Foto: Hendisgorge (@hendisgorge )

Christabel Annora akhirnya resmi merilis debut album yang bertajuk Talking Days melalui label rekaman Barongsai Records. Album pertama milik penyanyi-pianis berbakat asal kota Malang ini dirilis sebanyak 50 keping pertama dalam kemasan special edition saat Christabel Annora tampil pada Folk Music Festival 2016 di Malang, 14 Mei 2016 dan langsung sold-out diserbu pembeli dalam waktu singkat. Talking Days berisi total tiga belas lagu, termasuk lagu Desember milik Efek Rumah Kaca yang digubah dalam komposisi piano yang lebih lembut dan tenang.

Album yang menggambarkan perjalanan rasa dan pikiran kala menjalani hidup selama satu hari penuh. Menurut pengakuan Christabel Annora lewat siaran persnya, urutan lagu-lagunya memang sudah diatur dengan berawal dari suasana bangun tidur di kala subuh hingga kembali ke peraduan pada larut malam. Hal itu tergambar sejak track pertama Early Reflections hingga track terakhir Inside Your Unconscious Mind. Simak pula lagu Sunshine Talks yang dipilih menjadi single pertama untuk album ini.

“Secara umum, tema album ini memang berkutat pada perasaan dan pikiran yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Soal apa yang biasa kita lihat, pikirkan, dan rasakan selama hampir 24 jam,” ungkap Christabel Annora. “Di album ini saya menceritakan banyak hal. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi. Mulai dari rasa bersyukur atas hidup, menyadari sifat-sifat jelek, sampai pada hal-hal remeh seperti malas menonton acara televisi yang buruk, misalnya.”

Terkait lagu Desember milik Efek Rumah Kaca yang dimasukkan dalam album, “It’s a personal thing. Pada dasarnya saya memang suka sekali dengan lagu itu. Kebetulan, 80% proses penciptaan lagu-lagu di album ini terjadi pada bulan Desember. Ada makna tersendiri bagi saya, karena memang banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan itu,” jelas Christabel Annora tentang alasannya mengkover lagu tersebut. “Hingga suatu malam, saya sendirian menyetir mobil dan mendengarkan Desember dalam perjalanan pulang ke rumah. Seketika itu saya langsung berpikir, ‘Ah, lagu ini harus masuk di album saya. It will completes my story in the album,‘” lanjutnya kemudian.

Christabel Annora.

Christabel Annora merilis Talking Days yang bertutur tentang perjalanan rasa dan pikiran selama satu hari penuh, sejak subuh hingga larut malam.

Selama menggarap album Talking Days, Christabel Annora mengaku mendengarkan banyak jenis musik. “Kalau Carpenters tidak pernah saya hapus dari playlist. Terus, ada Ben Folds dan Bread. Juga Paul McCartney yang album Chaos and Creation In The Backyard. Masih banyak lagi lainnya,” kata perempuan yang mengidolakan Carpenters, The Beatles, Bread, Chrisye, Yockie Suryoprayogo, Astrud Gilberto, dan New Found Glory itu.

Proses penggarapan album Talking Days ini memakan waktu sekitar dua tahun. Semua sesi rekaman dikerjakan secara bertahap di dua studio musik di kota Malang, yaitu di Nero Studio oleh Bambang Iswanto (The Morning After) dan di Minorcubes Studio oleh Bie Paksi (Wake Up Iris!). Di album ini, Christabel Annora mengajak beberapa nama musisi kota Malang untuk mengisi bagian-bagian tertentu dalam musiknya. Seperti misalnya Octavianus Triangga (cello), Timotius Lalompoh (violin), dan Steffani BPM (glockenspiel) yang diajak di beberapa track. Ketiganya juga kerap membantu Christabel Annora sebagai live-session musicians ketika manggung.

Selain itu, juga ada Iksan Skuter yang mengisi solo gitar pada Rindu Itu Keras Kepala, Oneding (SATCF) yang ikut menyanyi dan memainkan gitar akustik pada Ini Sementara, serta Bambang Iswanto (The Morning After) menyumbang ruang ambience lewat petikan gitarnya pada lagu Lucid Dream. “Karena temanya kemungkinan juga bakal ditemui oleh teman-teman, semoga lagu-lagu saya di album ini bisa jadi inspirasi,” harap Christabel Annora yang belakangan juga direkrut sebagai live-session pianist untuk aksi panggung unit indie pop/folk terkemuka, Payung Teduh. “Siapa tahu album ini bisa menumbuhkan semangat atau membantu kita untuk introspeksi diri.”

Selama menggarap album Talking Days, Christabel Annora mengaku mendengarkan banyak jenis musik. Mulai dari The Carpenters hingga Chrisye.

Selama menggarap album Talking Days, Christabel Annora mengaku mendengarkan banyak jenis musik. Mulai dari The Carpenters hingga Chrisye.

Christabel Annora cukup lama berkecimpung dalam kancah musik independen di kota Malang. Ia pernah membentuk band bernama Get Panic, serta sering membantu sejumlah band/musisi lokal di atas pentas maupun sesi studio rekaman – mulai dari The Morning After, Ajer, Folkapolka, Earth of Heaven, hingga Silampukau. Dalam karir solonya, Christabel Annora sempat merilis satu single berjudul If These Walls Could Talk yang dimuat dalam album Kompilasi Sepi rilisan Barongsai Records, dua tahun silam.

“Biasanya lirik dan musik saya kerjakan secara bersamaan,” kata Christabel Annora menggambarkan proses kreatifnya dalam menulis musik. “Memang prosesnya bakal lebih lama daripada bikin lagu atau lirik terlebih dahulu, karena butuh penyesuaian di sana-sini.”

Konon, kemahiran Christabel Annora dalam bermain piano dan menyanyi itu dilatih sejak usia lima tahun. “Awalnya dikenalkan piano oleh eyang dan ibu. Lalu saya ikut les piano selama beberapa tahun,” kata perempuan yang juga mengasah kemampuan vokalnya bersama kelompok paduan suara di sekolah dan gereja. Christabel Annora bahkan sudah belajar menulis musik sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Saya ingat dulu pernah iseng bikin soundtrack film favorit saya. Lagu pertama yang saya buat adalah sebuah lagu random yang terinspirasi dari acara televisi, Simba Singa Putih.”

“Rencana selanjutnya mau bikin konser tunggal, dengan iringan orkestra. Sama mau sekolah lagi sih,” ujar Sarjana Arsitektur lulusan dari Universitas Brawijaya yang saat ini menggeluti profesi sehari-hari sebagai pengajar sekolah musik di kota Malang dan Surabaya.

Saat ini, album Talking Days sudah bisa dinikmati melalui aplikasi musik digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, atau GooglePlay. Sementara CD untuk versi reguler akan diedarkan oleh Barongsai Records pada outlet-outlet musik di seluruh Indonesia mulai akhir bulan Mei 2016. Untuk informasi pemesanan CD Talking Days, silakan menghubungi @BarongsaiRecs di  Twitter.

TalkingDays _ Digital (by hendigorge)_Revius


Baca tulisan lainnya

Belajar dari 7 Musisi “Kotor”

5 “Rukun” Wajib bagi Musisi

Musisi Indie Makassar Favorit

Selebrasi Monumental dan Sentimentil di Penghujung April

Video Musik Pilihan Kami untuk Kamu