Sabtu pagi di Makassar terbuat dari gadis manis di meja registrasi kuliah umum tentang sastra dan kedokteran, serta lantai dua rumah Sakit Pendidikan UNHAS yang dipenuhi gelak tawa peserta seminar.

Layaknya hari lainnya di bulan desember, pagi itu langit juga masih murah hati memberi hujan. Selain langit, ada juga dua buah kue di dalam kotak yang bersedia kami makan dan Surayah yang lebih dikenal dengan sapaan Pidi Baiq, sang manusia seludupan dari sorga. Waktu itu ia duduk di depan kami. Dengan menggunakan perwatakannya yang tenang dan sebuah pelantang suara, ia berhasil menguasai kami selaku peserta kuliah umum.

Ayah (sapaan follower twitter kepadanya) membuka sesi kuliahnya dengan mengatakan “dalam eksakta, jawaban yang sama artinya benar. Sedangkan dalam kreatifitas, jawaban yang sama artinya nyontek”. Ayah menceritakan banyak hal dalam hidupnya. Kebanyakan yang ia ceritakan telah ia tulis di dalam bukunya.

Trilogi drunken mama, drunken monster dan drunken molen mendominasi isi cerita Surayah pagi itu. Namun selaku seorang penggemar ide Ayah yang beru sekali bertemu dengannya, apapun yang ia katakan meskipun telah dituliskan dalam bukunya, akan tetap saja saya aminkan dengan tawa di ujung kalimat Ayah.

Saya sebenarnya tidak suka ikut kuliah umum, apalagi seminar. Kecuali jika saya tidak bisa tidur selama dua hari. Menurut saya, kuliah umum pada umumnya adalah obat tidur yang ampuh untuk mahasiswa yang insomnia. Namun sabtu pagi itu, saya sengaja memaksakan diri untuk bangun pagi demi kuliah umum yang dibawakan oleh Surayah.

Buat kamu yang tidak terlalu mengenal Surayah Pidi Baiq, ini dia beberapa quotes yang saya temukan di blog pribadi milik Ayah.

pidibaiq

Surayah adalah orang yang saya kagumi sejak kelas tiga sekolah menengah atas. Melalui lagunya “Segitiga Merah Marun”, aku mendengar ide lucu namun rasional dalam lagunya. Selanjutnya, lagu The Panas dalam lainnyapun mulai menyusul di playlist laptopku. The Panasdalam Bank sendiri adalah group band yang ia bentuk semasa kuliah.

Awalnya band itu adalah sebuah Negara yang ia dirikan bersama teman-temannya. Negara Kesatuan The Panasdalam (Atheis Paganisme Hindu Budha Islam) berawal dari kekecewaannya terhadap Negara Indonesia yang sering menghilangkan teman-temannya satu-persatu pada tahun 1998. Negara yang bertempat di lantai dua salah satu bangunan di ITB itu Katanya adalah negara paling kaya di dunia. Rokoknya import dari Indonesia. Kalau mau ke toilet, mereka ke luar negeri. Orang tua merekapun berada di luar negeri. Negara yang terdiri dari 18 penduduk itupun memiliki presiden yang paling bersahaja karena menjadi satu-satunya presiden di dunia yang menghafal nama seluruh masyarakatnya.

Waktu berlalu, Negara Kesatuan The Panasdalam akhirnya bergabung bersama Indonesia dan menjadi Daerah Istimewa The Panasdalam. Sampai akhirnya, Daerah Istimewa tersebut berubah menjadi The Panasdalam Bank. The Panasdalam Bank bukanlah Bank daerah tapi band yang ingin terlihat kaya.

Surayah selaku imam besar The Panasdalam Bank, Kemudian membuat sebuah gerakan Front Pembela Islam Kristen Hindu Budha untuk menjaga ujian dari Tuhan. Menurutnya, jika ingin naik kelas di sekolah, kita harus melalui ujian terlebih dahulu. Begitu pula dengan beragama. Untuk menaikkan kualitas iman, kita harus diuji terlebih dahulu. Front pembela Islam Kristen hindu Budha ini adalah front yang bertugas untuk menjaga agar ujian dari Tuhan tetap ada supaya Iman umat beragama akan tetap diuji kemudian naik tingkat.

Bertemu dengan Surayah di Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh LPM Sinovia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mengaminkan kalimat “hujan adalah anugerah” (foto: @pidibaiq)

Bertemu dengan Surayah di Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh LPM Sinovia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mengaminkan kalimat “hujan adalah anugerah” (foto: @pidibaiq)

Selain menceritakan tentang The Panasdalam Bank dan kesehariannya yang kocak, Surayah juga menceritakan bagaimana sastra bisa menjadi kekuatan besar untuk melawan penindasan. Surayah juga membocorkan rahasia keren dibalik sosol Dilan dalam bukunya. Untuk menciptakan seorang Dilan yang tiba-tiba menjadi standart cowok SMA yang keren, ia harus banyak membaca kembali pemikiran tokoh tokoh Eksistensialis yang pemikirannya kemudian ia sulap menjadi sosok Dilan si anggota geng motor yang menawan.

Saya termasuk salah satu peserta kuliah umum yang beruntung. Duduk bersampingan dengan surayah sebelum ia naik mengisi kuliah umum membuat saya percaya bahwa pengetahuan akan membuat manusia menghargai makhluk lainnya. Ayah adalah sosok yang mengajak saya ngobrol dan foto bersama. Selain itu, ia tak segan menceritakan tentang masa lalunya yang sangat suram karena ia diseludupkan dari sorga oleh orangtuanya yang sedang bersenang-senang. Setelah sampai di bumi, ia harus lelah bersembunyi karena menjadi manusia ilegal di muka bumi. Sampai akhirnya ia berusia 18 tahun dan mendapatkan KTP yang ia tunggu-tunggu.

B4UIUJmCUAEdWhz

Saya termasuk salah satu peserta kuliah umum yang beruntung. Duduk bersampingan dengan surayah sebelum ia naik mengisi kuliah umum. (Foto: @pidibaiq)

Ngobrol bersama Surayah adalah pengganti teh yang cukup hangat di pagi yang dingin di dalam ruangan ber-AC. Ia berpesan kepadaku untuk senantiasa memberi minum semut agar rantai makanan terjaga dengan baik. Bertemu dengan Surayah di Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh LPM Sinovia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mengaminkan kalimat “hujan adalah anugerah”.[]