Record Store Day selalu dinanti pegiat dan penikmat musik independen. Hari yang menjadi simbol perayaan dari kultur merilis musik secara independen, sekaligus ajang tegur sapa antara penikmat, insan label, dan musisi independen. Record Store Day pada tahun 2015 jatuh tepat pada tanggal 19 April dan diadakan oleh beberapa kota di Indonesia. Di Makassar juga ikut merayakan Record Store Day pada tahun 2015. Salah satunya bakal diramaikan dengan gelaran dari Musick Bus yang bekerjasama dengan Taman Indie Makassar menggelar Record Store Day pada 26 April nanti di Musick Bus Chapter Store, Jl. A. P. Pettarani.

Makassar yang setahun lalu ikut merayakan Record Store Day, salah satunya lewat rilisan album Galarasta, Man In Love oleh Milisi Records,  pada tahun ini sangat mujur karena ada empat band yang siap merilis khusus albumnya tepat pada Record Store Day Makassar. Ada yang berformat cakram padat hingga kaset pita. Berikut cuplikan album dari empat band yang dirilis khusus untuk Record Store Day Makassar.

Dunce Dance – Halusinasi

Cover DD Halusinasi (1)

Dunce Dance adalah sebuah band yang bergenre melodic punk asal kota Makassar, terbentuk pada tanggal 23 September 2009. Beranggotakan 3 orang personil yaitu, Andi Rahmat (Drum), La Rispi (Gitar), dan Sumardin Saldi (Bass). Dunce Dance kini telah merampungkan Halusinasi yang berisikan 10 lagu yang akan rilis perdana pada tanggal 26 April 2015 besok.

Pemilihan kata “Halusinasi” sebagai judul album perdana Dunce Dance sendiri, tidak terlepas dari 10 lagu yang diartikan oleh berbagai personil sebagai sebuah bentuk gumaman ataupun pengandaian yang dirasa agak absurd dan cenderung dalam alam halusinasi. Dalam segi aransemen, Album Halusinasi merupakan sebuah album yang dibungkus dengan ciri khas Melodic Punk yang kami interpretasikan sendiri.

Seluruh lagu di album ini direkam di Loe Joe Studio Recordings, dengan bantuan Andre sebagai sound engineer pada saat penggarapan album. Artwork sendiri dikerjakan oleh Reedho Al Diwani dari 120KM Lab Design. Untuk masalah rilisan dan distribusi diserahkan kepada Dunce Dance Record (DDR) yang merupakan divisi yang bertanggung jawab dalam proses penyebaran karya tersebut ke tangan para penikmat musik di berbagai kota yang akan disebarkan.

Standing Forever – This is a Note : Kept Us Goin’! Here

COVER _SF

Standing Forever yang merupakan kuartet pop punk asal Makassar, betul-betul membuat rilisan khusus Record Store Day dalam format kaset pita yang berjudul “This is a Note : Kept Us Goin’! Here”. Rilisan tersebut adalah sebuah rekam jejak perjalanan Standing Forever sejak terbentuk tahun 2008 silam yang berisi beberapa karya original yang pernah direkam secara live, di rekam di studio recording, dan lagu yang di rekam sendiri. Mereka memilih kaset pita sebagai media rilisan untuk menunjukkan nilai historis yang ingin ditunjukkan.
FLYER (1)
This is a Note : Kept Us Going! Here , dapat diartikan sebagai catatan perjalanan mereka sekaligus ingin menunjukkan bahwa karya tetaplah sebuah karya yang layak dibanggakan oleh penciptanya, karena sebuah karya tidak akan pernah mati bagaimanapun kualitas karya itu dan akan tetap membawa nama dari penciptanya sampai kapan pun.

Beranggotakan Ryan (Vocal / Guitar) – Why (Guitar), Firman (Bass), dan Petra (Drum), Standing Forever sendiri telah cukup lama vakum, yakni sejak tahun 2013 dan di tahun-tahun berikutnya hanya mengikuti beberapa gigs. Hal tersebut terjadi karena kesibukan personel dalam menyelesaikan kuliah, dalam pekerjaan, dan personel yang berada di luar kota.

 

Tabasco – Solitary
_20150419_000040
Dengan formasi anyar terdiri dari Artha Kantata (vokal/gitar), Rafi Hamka (gitar), Ilman Ayub  (bass), dan Rendy Mulandy (drum). Band beraliran britpop asal Makassar yang berdiri tahun 2009 itu, akhirnya merilis juga album pertamanya berjudul Solitary, setelah melalui proses rekaman album selama 1 tahun 3 bulan lebih menggunakan fasilitas yang disiapkan oleh Telefaster Studio.
Satu-persatu lagu dikerjakan oleh Tabasco yang menurut mereka dilakukan dengan gaya serius tapi santai, di sela jadwal manggung yang padat. Sebelumnya, Tabasco pernah merilis EP yang berisikan  After Rain, Sunday Romance, Roller Coaster dan Try pada tahun 2011 dan dirilis terbatas hanya 50 keping CD.
Album Solitary yang berisi 13 tracks yang didominasi oleh hal apa saja yang mungkin terpikirkan saat ‘menikmati kesunyian’ menurut Tabasco. Sembilan lagu  lainnya ditulis sepanjang tahun 2012 hingga 2014. Sedangkan keempat lagu dari EP pertama turut dimasukkan dalam album Solitary.

Speed Instinct – Real Eyes Realize Real Lies

REAL EYES REALIZE REAL LIES_FRONT-COVER

Album perdana milik Speed Instinct yang bertajuk Real Eyes Realize Real Lies, berisikan sepuluh lagu dengan aliran rap rock dipadukan dengan rock ‘n roll, funk, heavy metal, grunge, dan stoner rock. Album yang diedarkan dalam bentuk cakram padat tersebut akan dirilis di Record Store Day Makassar sebanyak 50 keping.

Band Makassar yang digawangi oleh Dennis (Gitar), Kevin X-Leo (Vokal), Yudha (Bass), Nirwan (Gitar), dan Aslam (Drum) bercerita tentang kehidupan sosial, politik keseharian, bahkan menentang tirani. Mereka berharap, melalui album tersebut karya-karya Speed Instinct dapat diterima oleh seluruh pendengar musik di kalangan luas. Kalian juga bisa baca ulasan albumnya di sini.

***

Selain rilisan khusus untuk Record Store Day Makassar, Beberapa rilisan band-band Makassar yang telah dirilis beberapa tahun sebelumnya juga hadir menyemarakkan perayaan Record Store Day Makassar. Berikut beberapa cuplikannya.

The GameOver – Bubar 

Cover_TGO

The GameOver yang saat ini tinggal menyisakan dua personil asli yaitu Oejiethebronx pada gitar vokal dan Ejonkheruw pada drum dan dibantu oleh Fadly (bassis dari First Class Criminal) dan Fahmi (gitaris dari Steady Go), juga ikut meramaikan perayaan Record Store Day dengan rilisan album Bubar dari tahun 2013 yang dirilis oleh John Robin Records, Chambers Records dan Demajors yang telah disebar secara nasional. Album ini bakal bisa kalian dapatkan terbatas 20 keping di Record Store Day Makassar.

Proses pembuatan Bubar yang mulai sekitar akhir tahun 2011 lalu, dengan beberapa materi yang sudah ada di tahun-tahun sebelumnya. Alasan The GameOver memberi tajuk Bubar karena mereka sempat mengalami stuck berkepanjangan dan  ingin membubarkan band. Beragam yang merespon serius dan tidak sedikit pula yg beranggapan sinis. Jadi, tajuk Bubar sengaja dipilih oleh mereka sebagai  jawaban bahwa The GameOver sebenarnya belumlah benar – benar bubar.

Ska With KlasikSehari Denganmu

SWK COVER

Ska With Klasik yang baru saja meluncurkan album perdananya dengan pesta rilisan yang meriah pada 4 April lalu, juga sepakat ikut meramaikan Record Store Day dengan menyediakan album Sehari Denganmu untuk didapatkan di Record Store Day Makassar.

Seluruh materi dalam album Sehari Denganmu diselesaikan dan dikerjakan bersama sepenuhnya oleh Ska With Klasik. Di dalam album tersebut banyak terjadi penggabungan kreasi baru terhadap genre ska yang membuat seluruh materinya menjadi lebih kaya. Diharapkan para pendengar dapat langsung mencintai musik ska walaupun belum terlalu mengenal ska itu sendiri.

Dead of DestinyKotak Berisi Dosa

DEAD OF DESTINY COVER

Dead Of Destiny, band metalcore asal Makassar itu telah merilis mini albumnya Kotak Berisi Dosa pada awal tahun 2012 lalu. Dead Of Destiny -yang sering juga disingkat DOD– beranggotakan Rico (vokal), Endi (gitar), Fadly (gitar), Didi (bass) dan Radhit (drum) tampaknya serius menanggapi semangat Record Store Day dengan ikut menyediakan kembali rilisan albumnya yang pastinya cukup langka.

Selain berpartisipasi dalam Record Store Day, Dead Of Destiny telah merampungkan sesi rekaman untuk album penuh pertama mereka bertajuk The Black pada tahun lalu. Lagu-lagu mereka yang terbaru juga telah sering dimainkan oleh Dead of Destiny seperti “The Black” dan “Di Belakang Garis Musuh”.

 

Paniki Hate LightSurvival

c7a151e372effc7901f66d89af4a65d9

Paniki Hate Light yang telah melakukan pesta peluncuran album perdananya, Survival pada 22 Maret lalu, ikut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan Record Store Day Makassar. Mereka menyediakan 50 keping Survival dalam bentuk cakram padat khusus untuk penikmat musik maupun Paniki Soldier yang bakal hadir.

Survival merangkum semua teriakan bertuah yang terkadang diimbuhi nyanyian melodius dari sang vokalis, Agil Putra yang kompak berbagi dengan Yudhi dan Jerry di departemen gitar, Dede yang mengolah bebunyian keyboard/synth, Amin yang menjaga ritme bersama Opan yang menghentak drum.

 

FrontXSide – Self Title EP

FRONTXSIDE

FRONTxSIDE yang terdiri dari Rizky  ( Drum ),  Eggi ( Bass ), Wawan Ndo ( Gitar ) dan Indhar ( Vokal ), merilis album EP-nya tahun lalu. Memuat 7 lagu dengan bernafaskan punk hardcore a la Black Flag, FRONTxSIDE berusaha menghadirkan semangat kebersamaan para hardcore brotherhood dalam tiap benang merah aransemen lagu-lagunya.

Untuk perayaan Record Store Day Makassar, Self Title EP juga tersedia besok di Record Store Day Makassar. FrontXSide juga bakal membawa beberapa merchandise mereka. Jadi untuk hardcore kid Makassar, jangan sampai terlewatkan penampilan FrontXSide di Record Store Day Makassar pada pukul 17.40 WITA.

 

EddingtonEST. 2013

eddington

Asnur Nasaruddin yang juga merupakan gitaris SirVentury, membentuk Eddington bersama Suwandi Suleman (bass), Akbar Gazali (gitar), dan Artha Kantata (drum/gitar). Eddington telah merilis EST. 2013 yang terdiri dari 4 lagu sebagai salam sapa dari Eddington kepada musik Makassar. “Finding a Day”, “Road to The Bright”, “The Lost Habitat”, dan “Glue”.

Musik Eddington yang minimalis dengan lirik-lirik gumaman yang terdengar tidak grammatical tetapi sedang berusaha menyampaikan sesuatu, “Seperti ketika seseorang berbicara dengan teman baiknya,” kata Asnur Nasaruddin. EST. 2013 ini dilempar ke publik pada awal tahun 2014 dalam bentuk keping CD handmade.

Untuk meramaikan Record Store Day Makassar, Eddington membawa tujuh keping CD EST. 2013 dan tampil memainkan “Finding a Day”, “Road to The Bright”, dan “The Lost Habitat” pada pukul 17.20 WITA.

 

GalarastaMan In Love

P

Menjamurnya musik reggae di kota Makassar tahun 2013 hingga sekarang  pun memunculkan banyak panggung-panggung musik reggae. Namun rekaman album band reggae masih minim. Kekosongan rekaman album reggae di kota ini pun diisi oleh Galarasta, segerombolan lelaki pemuja musik dari Jamaika ini yang beranggotakan Rengga (vocal), Dadang (gitar/biola), Leo (gitar), Iwan (bass), Ari (drum), Adnan (keyboard), Nano (Percussion), dan Didin (Djembe dan Back Voc).

Setelah dirilis bertepatan dengan Record Store Day Makassar 2014 lalu, Man In Love berisi 8 track dengan nafas reggae yang kental, bumbu folk, ballad sampai blues yang dimainkan selaras dan harmonis. Didukung penuh oleh Milisi Records dan Demajors, Man In Love pastinya tersedia di Record Store Day Makassar 2015.

 

Jumping IllusionsEscape and Sure-Five-All  EP

Jumping Illusions - Escape

 

Setelah sukses menghentak beberapa panggung krusial di tahun 2014, Jumping Illusions melakukannya bersamaan dengan merilis EP yang diberi nama Escape and Sure-Five-All yang berisikan 5 lagu hasil karya orisinil dari Jumping Illusions. EP terbaru mereka Escape and Sure-Five-All juga telah beredar di iTunes Store.

Jumping Illusions yang terdiri dari Galih (drum) Juni (gitar) dan Ahnaf (bass) boleh dibilang termasuk nafas baru untuk aliran alternative punk rock di kota ini. Jika penasaran dengan karyanya, silahkan beli CD mereka yang tersedia di Record Store Day Makassar 2015 nanti.

 

Bloodymary – Di Tengah Ketiadaan

1270586_420941408010343_2105751232_o

Band pop rock asal Makassar dengan formasi terkini Lish (vokal), Yudhi (gitar), Ccenk (bass) dan Aspar(drum) telah eksis sejak tahun 2006. Setelah merilis album Di Tengah Ketiadaaan, Bloodymary pun seringkali tampil di berbagai panggung musik di Makassar. Karena kesibukan masing-masing personil, Bloodymary memilih untuk beristirahat sejenak dari aktivitas band kala itu.

Kembalinya Bloodymary pada bulan Maret 2015 lalu dengan ikut berpartisipasi dalam Tribute to Radiohead yang diadakan Musick Bus, memastikan mereka juga ikut berpartisipasi dalam perayaan Record Store Day Makassar. Dengan membawa rilisan lama mereka, Di Tengah Ketiadaan dalam format kaset pita sebanyak 50 keping, Bloodymary juga berniat membagi hasil penjualan album untuk disumbangkan pada suatu kegiatan amal.

 

Melismatis – Finding Moon

cdcd33c12cca365c74abbcacd35a40f9

Septet indie post-rock ini juga tidak ketinggalan memeriahkan Record Store Day 2015 dengan rilisan album Finding Moon (2013). Untuk helatan ini, Melismatis menyiapkan 15 keping dari album “Finding Moon” untuk dijajakan. “Selamat ber”eargasm” bersama kami,” pesan mereka untuk pembeli rilisan mereka di Record Store Day Makassar.

Melismatis sendiri tengah bersiap merampungkan materi album kedua yang akan di patenkan kedalam “double album”. Album kedua ini berisi 16 lagu namun akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu “Rupa Pesona dan  Semesta” masing – masing album terisi 8 lagu. Secara garis besar, album kedua tersebut masih mempunyai benang merah yang kuat dari album sebelumnya. Di mana pada album pertama mengangkat semangat lokalitas dan kekaguman akan kampung halaman. Album kedua ini kembali mengangkat semangat  yang terukir dalam sureq I La Galigo.

***

Suasana Record Store Day tidak lengkap pastinya jika hanya merilis album serta melihat proses bertransaksi antara penjual dan pembeli rilisan fisik. Maka Musick Bus dan Taman Indie juga mengajak beberapa band Makassar selain band yang punya rilisan di atas, untuk tampil di Record Store Day Makassar 2015. Lebih lengkap bisa lihat jadwal berikut ini.

6653

Yang menarik pula di Record Store Day Makassar ini bakal ada talkshow dengan pembicara Daniel Mardhany, vokalis dari Deadsquad, Iko dari Milisi Records, Juang Manyala dari Vonis Records, Bobhy dari Kedai Buku Jenny. Mereka bakal membahas seputar rilisan fisik yang pasti seru untuk disimak.

Selain rilisan lokal, Di Record Store Day nanti tentu saja ada berbagai macam rilisan fisik dalam hingga luar negeri. Jadi jangan lupa bawa isi dompet lebih, terutama  bagi para penikmat musik sekaligus pencinta rilisan fisik. Tabik! []