Tahun 2016 bagi dunia musik harus kehilangan banyak legenda dan maestronya. Namun, seolah hendak menjaga keseimbangan semesta, di bagian bumi yang lain, di Makassar, 2016 justru mencatat beberapa optimisme dan kabar baik. Mulai dari Musik Hutan yang masih konsisten memanjakan penikmat dan pelaku musik, beberapa gig kecil yang tumbuh  diadakan di Paola Studio seperti Panggung Kecil, hingga launching kompilasi Bunyi Bunyi Perhalaman dengan para penampil dan konsep ciamik. Belum termasuk band-band yang berhasil merilis album/EP di tahun ini (Dead Of Destiny, Eddington, Freezer, Akbar Mandela, Holewish) juga kabar baik dan terbaru dari beberapa band yang sibuk mondar-mandir studio rekaman dan bakal merilis albumnya pada 2017 (seperti Firstmoon, Minorbebas, Suhu Beku, Kapal Udara, Theogony).

Berangkat dari fenomena musik sepanjang 2016, Tim Musik Revius merasa perlu memberikan penghargaan kepada para pegiat musik di Makassar. Kami menganggap pemilihan ini berdasarkan apa yang kami simak di skena musik Makassar sepanjang tahun. Pemilihan nominasi ini hanya dipilih oleh lima orang dari anggota Tim Musik Revius yang berdebat dan berdiskusi selama beberapa bulan. Our Pick, Honorable Mentions, dan Other Nominations ditentukan berdasarkan pilihan terbanyak oleh lima orang tersebut dari beragam nominasi yang layak dimasukkan di kategori masing-masing. Berikut ini hasil pilihan tim musik untuk REVIUS MUSIC AWARDS 2016:

MUSISI SERBA BISA DI GENRE DAN INSTRUMEN BERBEDA

d389fc74_minorbebas-web

Acak-acak rambut dule, Kak Radit.

Our Pick:

Raditya Erlangga a.k.a Radit (Minor Bebas, Build Down To Anathema, dan Dead of Destiny)

Selain memainkan beragam alat musik di beragam band dan menyanyikan lagu pop di akun soundcloudnya, Radit adalah seorang aktivis kampus yang teruji dan pembaca buku yang cukup lahap. Hal itu mungkin yang membuatnya piawai pula bicara di atas panggung, hal yang bagi banyak pemusik lain tidak sanggup lakukan; juga cerdas merangkai barisan lirik untuk lagu-lagunya.

Serba bisa di kategori ini juga berarti bahwa Radit juga mampu mengungkapkan pesan dari beragam isu, terutama mengenai perkembangan kota, di atas panggung. Kami melihat Radit sering didaulat sebagai juru bicara di atas panggung dari balik set drumnya bersama Dead of Destiny atau Build Down to Anathema dan, tentu saja, ketika jadi vokalis dan gitaris di Minor Bebas. Salah satu yang berkesan: saat tampil di Musick Bus Fest #4 2016, dia membahas pentingnya kebersihan gorong-gorong di Kota Makassar yang dia lihat mampet. Hal semacam itu, sejauh yang kami amati, jarang dilakukan oleh frontman band-band lain.

Honorable Mentions:

Yusri Febrizal a.k.a Ical Jon (Minor Bebas, All Confidence Out, Firstmoon, dan Surgir)

wawancara-silang_minorbebasxwildhorse_revius2

Ical Jon (tengah), tatapannya sejauh jalannya di berbagai band dan genre.

Ical terbukti mampu membuat beberapa pihak luput menyadari bahwa Minorbebas, Surgir, Firstmoon, dan allconfidenceout memiliki satu personil yang sama. Kepiawaian dia memainkan instrumen berbeda (bass dan gitar) juga tidak diragukan dan dia sanggup menjelajah genre musik bervariasi (Minor Bebas: grunge, All Confidence Out: post punk, Firstmoon: rock n roll/indie rock, Surgir: post rock).

Saiful Irawan a.k.a Bangs (Fuddy Duddy & The Jokes)

saiful-mayer-revius

Because everybody needs Bangkeng.

John Mayer pernah santer disebut mirip dengan Bangs. Tidak percaya? Saksikan aksinya di sini

Other Nominations : Firman (drummer Maizura, Rizcky De Keizer, dan beberapa band lainnya), Armando Hamid (Firstmoon, Terts, Surgir), dan Nugraha Pramayudi ( Theory of Discoustic, Build Down to Anathema, Harakiri).

 

BAND YANG PALING RAJIN (tampil di panggung dan produktif dalam berbagai hal)

OurPick: Frontxside

d-1-5-e1446836585850

Keramaian skena musik Kota Makassar banyak dipengaruhi band ini.

Selain sering manggung di kotanya, Band hardcore Makassar ini, bahkan tampil di Hellprint maupun Hammersonic di tahun 2016, terhitung rajin sekali merilis beragam varian merchandise. Mereka juga merilis videoklip United As One produksi Resolusi A\V yang bagus; videonya di-repost oleh Hardcore Worldwide. Wow! Rajin, getol, kuat, niat, tekad, semangat, sehat, semua digabung menjadi FRONTXSIDE.

Honorable Mentions:

Tabasco

duatahunkatakerja_revius19

Solitary Mini Tour, membuat 2016 menjadi tahun bersejarah bagi Tabasco.

Kiprah Tabasco di panggung musik, sejak 2008, tidak perlu dipertanyakan. Dari panggung jazz hingga panggung sederhana halaman Kedai Buku Jenny; dari panggung besar hingga panggung setinggi penonton. Kami bahkan pernah melihat dalam satu hari, mereka tampil di dua titik berselisih beberapa jam. Prestasi yang cukup baik untuk band cutting-edge. Mereka menghasilkan album dan melakukan tur di ibukota.

Minor Bebas

b86rcokceam2lur

MinorBebas, wakil grunge kita.

Selain rajin tampil di berbagai gig, menurut kabar yang beredar, Minor Bebas baru saja rampung recording album penuh mereka.

Other Nominations: Titik Bias, Ruang Baca, Kapal Udara, dan Suhu Beku

 

MUSISI YANG SUKSES BERKIPRAH DI LUAR BAND

Our Pick: Ojan (personil Fifty Percent Free)

15275521_220792974997105_4251458388233289728_n

Menata rambut juga seni. Bunyi gunting juga musik. Kira-kira seperti itu. (Pic: @Ojanjroot)

Di luar band electro/trip hop-nya bernama Fiftypercentfree, tidak ada yang meragukan keterampilan Ojan dalam urusan pangkas-memangkas rambut. Indikatornya jelas, berkat kemampuan itu, dia jadi seorang selebgram. Di luar skill membuat teman-temannya tampil lebih tampan, bisa dibilang dia juga punya hoki di dunia barber-ing.  Hehehe. Pokoknya, setelah ini, kalau anak-anak Revius mau potong rambut di tempat Ojan saja. Diskon 50%.

Honorable Mentions:

Juang Manyala (guru, penata musik, penggiat di Prolog Art Building)

Juang Manyala_revius

Juang Manyala, dengan berbagai prestasi di tahun 2016, salah satunya dengan mengisi musik film peraih FFI 2016. Bisa dikatakan, perjalanan bermusiknya begitu menyala.

Musisi satu ini sukses sebagai penata musik untuk berbagai film dan teater, seperti film Athirah dan City in Theatre Project. Selain menjadi pengajar, Juang bersama Andi Burhamzah dan Andi Rizal Otto, pada 2015, mendirikan Prolog Art Building. Juang pun merupakan salah satu personel dari Melismatis yang menyatakan bubar pada 30 April 2016.

Abdul Chaliq DP a.k.a Chapunk (Pemilik sekaligus operator di studio rekaman Rucs Records)

15305868_364001877301489_7018642973084614656_n

“Kota ini butuh lebih banyak Chapunk!” – Anak Band Se-Kotamadya Makassar. (Pic: @rucs_record)

Dengan kemampuan rekayasa audio mumpuni, pula dilengkapi referensi musik yang kaya, kehadiran Chapunk adalah kabar gembira bagi siapa saja yang ingin mendokumentasikan karya bebunyian mereka di Makassar tanpa perlu khawatir hasilnya terdengar tidak layak di departemen suara.

Other Nominations: Rizal dan Kiki All Confidence Out (bisnis clothing Patch)Rere Art2tonic (sutradara film), Ian Hamzah (tyedye production).

 

MUSISI YANG TIDAK PERLU BAND PENGIRING

Our Pick: Rizcky de Keizer

bbph-05

Sendiri tapi ramai sama dengan Rizcky de Kaizer.

One Man Show! Dengan banyak talenta dan kepiawaian bermain looping,  penampilan Rizcky di panggung membuat siapa pun mudah terpukau. Dia  mampu meramu musik pop dengan aransemen asoy secara live seorang diri. Di kompilasi Bunyi-bunyi Perhalaman, Rizky memainkan mood pendengarnya dengan musik yang jauh dari definisi “pop”. Karena pop adalah pondasi dari semua kemungkinan dan keajaiban di dunia bebunyian.

Other Nominations: Fandy WD, Myxomata, dan Sese Lawing

 

PENDATANG BARU TERBAIK

Our Pick: Surgir

musik-hutan-2016_music-performers_revius8

Setelah memukau masyarakat MusikHutan 2016, Surgir menjelma seperti odo-odo. Penampilannya selalu ditunggu-tunggu.

Band baru dengan wajah lama. Tetapi, meskipun masih baru, banyak panggung yang dibikin terhenyak dengan penampilan mereka sepanjang 2016. Salah satunya: Musik Hutan. Semua personil Surgir adalah “pemain lama” yang berkumpul dari akar musik mereka masing-masing, saling gesek lalu menghasilkan bebunyian baru. Musik yang mereka mainkan adalah musik yang mengajak orang untuk bermusik. Mendengar dan menonton Surgir bisa menimbulkan niat untuk bikin band.

Honorable Mentions:

Arief S. Pramono

15535562_218705318580609_8777273523488948224_n

Dia mirip mantan. Tanpa banyak kata, sudah jauh melangkah. Halah.

Kami selalu penasaran dengan orang yang tidak pernah muncul, tau-tau pencapaiannya sudah melampaui orang lain di sekitarnya. Diam-diam menghanyutkan. Cek @ariefspramono di Instagram untuk melihat kiprah dan karya Arief.

Suhu Beku

suhu-beku_the-movie_bts_revius1

Namanya Suhu Beku, tapi semoga menghangatkan skena Musik Kota Makassar.

Suhu Beku dan para personilnya adalah wajah baru di scene musik Makassar yang patut ditunggu memberi kejutan. Apa lagi yang bakal mereka buat? Selain merilis single, Suhu Beku terlibat dalam produksi film bertajuk Suhu Beku: The Movie yang akan rilis Maret 2017.

Theogony

theogony_estreamlive_revius

Theogony, mantap mengenalkan genre mereka ke seluruh Sulawesi Selatan. Eh, coba lihat kaosnya dan kembalilah ke kategori Band yang Paling Rajin.

Karena band pendatang baru dengan gig hingga ke daerah lainnya di Sulawesi Selatan dengan bawa genre death metal / technical death metal tidaklah gampang dan Theogony ternyata mudah diterima di daerah-daerah tersebut.

Other Nominations: Makassar Rock Steady, Maizura, Clementine, dan Holewish

 

FORMAT DUO ANDALAN

Our Pick: Soleluna – Myxomata (Randy Rajavi dan Iqbal Abdi)

Soleluna-Myxomata adalah cara lain menyebut serasi, selaras, dan seimbang. (Pic: Farid Wajdi)

Telinga manusia memiliki keterbatasan. Kita tidak akan pernah tahu yang mana suara gitar Randy dan yang mana suara synthesizer Iqbal Abdi. Duo ini berhasil terdengar seperti trio. Duo dengan kemampuan audio dan visual menarik. Audio yang mampu memanjakan kuping dan visual yang sanggup membuat semua fans drama korea histeris (baca: ganteng-ganteng). Hanya berdua dan menghasilkan suara yang yahud, duo ini yang paling cocok mewarnai suasana 2016.

Honorable Mentions:

Ruang Baca (Ale dan Viny)

Belum ada yang bisa mengalahkan: pacaran dan bermain dalam satu band. Dua hal yang paling bikin penasaran: 1) Apa yang terjadi jika band ini melanjutkan ke pelaminan? dan 2) Apa yang terjadi kalau mereka putus? Setidaknya, kita mendapat inspirasi bahwa mengajak pasangan membuat music project adalah salah satu metode pacaran yang paling bagus, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kedua pustakawan Katakerja ini.

My Silver Lining (Yudha dan Sultan)

Setelah merilis Welfare EP pada 2015, duo kakak beradik ini semakin menancapkan karya mereka di berbagai panggung musik di Makassar. Kami sering mendapatkan lagu mereka diputar di berbagai radio di Makassar. Mereka bahkan telah merilis dua video klip terbaru untuk lagunya, Favorite dan Someone to Marry selama 2016. Belakangan ini kami menyimak kabar kalau Sultan, sang gitaris, juga terlibat dalam produksi musik untuk sebuah film yang bakal dirilis pada 2017. Kita tunggu kejutannya.

 

EVENT MUSIK TERKECE

Our Pick: Bunyi Bunyi Perhalaman album launching di Rumata’ Art Space

613a419141a0c4b812541726029d5af4

Penampilan Urban Eggs di Bunyi-bunyi per Halaman. (Pic: Qubicle.id)

Hal yang paling menarik dari Bunyi Bunyi Perhalaman adalah tiga panggungnya: di dalam galeri, halaman belakang, dan di Dapur Rumata’ Art Space. Belum ada acara seperti ini di Makassar menurut kami yang mau mengikuti ide-ide para musisinya dalam menghadirkan pertunjukan musik mereka. Karena event ini, seperti isi kompilasinya, melebarkan wawasan indera pendengaran kami.

Honorable Mentions:

Other Nominations: Music For Brighter Day Vol.7,Musick Bus Fest #4 dan Record Store Day 2016

 

ILUSTRASI TERMASYHUR

Our Pick: Bunyi Bunyi Perhalaman, artwork

cover-cd-bunyi-bunyi-perhalaman

Ilustrasi karya Darman Kadir ini sangat ikonik karena memberi representasi berbagai musik yang hadir dalam Bunyi Bunyi Perhalaman. Sebuah bunyi bunyi halaman belakang yang penuh warna dan berpadu dengan gramofon yang memutarkan musik kesukaan sembari ditemani secangkir teh dan obrolan hangat. Artwork-nya bagus, nuansa vintage-nya dapat.

Honorable Mentions:

Dead of Destiny – The Black, album artwork

the-black_revius2

Selaras antara artwork, warna, musik, lirik, sampai permainannya.

 

Other Nominations: Minorbebas, t-shirt artwork; Tabasco, t-shirt artwork for promo Solitary Tour; Theogony, logo artwork; dan Freezer, album artwork

 

TERIMA KASIH KARENA MASIH ADA

Our pick: The Hotdogs

b-ric-2-1

“…Coba lihat, pandang luar jendela, siapa bisa dipercaya?”

Propaganda dari atas panggung yang dilakukan sang frontman band ini masih yang terbaik di Makassar sampai saat ini. Band yang telah berusia 20 tahun ini patut disematkan lifetime achievement bila ada. Band ini terbukti konsisten mengacaukan pemahaman tentang segala yang kita percaya dan takuti. Respect!

Honorable Mentions:

Loe Joe  
Jika band ini tidak ada, mungkin kami tidak akan main musik. Tanpa studio musik mereka di Jalan Landak Baru, banyak band, keras maupun lembut, tidak akan pernah lahir.

Harakiri
Dengan usia yang tidak muda lagi, masih bisa meliar dan garang dengan genre metal. Bisa jadi salah satu panutan dan contoh nyata di skena musik metal di Makassar.

Lapangan Basket Karebosi

Karena sampai sekarang Makassar belum juga punya venue musik yang merakyat, bersahabat, dan masuk akal.

Other Nominations: The GameOver dan The Jokes

 

RILISAN TERBAIK

Our Pick: Bunyi Bunyi Perhalaman (kompilasi)

9861b0be763d5711dee7c0ecddc1c7d3

Pesannya ada pada judul lagunya Sese Lawing.

Wujud lengkap dari bunyi-bunyian musik dalam blantika musik di Makassar yang dilengkapi dengan buku berisi ulasan mengenai 10 musisi dan 10 lagu dalam kompilasi. Rilisan ternikmat apalagi yang engkau dustakan, kawan! Representasi teraktual tentang apa yang tersaji di kancah musik Makassar. Kompilasi yang mesti dimiliki rilisannya oleh para penikmat musik.

Honorable Mentions:

Other Nominations: FreezerAlbert Einstein Halo 1; EddingtonMinimalism; Akbar MandelaNegative Slope EP; HolewishDemo EP

 

TOKOH PENTING SKENA MUSIK MAKASSAR 2016

Our Pick: Zulkhair Burhan a.ka Comrade Bobhy

pulangkan-mereka_30-agustus-2016_revius18

Dari foto ini, kita bisa tahu rahasia dari totalitas Kak Bobhy: Penjiwaan!

Di dinding-dinding rumahnya terlukis beberapa mural yang jelas sekali digambar oleh anak kecil, di sekitarnya juga tergantung hasil kerajinan tangan. Di rumah sewaan yang menjual buku, CD, dan handicraft itu tiap bulan dia rutin membuat bising kompleks perumahan. Tempat ini bisa dibilang salah satu tempat paling hits di Kota Makassar. Dari orang yang paling anarki hingga paling liberal, dari sastrawan hingga sosialita, dari hipster hingga sosialis, dari paganna’-ganna’ hingga aktivis pernah singgah menikmati sajian diskusi musik atau pagelaran penampilan sederhana. Dengan panggung setinggi penonton dan peralatan seadanya banyak pelaku skena dari berbagai kota menyambangi tempat ini. Microgig ini salah satunya digagas oleh Bobhy.

Selain menjual buku, sejak 2011, dia berani mengambil risiko menjual rilisan fisik (CD dan Kaset) ketika saat itu penjualan fisik mengalami penurunan drastis. Dia dan rekanannya menggagas diskusi musik dan kota, menggabungkan wacana ‘menara gading’ para intelektual kampus dengan isu-isu musik dan keseharian. Dia mendudukkan punkers, dosen, dan aktivis satu meja untuk berdiskusi, juga memaksa anak-anak band yang awalnya hanya mengetahui memetik gitar atau menggebuk drum untuk merenungkan isu TKI, penggusuran, dan reklamasi.

Sekarang dia merintis proyek riset musik dan kota bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Bosowa; juga program “Cultural Hotspot” bersama Koalisi Seni Indonesia. Salah satu ambisinya adalah mengarsipkan runut wajah skena musik Makassar.

 

Honorable Mentions:

Oscar Loe Joe

Seorang gitaris dari band legendaris Kota Makassar yang kini aktif sebagai soundman dan operator rekaman. Dia mengelola studio musik dan rekaman yang melahirkan banyak band di Makassar.

Hardiansyah P. Siji

Rock In Celebes juga Chambers Records adalah jerih payahnya. Dengan kerja kerasnya doi dianugerahkan “The Eastern Promise” oleh majalah Rolling Stone.

Rilo Mappangaja a.ka Rilo Musick Bus

Usianya 19 tahun, namun visi dan tekadnya di bisnis vinyl dan rilisan fisik melampaui pikiran anak-anak muda sebayanya. Tokonya, Musick Bus, juga rutin menggelar event yang menelurkan banyak band potensial.

*

Catatan kecil: Prediksi nama-nama yang akan “naik” dalam skena musik Makassar sepanjang 2017: Kapal Udara, Minorbebas, Kedai Buku Jenny, Letus, Suhu Beku, Clementine, Maizura, dan micro-gig di Prolog.