Anak muda kreatif dapat menjadi cerminan baik dari sebuah kehidupan kota. Salah satunya di Kota Makassar. Gambaran Makassar di hadapan media cenderung penuh dengan hal negatif. Hal ini pun cukup memberi motivasi besar untuk anak muda Makassar untuk membalikkan opini media tersebut.

 

Suasana saat pembukaan Ruang Kreatif (Rutif) Makassar

Suasana saat pembukaan Ruang Kreatif (Rutif) Makassar

RUTIF dapat menjadi wadah untuk menghasilkan karya dan membawa orang-orang dapat lebih mampu menghargai karya. Buku, Musik dan Film adalah nyawa untuk RUTIF. Ketiga elemen ini yang melandasi RUTIF hadir. Pencinta buku tak selalu harus bertemu dengan pencinta buku, penikmat musik tidak selamanya berkumpul dengan penikmat musik. Juga penikmat film tidak selalu bertemu dengan penikmat film. Untuk itu, RUTIF hadir untuk menyatukan ketiganya.

“Makassar itu banyak orang-orang hebat yang tak kalah dengan kota-kota Besar lainnya. Kelemahannya, kita tidak bisa menghargai karya kita sendiri. Misi RUTIF dengan mengangkat karya Makassar untuk lebih menghargai karya-karya Makassar” Panji, Pemilik RUTIF.

Pada hari 5 Juni 2014, Ruang Kreatif (RUTIF) resmi di buka. RUTIF hadir dengan membawa nuansa baru untuk tempat berkumpul anak muda Makassar. Tak hanya anak muda, orang-orang dari berbagai kalangan pun dapat menikmati ruang ini.  RUTIF ini hadir untuk menjalin hubungan sosial, bercerita dan bertemu dengan orang-orang baru.

Pembukaan RUTIF ini cukup ramai dengan anak muda yang penasaran dengan tempat kreatif ini. Pukul 19:00 WITA, acara pembukaan dimulai dengan agenda pemutaran film. Adapun 5 film yang diputarkan adalah film indie karya anak Makassar. 5 Film tersebut berjudul Ada Dosen, Pasukan Bintang dan Titip Dimana adalah film pendek karya anak KOSMIK Unhas.

Selebihnya adalah film berjudul Sepatu Baru karya Aditya Ahmad, dan Cita karya Andi Burhamzah. Agenda selanjutnya adalah penampilan akustik dari band indie Tabasco. Alunan musik akustik dari Artha, sang vokalis membuat pengunjung hanyut dalam suasana.

IMG_3723

Penampilan akustik dari Tabasco Band

Desain interior dari RUTIF ini sendiri cukup elegan. Fasilitas penunjangnya pun tak main-main. Ruangannya cukup sejuk dengan pendingin ruangan, dan diawasi CCTV. Di sudut atas ruangan terdapat speaker sound. Layar dan proyektor terdapat di bagian tengah ruangan. LED TV tergantung di bagian belakang sudut sebelah kiri.  Terdapat sofa-sofa dengan desain unik. Rak-rak buku tersusun di sebelah kiri dan kanan. Juga terdapat gitar listrik. Dan yang unik, terdapat pemutar piringan hitam di RUTIF ini.

IMG_3748

Salah seorang pengunjung menikmati bacaan bukunya.

RUTIF ini bertempat di lantai dua sebuah ruko yang berada di kawasan perumahan permata mutiara. Ruko tersebut milik pribadi, yang oleh Panji si pemilik disulap menjadi ruang kreatif. Kurang lebih sebulan, dengan sembilan kali perombakan konsep ruangan, akhirnya RUTIF siap dibuka untuk umum.

Biaya yang digunakan untuk mengubah ruangan kosong dan berdebu menjadi RUTIF ini menggunakan dana pribadi. Buku-buku yang ada juga milik pribadi sang pemilik. Mulai dari buku biografi, pendidikan, motivasi sampai komikpun ada disini. Buku-buku yang ada di RUTIF hanya boleh dibaca ditempat. Alasannya simple, agar pengunjung tidak bosan-bosannya berkunjung ke RUTIF.

“Salah satu ide cemerlang. Ide kreatif yang bisa tampung anak-anak muda yang tidak tau mau kemana” Fahmi Nur Faisal, Pengunjung.

Dikarenakan ruangan yang tak cukup luas, RUTIF hanya mampu menampung 25 pengunjung. RUTIF dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Komunitas-komunitas Makassar juga dapat menggunakan RUTIF ini. Jadwal musik dan film juga dibedakan.

Hal ini bertujuan untuk tidak terjadi saling menganggu pengunjung yang datang untuk membaca buku. Satu hal yang saya apresiasikan positif dari RUTIF ini adalah, area RUTIF bebas dari asap rokok. Hal ini mampu menciptakan suasana yang lebih tenang dan sejuk dari kebanyakan tempat nongkrong yang penuh dengan sesaknya asap rokok.

IMG_3757

Ucapan selamat dari Slank untuk pembukaan Rutif.

Semakin banyaknya ruang-ruang kreatif anak muda yang hadir di Makassar, maka akan semakin mampu membantah gambaran kota Makassar di hadapan yang mulia sang media massa.

Pemanfaatan ruang kreatif sebagai wadah berkumpulnya orang-orang dan komunitas dapat menyatukan kita sebagai anak muda untuk lebih berkembang dari segi wawasan. Go Makassar! []