Oleh:  Terbit Ryansyah ( @TRYAANS )

Sebuah tragedi pembajakan bus dan pembunuhan yang membuat Naoki dan Kozue, kakak beradik remaja yang dibintangi oleh Masaru Miyazaki dan Aoi Miyazaki (juga merupakan kakak beradik di dunia nyata) dan supir bus Sawai Makoto yang diperankan oleh Kôji Yakusho menjadi korban dan memberi efek traumatis yang merubah kehidupan mereka setelahnya. Selepas tragedi bus, Naoki dan Kozue menjadi diam tanpa bicara, supir bus Makoto juga harus pergi dari rumah keluarganya untuk mengembara dan hidup nomaden.

Masaru dan Aoi.

Naoki dan Kozue (Sumber Gambar: Eureka by Shinji Aoyama)

Dua tahun setelah kejadian pembajakan bus Makoto berniat memulai kehidupannya dari awal dan menyembuhkan traumanya dengan pulang kembali ke rumah keluarganya yang ditinggali Ayah beserta keluarga saudaranya. Ternyata kenyataan bertolak belakang dengan apa yang dia harapkan, meskipun sudah mendapatkan pekerjaan baru, kehadirannya secara tiba-tiba membuatnya dicurigai sebagai pelaku pembunuhan berantai yang sedang terjadi di lingkungan rumahnya. Hal itu membuat dia terpaksa harus pergi dari rumahnya, karena keluarganya khawatir hal ini akan berdampak buruk untuk kehidupan mereka.

Makoto mendatangi rumah Naoki dan Kozue, setelah mengetahui bahwa ayah mereka telah meninggal dan ibu mereka telah pergi dengan pria lain sebelumnya dan meninggalkan mereka untuk berjuang sendirian hanya berbekal uang asuransi untuk bertahan hidup dan tanpa pengawasan siapapun. Makoto meminta untuk untuk tinggal bersama di rumah mereka dan mendapat ijin dari Naoki dan Kozue.

eureka

(Sumber Gambar: Eureka by Shinji Aoyama)

Kesamaan dari mereka bertiga yang masih mengalami trauma pasca tragedi dan dengan kehidupan yang tidak berjalan baik setelah itu, membuat mereka bertiga menjadi seperti keluarga yang mencoba bersama-sama untuk memulai kehidupan baru, bahkan Makoto bisa menjadi figur seorang ayah untuk Naoki dan Kozue. Kehadiran Akihiko (Yôichirô Saitô) mahasiswa asal Tokyo sepupu dari Naoki dan Kozue, juga cukup memberi warna dalam film ini. Karakter yang menarik yang mampu memberi dinamika dalam alur cerita, karena hingga kedatanggannya Makoto tidak memiliki siapapun untuk berbicara karena kebisuan Naoki dan Kozue.

Itulah kisah yang terjadi dalam Eureka merupakan film asal negeri sakura Jepang karya sutradara Shinji Aoyama yang rilis pada tahun 2000, bisa dikatakan film yang sudah cukup “jadul” untuk baru ditonton di tahun 2015. Namun saya harus bersyukur bisa menonton film ini karena menurut saya film ini merupakan sebuah masterpiece, karya brilian, sebuah film yang berbicara dengan seni visual yang menakjubkan ! ( Selain itu bonus dari film ini, bisa melihat versi remaja dari salah satu aktris Jepang favorit saya Aoi Miyazaki. Hehehe)

Film yang berdurasi cukup panjang ini, yakni 3 jam 37 menit dengan visual hitam putih ini memang akan mengambil waktu yang cukup panjang untuk menontonnya hingga selesai, dan pastinya membutuhkan waktu yang tepat untuk menontonnya. Film yang sudah cukup lama masuk di movielist saya ini akhirnya bisa saya tonton saat weekend dan libur dari aktifitas keseharian.

Eureka yang memberi nuansa yang cukup gelap dan datar hampir sepanjang film ke jalan yang berbeda setelah Makoto membeli bus kecil dan mengajak Naoki dan Kozue untuk melakukan perjalanan bersama untuk memulai hidup baru dan menyembuhkan trauma mereka. Perjalanan dengan bus ini memiliki arti yang sangat besar, dimana setelah tragedi bus yang merubah kehidupan mereka, pada akhirnya mereka kembali ke bus bersama untuk menyembuhkan kehidupan mereka yang menjadi inti besar dari apa yang ingin diceritakan film ini.

Film yang masuk dalam Cannes film Festival tahun 2000 ini membawa kita mengikuti plot film yang lambat dan sederhana, sinematografi yang indah, dengan nilai seni yang sangat tinggi. Jika mengingat banyak film yang telah saya tonton sebelumnya, film ini salah satu film dengan nilai seni yang cukup hebat. Pergerakan kamera yang memberi sinematografi yang “artistry”, soundtrack yang membawa kita bisa merasakan emosi dari setiap adegan membuat film ini tidak akan bosan ditonton meskipun dengan durasi yang panjang.

Eureka merupakan film yang tentunya akan membuat kita harus ikut dalam setiap adegan secara utuh, mendalami setiap karakter dan dialog yang mengadung arti yang ingin disampaikan. Karena, menurut saya film ini seperti kehidupan nyata yang didokumentasikan oleh kamera, meskipun dengan tidak begitu banyak dialog namun memiliki banyak arti. Mungkin kita akan beranggapan film ini adalah film yang sangat gelap dan horror di awalnya, namun kita harus mengikuti film ini sampai akhir untuk mengetahui nilai dan pesan yang ingin diambil, sedikit humor, dan sukacita yang akhirnya akan muncul dalam beberapa adegan.

Film ini mencoba menceritakan tentang kehidupan manusia secara nyata dan alami. Saya tidak menceritakan disini secara detail, tapi ending film ini akan sangat indah dan dengan sebuah “harapan”, membuat kita tidak akan merasa sia-sia menonton film ini selama 3 jam lebih. Film ini membuat saya berpikir tentang arti sebenarnya dari kehidupan, keindahan dan tragedi buruk yang kita semua bisa alami di beberapa titik dalam kehidupan kita.

Rating dari saya untuk Eureka adalah 9.9/10.

*Judul asli:Yurîîka| Tahun Rilis: 2000 | Sutradara: Shinji Aoyama | Penghargaan: Official Selection - Cannes Film Festival 2000 - In Competition