Ilustrasi: Herman Pawellangi ( @chimankorus )

Menggeluti dunia desain grafis memang tidak mudah. Tidak banyak orang yang diberikan kemampuan menggunakan jemari dengan piawai untuk membuat karya yang indah. Namun tak hanya skill yang bersifat teknis, kemampuan menganalisa hal untuk dituangkan ke dalam karya juga tidak kalah pentingnya.

Aisyah Azalya, salah seorang illustrator muda yang sedang menjajaki karir dan kemampuannya di bidang menggambar, atau biasa disebut doodling. Keilmuan perkuliahannya yang “menyimpang” dari pekerjaan sebagai seorang illustrator membuatnya menarik. Ilustrasi-ilustrasinya dalam menggambarkan tulisan di Revius kerap mendapat pujian. Dan baru-baru ini, karakter yang ia gambar berhasil lolos menjadi stiker di LINE. Ia membuktikan bahwa berkarya dapat dilakukan di media apa saja. Berikut, wawancara saya dengan Aisyah Azalya.

Bisa kamu perkenalkan siapa sebenarnya Aisyah Azalya kepada pembaca Revius?

Okay, saya Aisyah Azalya. sekarang sebetulnya nyambi antara web programmer di bidang using interface dan user experience dan seorang illustrator. Itu aja deh.

Sebelum melangkah ke pertanyaan selanjutnya, saya ingin bertanya apa sih sebenarnya makna passion menurut Ai?

Passion itu sebetulnya menurut saya adalah suatu hal yang kalau misalnya dipikirkan atau dibayangkan dapat membuat kita lebih bersemangat. Misalnya ada hal yang kita impikan untuk diwujudkan, itu menurut saya adalah sebuah passion.

Dan apa hal yang menjadi passion Ai sekarang ini?

Sebetulnya saya sebagai web developer dan menjadi seorang illustrator agak menyimpang. Tapi kan sesungguhnya menjadi seorang programmer itu tetap ada hubungannya dengan desain. Menjadi seorang desainer dan illustrator itu adalah hal yang menyenangkan. Jadi passion saya saat ini ada hubungannya dengan desain tapi lebih bersemangat untuk bisa membuat sesuatu yang orang bisa mengenal saya.

Sejak kapan mulai menyukai dunia gambar-menggambar ini?

Sebetulnya sudah lama. Suka menggambar dari SD. Dengan menggambar, saya bisa menjadi rileks dalam berpikir. Mulai mendalami dunia menggambar sejak dua tahun lalu. Di situ saya mulai membeli alat menggambar dan saya rasa ‘ooh ini sesuatu yang bisa saya lakukan dengan senang hati saat stress tentang dunia programming’. Menggambar adalah wadah saya untuk relaksasi.

Karya Ai yang dapat dinikmati di Akun Isntagramnya : @Syhzly

Karya Ai yang dapat dinikmati di Akun Isntagramnya : @Syhzly

Dari begitu banyak jenis dan cara menggambar, kenapa Ai lebih tertarik dengan doodling?

Saya sebetulnya tertarik untuk membuat sesuatu yang original. Kalau misalnya membuat vector, saya lebih senang membuat sendiri daripada mencari source dari orang lain. Oleh karena itu saya lebih mendevelop diri saya di doodling. Mencari cara menggambar yang menunjukkan diri saya daripada harus mengambil dari orang lain.

Adakah tokoh yang menginspirasi Ai dalam berkarya?

Ehm, sebenarnya saya tidak terlalu banyak tahu tentang pelukis-pelukis. Tapi akhir-akhir ini saya sangat tertarik untuk me-develop my own illustration style. Saya nonton youtube dan mendapat illustrator bernama Frank, beliau adalah seorang desainer grafis yang berubah haluan menjadi illustrator. Saya mendapatkan sedikit kesamaan dengan dia.

Sebesar apa pengaruh Frank ini mempengaruhi karya Ai?

Frank pernah berkata bahwa kalau ia menyukai ilustrasi yang mengalir. Ia membuat ilustrasinya tanpa tulang. Kesederhanaan gambar membuat saya berpikir, you don’t have to be expert in anatomy or something like that to be knowned as illustrator. Jadi, mereka yang saya idolakan mencoba menggambar sesuai dengan pandangan mereka terhadap dunia. Di situ menunjukkan bahwa kita tidak harus mengikuti alur, kita bisa keluar alur. Itu membuat saya yang tadinya menggambar kaku, tiba-tiba kita bisa menggambar sesuatu yang lebih mengalir tapi tetap mengikuti alur cerita yang dapat dimengerti. Di situ saya mulai mencoba menyederhanakan gambar saya dan tidak terlalu rumit.

Jika ilustrasi Ai dihubungkan dengan tulisan, bagaimana cara Ai membuat ilustrasi yang menceritakan tentang tulisan itu?

Bagaimana yah cara menghubungkan ilustrasi dengan tulisan. Sebenarnya untuk saya itu kadang-kadang butuh waktu yang lama karena saya senang mengambar sesuatu hal yang tidak menggambarkan tulisan. Tapi karena deadline, ya saya harus menggambar sesuatu yang saya dapat dari tulisan itu.

Kapan Ai sadar bahwa hobi menggambar ini dapat menjadi profesi?

Sebetulnya saat awal-awal menggambar, dua atau tiga tahun lalu, saya tidak pernah menyangka gambar saya disukai dan dapat diterima oleh orang. Dan saya juga berterimakasih kepada Revius diberi kesempatan untuk menggambar ilustrasi dari tulisan teman saya. di situ saya kurang pede karena saya menganggap menggambar sebagai sampingan dari seorang programmer. But we need to push our self.

Setelah mengetahui gambar-gambar Ai dapat dijadikan profesi, apa yang Ai lakukan? Membeli alat menggambar yang lebih canggih kah?

Saya sedikit beralih ke watercolour. Sempat lihat ilustrasi menggunakan watercolour. Yang awalnya saya kira sangat kekanak-kanankan. Ternyata bisa menjadi medium yang sangat bagus. Akhirnnya uang yang saya dapat dari menggambar saya pakai untuk membuat alat lukis, cat air, dan sebagainya. Peralihan dari cara menggambar saya yang digital ke watercolour itu sangat menarik untuk saya.

Sebagai seseorang yang berasal dari ilmu informatika, apa yang membuat Ai lebih memilih menjadi illustrator dibandingkan web developer?

Hahaha gimana ya.. saya senang dengan informatika, namun saya lebih senang mendalaminya dan dihubungkan dengan desain. Saya senang jika mendapat job sebagai web developer, tapi saya lebih senang mendalami tentang bagaimana membangun brand terhadap produk.

Bagaimana penghasilan Ai menjadi seorang illustrator?

Cukup untuk makan sehari-hari.. hahahaha..

Bagaimana penglihatan Ai tentang perkembangan illustrator di Makassar?

Ilustrasi di Makassar ini cukup luas dan lebih banyak laki-laki yang masuk di dunia ilustrasi. Dan bersifat “metal”, yang dark-dark gitu. Dan lebih senang jika mendapat illustrator wanita. Makassar sebenarnya butuh sentuhan-sentuhan wanita untuk ilustrator.

Apa yang menjadi ciri khas dari karya-karya Ai?

Sederhana. Saya senang menggambar yang sederhana tapi menunjukkan maksudnya.

Apa karya-karya kak Ai yang paling membanggakan?

Tentunya ilustrasi-ilustrasi di Revius dan yang saya sendiri kaget, stiker LINE yang telah terpublish di LINE Store.

Kalau boleh tahu apa nama karakternya dan bagaimana cerita di balik karakter dari stiker LINE itu?

sena

Stiker LINE saya bernama Sena’s Daily Life. Sebetulnya tidak ada cerita spesifik dari karakter stiker LINE ini. Saya suka membaca komik. Dari beberapa komik jepang yang saya baca, ada pemeran utamanya bernama Sena. Dan daripada bingung mencari nama, kenapa tidak saya menggunakan nama itu.

Bisa ceritakan sedikit tentang Sena ini?

Jadi gambarnya ini tentang perempuan dengan emosi sehari-harinya. Emosi dari Sena ini sendiri berasal dari kehidupan saya sehari-hari. Ekspresi saya, cara saya mengekspresikan sesuatu.

Ritual apa saja yang Ai lakukan jika sedang menggali inspirasi untuk berkarya?

Mungkin saya sering browsing melihat karya-karya orang lain. Dan saya catat apa saja yang saya butuh. Ide biasanya muncul saat nonton film-film animasi.

Selama ini pernah merasa jenuh dengan pekerjaan sebagai seorang illustrator?

Saya pernah jenuh sekali. Waktu itu saya menggambar digital dengan pen tablet dan membuat saya jenuh dan mandek. Akhirnya hasilnya kurang maksimal. Saya mengatasinya dengan menggambar tradisional dengan watercolour.

Bagaimana tanggapan Ai melihat masa depan seorang illustrator?

Menurut saya itu sangat mendebarkan dan takut apakah pekerjaan ini dapat menghidupi saya nantinya. Jalan menuju ke sana itu panjang bagaimana bisa dikenal oleh orang lain. Kadang-kadang saya merasa takut sendiri.

Berhadapan dengan orang yang ingin desain gratis pasti pernah, bagaimana cara Ai meyakinkan orang lain bahwa setiap karya harus dihargai?

Hahaha iya pernah. Bagiamana ya.. untungnya untuk orang-orang tersebut saya selalu bilang “kalian memberi harga atas apa yang saya buta”. If its bad, don’t pay it. Makanya kita bagusnya punya portofolio online untuk bisa dilihat orang. Kita butuh term of condition.

Dan saya pernah membuatkan sebuah instansi sebuah animasi dan mereka tidak menyepakati janji. Padalah kita sudah rugi waktu dan ide. Dengan memberi harga kita membuat sebuah perjanjian bahwa I gonna make it work and you gonna pay me.

Salah satu project e-invitation oleh Aisyah Azalya

Salah satu project e-invitation oleh Aisyah Azalya

Ibarat sebuah musik yang memiliki genre, kalau ilustrasi Ai diwakilkan dengan genre musik, musik apakah itu?

Ilustrasi saya mungkin lebih ke lagu-lagu yang menentramkan hati. Saya berharap ilustrasi saya dapat membuat orang merasa tentram.

Lima tahun mendatang, akan jadi seperti apa Ai ini? Adakah proyek impian yang ingin dilakukan mendatang?

Saya menjadi freelancer illustrator yang sukses. Bisa tidur-tiduran dan mengerjakan sesuatu. Freelancer yang bukan free. Saya ingin mengilustrasi di sebuah majalah atau cover album.

Ada pesan buat Revius?

Semoga Revius semakin luas pembacanya. Semakin kritis, sedikit sinis, dan semakin lucu.

N.B.: Hari ini Aisyah Azalya bertambah usia yang ke-23. Selamat dan sukses selalu!