” One of the marvelous things about community is that it enables us to welcome and help people in a way we couldn’t as individuals ” -Jean Vanier

Seperti yang kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan interaksi kepada manusia lainnya. Manusia pada hakikatnya selalu mengelompokkan diri bersama orang-orang yang memiliki kesamaan yang dominan terhadap dirinya. Pengelompokkan ini bisa menjadi acuan untuk membentuk sebuah komunitas. Oleh karena itu, komunitas hadir karena adanya kesamaan antar individu satu dan individu lainnya.

Di Makassar sendiri, terdapat begitu banyak variasi kategori komunitas yang terbentuk. Ada yang beraliran seni, pengembangan diri, hobi, olahraga, gerakan sosial & kemanusiaan, media sosial bahkan ada yang atas dasar kesamaan smartphone. Kaya akan komunitas, Makassar membuktikan bahwa masyarakat mudanya semakin dinamis dan senantiasa terdorong untuk melakukan inovasi baru. Inovasi ini berdampak baik bagi Kota Makassar melalui event-event komunitas yang positif. Pesta Komunitas Makassar 2014 adalah salah satunya.

SERAM: Seru dan Ramai di #RoadToPKM2014

SERAM: Seru dan Ramai di #RoadToPKM2014

Acara dimulai sejak pukul 7 malam oleh MC Nunu Asrul. Ada tiga komunitas yang mengajak pengunjung bersenang-senang malam itu. Pertama, dari Komunitas Indo Drummer Makassar. Sebanyak empat performer menampilkan aksi perkusi dengan peralatan “seadanya”. Meski hanya bermodalkan panci dan alat-alat masak, Indo Drummer Makassar membuat suguhan yang menarik seperti pertunjukan Taiko dari Jepang.

Komunitas kedua yang tampil, Malam Sureq membuat suasana menjadi kalem dengan pembacaan puisi. Empat anggota komunitas ini masing-masing membacakan sajak mereka. Namun, pengunjung tidak terlihat cukup antusias dengan sesi ini, ini nampak dari cukup banyaknya pengunjung yang memilih untuk mengobrol atau asyik dengan ponsel masing-masing. Salah seorang penampil, Bombom yang membawakan puisi milik Sapardi Djoko Damono “Pada Suatu Hari Nanti” tampaknya berhasil mengalihkan kembali perhatian penonton dengan mengajak mereka berinteraksi.

“Acaranya bagus, untuk sering bertemu dengan komunitas lain. Pra-Event ini saja sudah ramai, apalagi acara puncaknya nanti” Andi Ilmi Utami Irwan, Komunitas Makassar Berkebun

Ibe S Palogai dari Komunitas Malam Sureq Membacakan " Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi" karya Aslan Abidin

Ibe S Palogai dari Komunitas Malam Sureq Membacakan ” Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi” karya Aslan Abidin

Setelah sesi pembacaan puisi, anak-anak dari Stand Up Indo Makassar mulai beraksi. Barulah ketika satu persatu komik lokal ini mendapat giliran tampil, suasana kembali riuh. “Saya pernah diludahi waktu SD, di-bully sama orang yang lebih besar. Tapi, saya senang di Stand Up karena saya bisa ngomong di depan banyak orang dan menyampaikan aspirasi,” kata Aikecil mengenang di sela-sela jokes-nya. Secara berturut-turut 6 komika Makassar dengan penuh percaya diri menguji kemampuan mereka dalam mengocok perut hadirin dan hadirat. Ada yang sukses, ada juga yang masih perlu berlatih lagi.

Pukul 10 malam perhelatan ini ditutup secara epik oleh kolaborasi antara komik Donald yang juga merupakan beatboxer dengan Indo Drummer Makassar.

Donald sang komika-beatboxer-MC-penari candoleng-doleng feat. Indonesian Drummers Makassar

Donald (sang komika-beatboxer-MC-penari candoleng-doleng) feat. Indonesian Drummers Makassar

” Acaranya luar biasa. Dapat mengumpulkan berbagai komunitas di Makassar. Ini membuktikan bahwa banyak orang-orang kreatif, inovatif dan penuh dengan semangat positif ” Astuti Malik, Komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar

Satu catatan, pemilihan lokasi dirasa kurang memadai karena tidak dapat menampung tamu yang membludak, mengakibatkan banyak tamu yang tidak mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan menikmati jalannya acara dengan sempurna.

” Tempat tidak dapat menampung antusiasme pengunjung. Banyak tamu yang tidak bisa menahan diri untuk menyimak, jadinya ada beberapa penampilan yang sangat terganggu. Karena yang terdengar justru percakapan pengunjung ” Faisal Oddang, Komunitas Malam Sureq

Di sisi lain, membludaknya penonton merupakan satu bentuk keberhasilan panitia pelaksana dalam mempromosikan kegiatan ini. Pun menunjukkan bahwa anak muda Makassar memang “haus” akan kegiatan-kegiatan pemicu kreativitas seperti ini, syukurlah ada Pesta Komunitas Makassar 2014 yang bisa mengurangi “dahaga” tersebut.

Seperti namanya, acara ini merupakan salah satu rangkaian dari Pesta Komunitas Makassar. Bertempat di Monumen Mandala, sebanyak 51 Komunitas dari berbagai kategori telah terdaftar untuk turut ambil bagian dalam puncak acara tanggal 24–25 Mei 2014 nanti. Komunitas yang terdaftar berasal dari komunitas traveling, edukasi, lingkungan, seni dan media sosial. Kepanitiaan sendiri terdiri dari perwakilan komunitas yang telah terdaftar. Batas pendaftaran komunitas sendiri ditutup tanggal 6 Mei 2014.

Kota Makassar juga dikenal di khalayak luar dengan berita negatif seperti tawuran, maraknya geng motor, dsb. Pada kenyataannya, banyak kegiatan positif dari komunitas-komunitas kreatif yang luput dari liputan media.

” Tujuan dari Pesta Komunitas Makassar ini untuk memperkenalkan anak-anak muda Makassar tidak seperti apa yang selalu diberitakan negatif oleh media” Indah Yuniarty, Divisi Humas Pesta Komunitas Makassar.

Konsep dari acara puncak Pesta Komunitas Makassar 2014  untuk sementara ini masih dalam tahap perampungan. Namun, bocorannya akan ada booth-booth yang mewakili kategori tiap komunitas. Booth ini berfungsi untuk memperkenalkan komunitas-komunitas tersebut. Akan ada kelas edukasi yang terbagi dalam 4 kelas di hari pertama dan 2 kelas di hari kedua. Komunitas yang tampil di pra-event, band dan kolaborasi antar komunitas juga akan memeriahkan penampilan panggung di puncak acara Pesta Komunitas Makassar nantinya. Juga akan ada bincang antar komunitas yang bertujuan untuk mengenalkan komunitas-komunitas di Makassar.

Pencetus Ide Event Pesta Komunitas Makassar

Salah satu pencetus ide dari Pesta Komunitas Makassar ini adalah Ipul Gassing. Melihat Kota Bandung dan Kota Yogyakarta di mana komunitas-komunitasnya kerap melakukan kolaborasi, pria yang akrab disapa Daeng Ipul ini melihat bahwa Makassar sendiri juga memiliki banyak komunitas kreatif, tetapi masih jalan sendiri-sendiri, kolaborasi antar komunitas merupakan hal yang langka. Padahal dengan berkolaborasi–baik antar individu maupun antar komunitas–efeknya bisa jauh lebih besar.

” Semua kami awali dengan mengundang beberapa komunitas, menceritakan ide dan kemudian menyusun konsep dan perlahan-lahan komunitas lain bisa ikut bergabung ke di PKM atau Pesta Komunitas Makassar ” Ipul Gassing (@ipulgs), Salah satu inspirator Pesta Komunitas Makassar

Perancangan pesta komunitas ini tidak mudah, karena para pencetus ide menginginkan semua komunitas ikut ambil bagian dalam mempersiapkan event ini. Bukan hanya datang ke acara, tetapi juga sebagai pemilik acara. Pesta Komunitas Makassar ini awalnya direncanakan pada bulan November 2013, namun diundur untuk lebih menata simpul antar komunitas untuk event yang betul-betul matang.

Sampai jumpa di Monumen Mandala tanggal 24–25 mei nanti!