage A,  ternyata harus tampil di Main Stage B Rock In Celebes 2014. Entah apa yang terjadi sampai ada perubahan tempat lagi. Trio pop punk yang baru saja merilis EP Escape and Survive-All ini pun membuka aksinya ini dengan 1 lagu cover dari Angels Airwaves dari total 3 lagu yang dibawakan oleh mereka. Walaupun terlihat penampilan mereka kurang semangat, Jumping Illusions sepertinya melanjutkan tongkat estafet trio punk yang tampil di Rock In Celebes setelah pada tahun sebelumnya ada Pemuda Garis Depan yang merupakan dedengkot melodic punk Makassar.

DSC_0129

Jumping Illusions di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Setelah Jumping Illusions, Frontxside grup hardcore dari Makassar dengan nafas hardcore old-school mampu memanaskan moshpit di Main Stage B dengan hentakan beat tanpa ampun serta gimmick dari Indhar, sang vokalis yang melepaskan confetti menjelang berakhirnya gemuruh penampilan mereka.

Fronxside di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Fronxside di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Masih di Main Stage B, Critical Defacement salah satu dedengkot metal Makassar, pun mengeber  4 lagu dari Crime Of The Century yang rilis Agustus lalu.

Musikimia yang sebetulnya dijadwalkan tampil setelah The Rock Company, pun tampil setelah sebelumnya Musikimia meminta jam tampilnya mundur sejam dari jadwal sebelumnya.  Hal ini cukup sedikit berimbas ke jadwal band-band lainnya yang ada di Main Stage A, karena mereka pasti belum dikonfirmasi oleh penyelenggara sebelumnya kalau ada perubahan jadwal mereka dimajukan. Seperti halnya yang terjadi pada Jumping Illusions misalnya.

Terlepas dari persoalan mengambil alih Main Stage A, Musikimia pun membawakan lagu-lagu mereka seperti “Apakah Aku Harus Seperti Ini” dan cukup heran juga mereka membawakan “Creeping Death” dari Metallica,  menjadi salah satu bumerang bagi Musikimia untuk membawakan musik lebih cadas lagi keluar dari pakem bermusik mereka. Padahal kalau disimak baik-baik, tanpa harus menjadi cadas sekalipun, Musikimia adalah Musikimia.

Musikimia di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Fadly dari Musikimia di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Setelah Musikimia membahana di panggung Main Stage A, Antivirus yang mengusung death metal melanjutkan keriuhan Main Stage B. Band asal Gorontalo ini tampil dengan presisi yang cukup rapat dan tangguh menghajar panggung malam itu. Terbukti, moshpit malam itu tidak berhenti berputar saat mereka tampil.

Antivirus di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Antivirus di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Setelah sebelumnya di Main Stage B didominasi oleh band-band bercorak metal,  Biang Kerock dari Tenggarong yang mengusung stoner rock menghentak alunan panggung Main Stage A. Ya, ada nuansa Sleep dan sedikit Suri saat mendengar alunan lagu mereka, tapi tidak cukup lebih baik dari kedua band tersebut.

Biang Kerock di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Biang Kerock di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Revenge yang mengisi  Main Stage B kali ini, menjadi salah satu penampil utama terakhir di hari pertama. Dengan usia yang masih belia, sekitar 22–23 tahun—ini  menurut penuturan mereka saat saya menghadiri konferensi pers mereka di belakang panggung—dan wajah yang cukup menarik perhatian kaum hawa, mereka pun sukses membuat penonton tidak kenal lelah membentuk lingkaran di depan moshpit.

Revenge di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Revenge di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Burgerkill yang sepertinya menjadi penampil utama langganan di Rock In Celebes—mereka juga tampil di tahun 2011 dan 2013–pada tahun ini mulai membawakan nomor terbarunya yang bakal dimuat dalam album kelima mereka, seperti Undefeated yang telah dirilis dalam bentuk video di Youtube. Tanpa perlu banyak komentar, Burgerkill memang selalu sukses menghajar panggung dimana mereka tampil, tidak terkecuali di Rock In Celebes.

Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

Vicky Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Vicky Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

Antusiasme metalhead saat menyaksikan Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Antusiasme metalhead saat menyaksikan Burgerkill di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Hari kedua Rock In Celebes 2014 cukup mengundang banyak ekspektasi bagi saya karena masih merasakan gegap gempita di hari pertama. Melihat kekuatan line-up di hari kedua yang lebih sangar dengan adanya Paper Gangster, Death Vomit yang tampil perdana serta Koil dan /rif yang walau juga tampil untuk pertama kalinya di RIC, pernah saya saksikan penampilan mereka di panggung lainnya.

Rock N Rolla yang membuka hari kedua RIC 2014 di Main Stage A, mengusung rock n’ roll mampu membuat penonton yang hadir siang itu menikmati alunan musik  mereka, walaupun saya pun heran dengan kembalinya mereka tampil lagi setelah sebelumnya mereka tidak muncul di gig musik manapun di kota ini. Lanjut kembali moshpit memanas dengan Killer Instinct  dari  Makassar yang mengusung brutal technical death metal pun membuat para metalheads kembali headbang.

Pop Is Dead yang tampil di Stage A setelah kedua penampil sebelumnya pun cukup unik dengan membawakan cover version “Enter Sandman” dari Metallica dengan mengganti bahasa liriknya dengan bahasa Bugis. Walaupun cukup membuat saya terpukau, Pop Is Dead yang sudah kedua kalinya tampil di Rock In Celebes ini tidak menghadirkan kejutan-kejutan lainnya pada tahun ini.

Pop Is Dead membawakan  Enter Sandman dengan mengganti bahasa liriknya dengan bahasa Bugis di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Pop Is Dead membawakan Enter Sandman dengan mengganti bahasa liriknya dengan bahasa Bugis di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Alone At Last yang menjadi salah satu penampil utama  hari kedua, menampilkan aksi Panggung  yang cukup atraktif dengan penonton.  Dengan Yas Budaya yang ikut terjun dalam moshpit bersama seorang penggemar atau mungkin saja kru mereka yang berkostum kelinci saat mereka menderukan beberapa repertoar lagu mereka. Stand Alone Crew, yang merupakan fanbase dari Alone At Last cukup solid membuat moshpit membaur dan menghadirkan keintiman tersendiri dalam menyaksikannya.

Yas Budaya dari Alone At Last berteriak sekencang-kencangnya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Yas Budaya dari Alone At Last berteriak sekencang-kencangnya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

 

Alone At Last membawa giimick berupa kru berkostum kelinci yang terjun ke area moshpit di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Alone At Last membawa giimick berupa kru berkostum kelinci yang terjun ke area moshpit di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Area panggung Alternative Stage yang dipadukan bersamaan dengan area  Conference Music Talk, pada hari kedua pun diperuntukkan untuk penampilan dari Guantanamo dari kota Soppeng, Imposibble, My Silver Lining, Tabasco dan Bottlesmoker di Altenative Stage.

Kembali ke Main Stage A, Scarhead Barricade dari Palu bisa menggeber kembali moshpit di panggung. Terlihat band-band dari Palu ini cukup seru dilihat dari sisi penampilannya, Setelah sebelumnya tahun lalu sempat menonton The Box yang berasal dari kota yang sama.

Scarhead Barricade di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Scarhead Barricade di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Budass mendapat giliran tampil berikutnya di Main Stage B. Sayang beribu sayang, mereka sepertinya hanya membawakan lagu dari band lain seperti Hatebreed “Destroy Everything” ataupun Sepultura, saya lupa-lupa ingat antara “Territory” atau “Refuse/Resist”.

Budass di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Budass di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Menjelang sore hari di panggung NET. Stage pun terdapat pembagian 1000 Gitar oleh perwakilan dari majalah Rolling Stone, Wendi Putranto. Program  ini merupakan salah satu program dari Rolling Stone Magazine untuk anak-anak Indonesia. Sebelumnya Rolling Stone telah mengajak kerjasama beberapa gitaris kawakan Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Gitaris Indonesia dalam pembuatan album kompilasi “1 Gitar, 1000 Nada” yang memiliki semangat serupa dengan pembagian 1000 gitar ini. Selepas itu, NET. Stage pun diisi Addict Motion, Standing Forever, Dunce Dance dan Easy Going.

Paper Gangster mewakili Jakarta secara perdana menghajar main Stage A dengan  hardcore yang uniknya mereka sepertinya kedengaran memainkan gitar dengan tuning standar E, bukan tuning gitar hardcore yang lebih rendah pada umumnya.  Paper Gangster pun sukses dan membuat  area moshpit  semakin liar.

Paper Gangster di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Paper Gangster di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

The Game Over  yang merupakan band Punk Rock yang juga langganan tampil di Rock In Celebes  mulai dari 2011 sampai tahun ini, berbicara tentang apresiasi terhadap band di setiap kota masing-masing di sela-sela setlist mereka. Ojie Fauzy, sang vokalis merangkap gitaris pun bertugas untuk berinteraksi tentang hal tersebut.

The Gameover di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

The Gameover di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Revenge For Ressurection dari Palu yang sepertinya memiliki corak musik yang sama dengan From Hell To Heaven di hari sebelumnya, cukup mampu menguasai panggung dengan baik. Dengan mengusung post-hardcore, mereka pun sukses membuat mata para penonton tetap menyimak sampai selesai, terlebih lagi dengan vokalis perempuan yang cukup energik melontarkan teriakan a la vokalis post-hardcore.

Revenge frpm Ressurection dengan vokalis perempuannya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Revenge frpm Ressurection dengan vokalis perempuannya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Rocket Rockers yang ternyata sedang bersama Alone At Last  dalam Rock Heart Tour pun tampil selanjutnya di  Main Stage B. Tidak tanggung-tanggung Rocket Rockers pun membuka aksi mereka malam itu dengan “Samalona” dan membawakan beberapa lagu baru mereka yang ada di album terbaru Merekam Jejak dan mengajak beberapa personil Alone At Last untuk berkolaborasi di salah satu lagu mereka. Terlepas lagu mereka yang makin cheesy, penampilan mereka malam itu boleh dibilang cukup atraktif dengan aksi kolaborasi dengan beberapa personil Alone At Last.

Para personil Rocker di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Para personil Rocket Rockers berkolaborasi dengan Alone At Last di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Rantai dari Tenggarong didaulat untuk tampil berikutnya di Main Stage A. Sepertinya unsur hard rock dan stoner berbaur dalam musik yang mereka usung malam itu. Sayangnya, karena sebelumnya saya belum sempat mencari sekelumit informasi tentang band ini, sehingga hanya menikmati mereka sekilas.

Rantai di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Rantai di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Unremains, yang  menjadi penampil paling ditunggu di hari kedua. Setelah sukses menghajar beberapa festival panggung metal Indonesia, Unremains yang merupakan band metalcore kebanggaan publik Makassar, kembali memanaskan Rock In Celebes di Main Stage B. Unremains untuk kedua kalinya yang tampil di Rock In  Celebes setelah mereka tampil pada tahun sebelumnya. Sekedar info, Unremains sebelumnya telah merilis album Into The Victory pada 2012.

 

Unremains di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Unremains di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Setelah Main Stage B dihajar  oleh Unremains, kini panggung diambil alih oleh Koil, salah satu band Bandung yang menjadi penampil utama di hari kedua Rock In Celebes. Otong, sang vokalis yang sering melontarkan kelakar-kelakar yang satir mampu membuat yang menyaksikan tertawa, semisalnya guyonan tentang Kangen Band. Repertoar lagu dari album Megaloblast (2001) dan Blacklight (2007) menjadi andalan mereka malam itu. Saya mengharapkan mereka membawakan “Mendekati Surga”, akhirnya mengurungkan niat walau terbayarkan juga dengan lagu “Ajaran Moral Sesaat”.

Otong dari Koil yang banyak melontarkan lelucon satir di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Otong dari Koil yang banyak melontarkan lelucon satir di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

/rif menjadi penampil utama selanjutnya di hari terakhir Rock In Celebes 2014. Dengan membawakan lagu-lagu familiar di telinga seperti  “Dunia”( yang mengingatkan saya pada lagu tersebut terputar saat masa main game bola Winning Eleven di konsol Playstation), “Loe to Yoe” dan “Radja” yang menurut mereka sendiri sudah sangat bosan sekali mereka membawakannya. Tampak sosok Andy /rif yang sangat mendekati kemiripan dengan aksi panggung Scott Weiland, eks vokalis Stone Temple Pilots malam itu. Tidak lupa mereka menutup aksi panggung mereka dengan lagu kolaborasi dengan Koil “ Party, Party, Party!” yang baru rilis Oktober lalu dan Magi /rif menghancurkan set drumnya.

Andy /rif menjelma menjadi Scott Weiland di mata saya saat menyaksikannya di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Andy /rif menjelma menjadi Scott Weiland di mata saya saat menyaksikannya di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

Ovy dari /rif di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Ovy dari /rif di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

Jikun dari /rif di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

Jikun dari /rif di Rock In Celebes 2014 (Foto: M. Ifan Adhitya)

 

/rif dan Koil berkolaborasi dalam lagu Party, Party, Party! di Rock In Celebes 2014. ( Foto: Herman Pawellangi)

/rif dan Koil berkolaborasi dalam lagu Party, Party, Party! di Rock In Celebes 2014. ( Foto: Herman Pawellangi)

 

Magi /rif menghancurkan set drumnya selepas lagu kolaborasi Koil dan /rif di Rock In Celebes 2014. ( Foto: Herman Pawellangi)

Magi /rif menghancurkan set drumnya selepas lagu kolaborasi Koil dan /rif di Rock In Celebes 2014. ( Foto: Herman Pawellangi)

Nah, sepertinya ada yang terlewatkan setelah menyaksikan penampilan /rif dan Koil. Death Vomit, yang dikabarkan tampil sebelum /rif, ternyata mengalami masalah keterlambatan jadwal keberangkatan dari kota mereka, Jogjakarta. Walhasil setelah menunggu selama 5 jam keterlambatan, Death Vomit pun baru tiba pukul 23.00 WITA di Makassar.

Setelah mendengar kabar Death Vomit telah tiba dengan selamat, pihak penyelenggara pun mengabarkan kepada penonton bahwa Death Vomit tetap jadi tampil setelah /rif. Antusias para metalhead kembali membuncah  di Makassar untuk menunggu band ini. Sayangnya, panitia telat memberikan kabar tersebut setelah sebagian penonton pulang tanpa mendengar kabar Death Vomit  jadi tampil, yang mengakibatkan area penonton tidak seramai sebelumnya.

Roy Agus dari Death Vomit dan set drumnya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Roy Agus dari Death Vomit dan set drumnya di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Death Vomit yang naik panggung pada pukul 00.30 WITA pun menghajar panggung tanpa ampun. Sofyan Hadi, sang vokalis merangkap gitaris, pun melontarkan kegeramannya terhadap masalah keterlambatan mereka sekaligus mengajak para metalhead untuk memanaskan moshpit malam itu. “Kami akan membuat kalian merasakan kemarahan kami atas tragedi delay pesawat yang menyebabkan kami tak berangkat pada waktu yang semestinya, kalian siap?” ujar Sofyan Hadi.

Sofyan Hadi dari Death Vomit di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Sofyan Hadi dari Death Vomit di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

“Maaf sebelumnya sudah mengacaukan jadwal Rock In Celebes hari ini. Kami yang harusnya terbang dari Jogja jam tiga sore. Tapi sialnya penerbangan kami mengalami delay, sampai baru bisa terbang  sekitar jam tujuh malam waktu Jogja.” jelas Oki, sang bassist di sela penampilan memulai penampilan.

Oki sempat melontarkan melontarkan kegeramannya walaupun tidak sempat menyelesaikan setlist bersama Death Vomit karena bassnya bermasalah di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Oki sempat melontarkan kegeramannya walaupun tidak sempat menyelesaikan setlist bersama Death Vomit karena bassnya bermasalah di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Saking antusias dan tidak sabarnya para metalhead menunggu kedatangan Death Vomit, sampai-sampai barikade yang dibuat oleh pihak penyelenggara pun dirobohkan oleh para metalhead saat Death Vomit melontarkan setiap amarah di lagunya. Barikade pun hancur dan tidak ada lagi pembatas antar mereka dan Death Vomit.

Detik-detik rubuhnya barikade saat Death Vomit tampil di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Detik-detik menjelang rubuhnya barikade saat Death Vomit tampil di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Rasa geram para personil Death Vomit akibat keterlambatan pesawat mereka sepertinya terbayar lunas oleh aksi para metalhead yang walaupun jumlah sedikit, cukup membakar semangat para personil Death Vomit. Death Vomit pun menyelesaikan setlist mereka dengan hanya menyisakan Sofyan dan Roy Agus di drum karena harus merelakan Oki, sang bassist yang  tidak ikut menyelesaikan repertoar lagu-lagu mereka akibat masalah teknis pada bassnya di pertengahan setlist. Gokil!

Moshpit makin liar saat barikade rubuh di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

Moshpit makin liar saat barikade rubuh di Rock In Celebes 2014 (Foto: Herman Pawellangi)

 

Runtuhnya barikade di Rock In Celebes 2014 hari kedua (Foto: Herman Pawellangi)

Runtuhnya barikade di Rock In Celebes 2014 hari kedua (Foto: Herman Pawellangi)

Terlepas dari suguhan musik cadas yang keren, Rock In Celebes 2014 tentunya menyuguhkan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menampilkan suguhan musik, Rock In Celebes 2014 juga menghadirkan para praktisi di bidang musik untuk berbicara di Conference Music Talk, serupa gelar bicara yang diadakan saat festival musik berlangsung.

Mengusung tema yang menarik untuk diikuti dan disimak seperti seperti ‘Building a Musician’ dari Robin Malau dan “Gigging dan Recording” dari Eben Burgerkill menjadi pakar tamunya pada hari pertama dan hari kedua dengan tema “Copyrights and Publishing” dari Hang Dimas dan “Financing in Music” oleh Emil Abeng.

Selain suguhan Conference Musik Talk yang bisa didapatkan di area Rock In Celebes 2014, pengunjung juga disuguhkan dengan sajian kuliner di area sekitar pintu masuk Celebes Convention Centre, yang semakin menarik dengan beberapa pilihan tujuan bagi pengunjung Rock In Celebes  2014.

Makassar memang merupakan sebagai tempat berlangsungnya festival musik ini, tapi tidak menutup kemungkinan Rock In Celebes bakal digelar juga pada kota- kota lain di pulau Sulawesi. Toh, Rock In Celebes juga diharapkan mewakili semangat para penggiat musik rock di Indonesia Timur, khususnya di Pulau Sulawesi.

Pencapaian nyaman dari Rock In Celebes 2014 kali adalah buah kesabaran para penggiat musik seluruh Sulawesi, melihat makin banyaknya apresiasi yang mulai ditampilkan para penikmat musik rock terhadap para musisi yang berasal dari kota mereka sendiri. Tapi ini tidak serta merta membuat posisi Rock In Celebes lebih nyaman lagi.  Karena pada edisi selanjutnya bakal menjadi tantangan baru, apakah bisa tetap bertahan atau sebaliknya. []

Keep rockin’ in the free world! — Neil Young