Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Saat menginjak umur belasan saya merasakan sesuatu yang baru, dia datang begitu tiba-tiba ketika saya memandang sosok pria idaman. Namanya cinta. Begitu dia dinamakan. Perkenalan saya dengan cinta terasa seperti analgesik, obat penahan rasa sakit, untuk saya. Aneh bukan? Seperti narkotik, cinta yang saya alami menekan sistem saraf utama dan mengubah presepsi terhadap kesakitan yang saya rasakan.

Cinta menghadiahkan saya kebahagiaan di atas telapak tangan kanannya dan sesuatu yang berbeda di tangan satunya. Dan sepertinya, saya tidak bisa memilih salah satunya. Tangan kiri itu berisikan pengorbanan. membuat perempuan cenderung menggunakan emosinya dan melewati logika-logika yang terkadang perlu diperhitungkan.

Perempuan lebih sering memanfaatkan intuisi dan kecerdasan emosi yang dimiliki acap kali membuat keputusan yang tidak masuk akal. Contoh sederhananya saja, perempuan cantik dengan segala kelebihan yang dimilikinya kadang memilih laki-laki yang biasa saja, jauh dari kata rupawan bahkan tidak pula dermawan. Sebenarnya apa penyebabnya?

Tidak seperti pria yang dipenuhi dengan perhitungan untuk menyukai seseorang, perempuan sangat mudah jatuh hati dengan sosok yang dapat menguasai emosinya. Seperti yang membuatnya penasaran dan merasa nyaman. Pada dasarnya, perasaan perempuan tidaklah rumit, perempuan hanya makhluk yang selalu ingin dihujani perhatian dan diberikan pengertian. Sangat menyukai perhatian kecil, sekadar ucapan selamat pagi atau selamat tidur, contohnya. Sayangnya perempuan seringkali pula merasakan kebosanan, kebanyakan diakibatkan kurangnya emosi dalam hubungan, seperti perdebatan kecil, komunikasi yang terlalu intens, atau bahkan sebaliknya, komunikasi yang sangat jarang.

Berikut ini merupakan karakter yang membuat perempuan mudah jatuh hati kepada tipe pria “biasa” atau sebut saja “sederhana”.

1. Pendengar yang Baik

Penelitian membuktikan bahwa perempuan berbicara tiga kali lebih banyak dari pada pria. Hal ini dikarenakan dalam otak perempuan terdapat lebih banyak protein bernama FOXP2 yang bertanggung jawab untuk mengetahui seberapa banyak orang berbicara. Karenanya, perempuan cenderung menyukai seorang pria yang lebih banyak mendengarkan.

2. Raja Drama yang Misterius

Walaupun dikenal sebagai makhluk yang membuat penasaran, sebenarnya perempuan juga sangat menikmati dibuat penasaran.  Dalam penelitian the University of Wisconsin-Madison, dibuktikan bahwa rasa penasaran mampu mengurangi kewaspadaan pada pengambilan keputusan. Karenanya terkadang perempuan memilih pria yang tidak bisa dibayangkan. Perempuan juga sangat menikmati menjalani suatu pergulatan emosi dalam hubungannya. Bukti sederhananya adalah populernya drama Korea di kalangan perempuan. Ingatkah (untuk kalian pecinta drama korea) saat Choi Taek dalam drama Reply 1988 mengorbankan pertandingan baduknya saat mengetahui Doek-Sun gagal berkencan dengan “calon pacarnya”?

3. Apa Adanya

Apa sebenarnya definisi nyaman terkhusus untuk perempuan? Mengapa kita sangat nyaman berlama-lama bersama sahabat, saling mencela satu sama lain bahkan menderita kehabisan uang di pertengahan bulan  sama-sama? Sebenarnya nyaman untuk kaum perempuan sangat sederhana. Cukup menjadi apa adanya dalam arti tidak dibuat-buat. Pria yang apa adanya mampu membuat dirinya nyaman yang akan tertular pada perempuan di sampingnya. Selain itu menjadi apa adanya juga merangsang kreativitas dan membuat kita menjadi lebih sehat (perempuan pasti menyukai pria yang sehat dan lebih beresiko panjang umur). Lagipula cinta bisa mengubah segalanya jadi indah, walaupun hanya makan bakso di sudut lorong atau duduk romantis di atas flyover.

Tingginya emosi yang perempuan miliki, membuat setiap kenangan indah karena cinta akan terekam lebih mendalam dalam sistem limbik otak kita. Yang membuat kita cenderung lebih terluka saat cinta hilang. Namun sebagai perempuan, kita tidak perlu khawatir, karena perempuan akan mampu pulih dari sakitnya kehilangan secara utuh bahkan semakin berkembang dan dewasa. Berbeda dengan pria yang selalu terlihat baik-baik saja padahal terus merasakan sakit berkepanjangan. Bahkan dalam sebuah penelitian dikatakan pria tidak akan pernah benar-benar sembuh dari rasa sakit hatinya selamanya. Perasaan sakit hati itu hanya akan memudar saat dirinya merasa harus ‘berkompetisi’ lagi untuk mendapatkan pendamping lain, begitu kata Craig Morris dalam Daily Mail.

Perempuan pada hakikatnya diciptakan dengan pemanfaatan intuisi dan emosi yang lebih dominan, begitu pula dengan caranya menyikapi cinta. Tidak bisa dipungkiri, perempuan tetap membutuhkan navigator dan tidak bisa berjalan sendiri. Perbedaan kekuatan fisik saja sudah sangat menjelaskan. Namun perkara jaman sekarang, hakikat perempuan selalu dianggap sebagai kelemahan bahkan acapkali hanya dipandang sebagai objek ranjang.

Saya teringat dengan perkataan istri presiden Amerika Serikat, Michelle Obama, saat membaca betapa tidak adilnya berita pemerkosaan Yuyun dan banyaknya perlakuan tidak adil yang didapati perempuan.  Michelle Obama mengatakan, “As woman, we must stand up for ourselves. As woman, we must stand up for each other. As women, we must stand up for justice for all.” []


Baca tulisan lainnya

Maksud Hati Ingin Menikah, Apa Daya Adatnya Posesif

Be Ready to be a (Teen) Mom

Sedih Karena Patah Hati? Mari Bersyukur

Apalah Arti Bercurah Hati, Jika Friendzone

LDR = Lebih dari Rindu?