Saya pertama mengetahui ada anak muda yang jualan kaset, CD, dan vinyl pakai mobil minivan dari interview suatu majalah lokal. Pikiran saya waktu itu “wah, gila ini anak”. Alasannya (1) Usianya masih 16 tahun saat Musick Bus launching (2) Dia pernah kabur dari acara keluarganya demi nonton konser Story of the Year. Belakangan satu lagi kegilaan anak ini yang saya ketahui. Dia pernah memanipulasi usianya di KTP biar bisa lolos masuk di konsernya Mew.

Rilo Mappangaja, si anak gila musik, masih berjuang mempertahankan bisnis rekaman fisik musik. Senang sekali saya bisa ngobrol langsung dengannya di samping Musick Bus yang terparkir. Sambil ditemani suara Mick Jagger dari konser Shine A Light yang diputarkan Musick Bus malam itu, saya menikmati percakapan singkat dengan si gila ini.

banner

Awalnya kan Rilo suka musik sejak SD, dan waktu itu siapa-siapa yang paling mempengaruhi Rilo buat suka sekali sama musik? 

Saya suka musik karena ada dulu idola lokalku toh. Dia anak metal juga. Dia vokalisnya Dead Squad. Daniel, namanya. Saya main facebook ji dulu, kenal-kenalan, jadi saya coba beli piringan hitamnya pertama, enak juga iya. Saya influence dari idolaku, bukan karena keluargaku. Pace-mace ku tidak main musik. Jadi, saya ji memang sendiri berani koleksi. Mumpung saya masih bisa gitu toh. Nda ada ji salahnya karena itu nanti aset ke depan.

Memangnya masa kecilnya Rilo kayak gimana?

Masa kecilku biasa ji kayak anak-anak biasa. Tapi, ya begitu mi. Saya nda terlalu suka keluar malam. Masa kecilku saya di rumah, putar kaset-kasetnya kakakku. Saya putar Nirvana, album Bleach. Itu ji dulu saya suka, terus The Best of-nya Radiohead.

Masih ingat kaset, CD, dan vinyl pertama yang Rilo punya?

Kalo kaset pertama, saya nda ji iya karena ada kakakku yang punya. Kalau CD pertama, saya punya CD The Stone Roses yang ada lagu Waterfall-nya, terus Metallica, The Black Album. Itu CD pertamaku. Kalau vinyl pertama Radiohead – The Best of.

Kalau first gig yang pertama didatangi?

First gig.. apa ya? Kan dulu anak metalka, jadi saya nonton Maximum Noise, itu gigs pertamaku.

Itu usia berapa?

12.

Nah, terus perubahan apa yang Rilo rasakan setelah berhasil menghadirkan Musick Bus di Makassar?

Gila iya.. pencapaianku saat ini semenjak ada Musick Bus, banyakmi lah orang yang merasakan bagaimana itu original fisik. Download ja juga iya dulu, itu pun masih SD ka. Saya masih punya hp Nokia, yang orang bilang download meko di 4shared, lagunya D’Masiv. Saya kan dengar-dengar begitu ji dulu. Semenjak saya dengar-dengar album, kaset, adami koleksiku beberapa, buatma Musick Bus. Di situ setidaknya pengolektor CD sangat berjasa ki untuk Musick Bus. Karena untuk memenuhi kebutuhannya, sekarang kan kita lihat toko musik sekarang kan nda adami. Musick Bus ini hanya satu-satunya.. di sini mana bisa kita dapat albumnya Sigur Ros? Di sini ada album “Takk”, ada album “Ágætis byrjun” Album-album awalnya kan gila itu. Di sini (Makassar) hingga ratusan orang mau beli. Karena memang gila iya. Di Inggris memang gila harganya.

Rilo punya minat tinggi untuk memiliki suatu barang, sebenarnya kalau ada benda kesayanganmu mau dijual di Musick Bus rela tidak? 

Sebenarnya iya sih, kalau dijual di tempatku rela ja. Tapi, kalo dijual di tempatnya orang lain, nda lah. Karena kemarin saya jual koleksiku di sini, lumayan iya. Kebanyakan yang lebih langka saya jual online koleksiku, lebih cepat lakunya.

Rilo kan orangnya anti free download, kapan kira-kira terakhir mendownload? 

Terakhir itu waktu kelas 1 SMP kali ya. Itu pun download lagu-lagu apa ya? Kadang kan cuma suka satu lagu, daripada saya beli albumnya, saya kan kemarin begitu. Sekarang jarangmi. Sudah nda pernah malah. Saya sekarang kalau saya suka, saya dengar dulu di Youtube, terus searching. Kalau download saya jarang. Tapi, kadang ada juga khilaf-khilaf ku sedikit lah.

Sekarang kan kita main bayangkan-bayangkan nah. Siapa musisi yang paling ingin Rilo datangkan ke Makassar?

Phoenix, dari Prancis. Gila itu. Kemarin saya nonton .. ituji yang mau saya datangkan ke Makassar. Phoenix sama Mew. Mew itu kan dari Denmark. Kemarin saya nonton Phoenix di Jakarta, gilaka. Dari lagu pertama sampai terkahir saya nda sadar menyanyi terus. Mew juga waktu Guinnes (Arthur’s Day) panggil ke Jakarta, sama One Republic, aih.. Itu konser yang susah sekali dilupa. Kalau kita lihat temanta meninggal susah dilupa, ini lebih susah dilupa.

Siapa musisi yang sebaiknya tidak bubar?

Saya berharap yang sebaiknya tidak bubar itu Radiohead sih. Jangan bubar, karena dia belum injak Indonesia. Kalau sudahmi injak Indonesia, sudahmi. Terserah. Thom Yorke juga sibuk sekali dengan solo karirnya, dengan band Atom For Peace-nya. Radiohead dia lupa mi. Aduh..

Kalo musisi yang sayang sekali bubar? 

Oasis.. aduh sayang sekali bubar itu. Kemarin saya diajak nonton Oasis sama temanku waktu pembukaannya F1. Saya waktu itu kurang duit dan lagi sekolahka. Beberapa bulan setelah itu, mereka bubar. Jadi, nyesal seumur hidup memang. Asli.

Band indie Makassar yang semua orang harus tahu lagunya?

Saya dengar band indie Tabasco. Bandnya bagus, terus sosok vokalisnya punya attitude yang konsisten ki dengan musiknya. Suka ka, jadi wajib ini. Saya dengar juga Tabasco mau rilis album. Jadi, saya dukung sekali. Itu untuk di Makassar. Kalau untuk lokal di luar Makassar, Efek Rumah Kaca. Sayang sekali kemarin ada Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi kan mirip-mirip ji. Kemarin saya nonton Pandai Besi di Bandung, eh ternyata nda ada Cholil-nya. Dia lagi di Amerika, jadi aduh.. kurang nyentrik-ki. Karena backing vocal-nya perempuannya yang bawa jadi nda asyik. Saya kemarin dapat vinyl-nya Pandai Besi, itu limited sekali. Saya juga dapat tanda-tangan sama personilnya, gila itu. Terus saya juga pernah antri pas White Shoes and The Couples Company rilis vinyl album Nyanyikan Lagu Daerah. Pas antri meka ini, banyak orang balik, ternyata habiski. Laku-ki. Sampai besoknya ada temanku mau jual Rp 700.000,00 dari harga asli Rp 250.000,00.

Best gig yang pernah dinonton?

Guinnes Arthur’s Day. Bukan yang di sini, yang di Jakarta. Yang ada Mew, One Republic. Harga tiket yang 600an, 3 band dengan kualitasnya tinggi, itukan nda rugi sekali. Konsep konsernya juga gila. Mew, pas lagu terakhir yang “Comforting Sounds”, dia keluarkan apa ya untuk perpisahannya, jadi yakinka orang yang nonton Mew kemarin gila.

10517994_1439002426364787_1397252288_n

Soal Musick Bus, bagaimana reaksi teman sama orang tua waktu pertama tahu “saya mau bikin Musick Bus”?

Reaksinya orang tua begini iya “Yakinko bisa buat? Yakinko bisa lanjuti ini?” Yakinka karena sesuai hobiku ji. Dan teman dekatku juga.. kan kemarin cerita-cerita sama temanku, tapi belumpi ada Musick Bus ini ceritanya… Saya mau buat toko musik ini dan dia ketawa-ketawa ji. “Edede.. mana bisa.” Saya undang dia pas launchingnya Musick Bus, dia datang. Kalau mau dia sujud, sujudki di depanku. Bukanji sombongnya ini, yang saya buktikan ini kalau kemarin itu kita bicara ko kata-kataika. Jadi kubilang “belanja ko pade” Saya kemarin launching di depannya Circle K, kebetulan dia juga lagi suka-sukanya sama musik, walaupun juga sebatas download ji toh, tapi setidaknya ada temanmu bantuko, kebetulan dia lagi suka Muse dan saya lagi ready tiga albumnya Muse, nda ada salahnya diborong.

Kenapa mesti bus? Keuntungannya dibanding bangunan?

Sejujurnya kalau format bangunan itu, standar ji iya. Orang lihat “Ah, palingan toko musik ji itu”. Jadi, setelah saya pelajari ini, orang yang belanja di Musick Bus ini bukan gara-gara persoalan kualitas musiknya, tapi penasaran ji apa itu Musick Bus. Jadi, pas dia masuk, dia nda enak keluar tanpa belanja. Otomatis kalau masukki dia, masukki juga pegawaiku. Jadi itu ji iya, marketing-marketing kecilku. “Oh, nda enakka kalo nda belanja.” Setidaknya kan lewat Musick Bus, orang bisa belanja lewat mobil. Ada pejabat-pejabat begitu yang jarang mau turun belanja. Dia naik mobil, terus dia cuma minta Led Zeppelin album box set sama Beatles box set. Enaknya Musick Bus karena bisa drive-thru giteh.

Terus bagaimana rencana soal Musick Bus versi bangunan?

Insya Allah dekat-dekat September atau Oktober jadi. Konsepnya apa ya? Jual baju sama vinyl, kalau CD tetap di sini. Saya bergabung dengan kakakku, karena kakakku punya brand. Mauka kasih maju kakakku, karena yang kasih maju Musick Bus juga kakakku. Rencananya di Jl. A.P. Pettarani.

Sebenarnya apa yang membuat Rilo nekat membuat Musick Bus karena katanya anak Makassar kurang apresiasi sama koleksi musik?

Nekatka karena ini hobiku, jadi saya tidak takutji rugi. Saya kemarin lihat-lihat founder-foundernya toko musik di Inggris dan Amerika itu apa di? Enjoy ji dengan apa yang dia kerja. Saya berharap saya begitu ji juga. Jadi, saya nekat begitu karena ini hobiku. Kalo nda ada laku dalam seminggu itu, nda ji. Nda ada masalah. Yang penting saya lihat CD, vinyl, tertata rapi dan Alhamdulillah saya berpikir kayak gitu kemarin. Terus, toko musik di Indonesia sekarang kan menurunmi. Jadi, kemarin saya drop sedikit karena lihat toko musik Aquarius yang di Jakarta daerah Blok M, tutup. Saya dengar cerita dari Wendi (Rolling Stone), dia bilang sampai ada orang kemarin H min berapa itu mau tutup, ada customer setianya bawa nasi Padang, sekitar 30 dos untuk karyawannya karena bosnya memang sudah tidak bisami apa-apa. Sedih sekali memang kalau kita dengar toh? Gila ini gara-gara 4shared. Saya juga jujur benci sekali dengan yang namanya iTunes. Banyak bilang penjualan karya terbaik itu untuk band-band adalah iTunes. Cocokmi iya, tapi imbasnya kita lah. Saya pernah ke beberapa toko musik di Eropa, ada stikernya bilang “Fuck iTunes”. Banyak begitu. Jujur saya pelajari, kenapa di? Kan itu band rata-rata cuma mau rilis di iTunes. Kita kena imbasnya. Saya pernah dapat orang belanja baju band, dia bilang “Keren ini di’ albumnya?”, “Iye, beli meki”, “Eh, nda deh. Sudahma download di iTunes.” Moka marah, tapi.. masa mau marah? Oh iyo pade. Jadi itumi dampak iTunes untuk toko musik. Jadi itu juga 4shared bede katanya dia bisa dapat 4 miliar per hari gara-gara download-download begitu ji. Gila memang.

HMV, Virgin Record, itu rata-rata tutupmi di luar negeri. Sampai ada 3000an pekerjanya nganggur gara-gara begitumi. Dia nda bisa tampung,. Jadi, survei di Inggris bilang toko musik yang lagi naik sekarang adalah toko musik indie. Toko musik indie kayak misalnya kayak gini (Musick Bus). Disc Tarra kan toko musiknya apa di? Dia harus kejar setoran begitu-begitu iya. Kalo indie kan memang passion iya. Di Jakarta lagi demen-demnnya toko-toko musik indie. Kemarin saya jalan-jalan ke Bandung, kan kemarin tour, ini antusiasnya wuih.. salutka. Salut sekalika. Kalo ini Musick Bus begitu-begituji pendapatannya di Makassar, di Jakarta pendapatanku dalam satu hari itu sama dengan pendapatanku tiga bulan di sini.

Ini kan sudah jalan dua tahun ya, dan masih berlangsung sampai sekarang, perasaan Rilo gimana

Senangka iya, karena kemarin lihat-lihat usahanya kakakku, dia buat butik, kan dari orang dekatku dulu, dia itu nda sampai beberapa bulan tutup. Maceku salutji sama saya “kenapa ko bisa begini di?” padahal kalo diliat keuntunganmu berapa tonji. Kenapa bisa lanjut dua tahun. Nda ji, bu, ini karena passionku ji. Saya harus mati-matian mengeluarkan lumayan dana untuk Musick Bus. Kenapa itu Musick Bus sudah dua tahun, itu karena passion ji. Kadang orang bekerja, contohnya orang bekerja dimana… dia bekerja PNS, tapi passionnya dia ada di industri kreatif kan. Itu pasti nda tahan lama yakinka. Jadi begitumi sekarang kita kreativitasta’ mi saja. Aktivitas marketing dan yang lain harus jalan, apalagi ini musik, nda bakalan mati ini. Kan bukan makanan, nda basi. Jadi, itu pasti dicari, yakinka. Customerku kalo tutup Musick Bus itu pasti dia cari sekali. Ini kan tutup Minggu. Dia cari sekali. Nda bisami diajak main-main ini. Penikmatnya sekarang gokilmi. Walaupun beberapa ji nda kayak penikmat distro.

Bisnis ini menguntungkan secara finansial?

Secara finansial iya juga sih. Pokoknya untunglah di segala hal lah kalau saya. Lahir batin juga.

Menurut Rilo, minat anak muda Makassar buat mengoleksi meningkat gara-gara ini?

Iya, betul. Kemarin kayak teman-teman Taman Indie, dia lagi demen-demennya lagu lokal, walaupun dia beli lokal nda adaji masalah, jadi saya kumpulkan apa yang dia mau. Kayak album ini, beliko nah. Itu mo saja. Yang penting ko senang saya juga senang. Yang penting kita dukung industri musik. Saya paling malas orang yang sok-sok keren bawa mobil, keren style-nya, tapi kalau mau dengar musik lewat USB-ji. Aih..

Bagaimana Rilo melihat industri ini bertahan di Makassar?

Melihat industri ini ke depannya. Survive.. bisa juga iya. Bagaimana bisa industri ini bertahan di Makassar, ituji. Kembali lagi ke passion iya. Yang penting semangatmu ada, yakinka pasti jalan terus. Ini harus bertahan, sampai anak cucuku lihat ini Musick Bus. Saya terinspirasi dari motivator di Jakarta, Bob Sadino. Dia itu dulu jual sayuran di gerobak. Akhirnya dia punya supermarket besar. Kan itu gila. Jadi, saya juga dari bus ji dulu, nanti saya jual dari pesawat jet. Ha ha. Jadi, itu harus berkembang ini. Jalan satu-satunya bagaimana dia bisa berkembang dari masyarakat kembali iya. Harus terima ini Musick Bus, karena ini wadah. Band lokal Makassar sekarang dimana pemasukannya kira-kira. Ini toko music yang satu-satunya menerima musik universal ini. Kalau kasih masuk di Disc Tarra kan persyaratannya banyak sekali. Belajar sedikit dari Disc Tarra, kalau kurang lagi pendukungnya, aih, ambruk. Kalau ambruk mi Disc Tarra di situ artinya kita lihat kekalahannya industri music di Makassar dari segi rekaman fisik. Kan sekarang anak muda di Jakarta, teman-teman online ku, dia sekarang lagi bikin toko vinyl di Jakarta. Dia buat di pasar. Jadi itu bawahnya jual sayur, atasnya jual vinyl. Jadi vintage ki gitu. Kecil iya, tapi vinyl-nya itu dari Jepang semua. Saya rencanaku ada semangat begitu di Makassar. Anak-anak yang bisa nikmati music, bukan saja Musick Bus, kita bisa sharing.

Seandainya Musick Bus tutup?

Apa yang saya lakukan kalau seandainya Musick Bus tutup? Apa ya.. itu mungkin suatu pembelajaran lah buat saya. Palingan saya jualan online. Karena saya seriusi ini Musick Bus. Dulu kan masih fifty fifty tentang bagaimana nasibnya ini. Saya sudah tanyami kakakku, mama’ku, dan didukung. Wah, gila ini. Hobiku didukung. Kapan lagi.

Last, kasih rekomendasi music buat revi.us

Harus dengar albumnya Deafheaven. Dia alirannya itu antara shoegaze gabung dengan black metal. Gila itu. Jarang orang dengar musiknya. Saya lagi deman-demannya dengan itu.