Sumber Foto: Theogony ( @theogony_dm )

Andi Wirandha (vokal), Amal Blast (bass), Gilang (drum), dan Asrul (gitar), empat pemuda tampan dan berbahaya yang tergabung dalam Theogony, sebuah band technical deathmetal asal Makassar baru saja merilis video klip atau yang lebih tepatnya footage pertama yang berjudul Non Observance di akun resmi YouTube mereka. Footage yang dirilis 31 Mei 2016 ini sudah ditonton sebanyak 188 kali ini mempunyai cerita yang unik di balik pembuatannya.

Menurut pengakuan Wira dan Gilang yang saya temui saat E-stream Live pada 1 Juni 2016 lalu, pembuatan footage mereka dibuat saat dalam proses rekaman lagu mereka yang berjudul Non Observance. Dari berbagai dokumentasi yang diambil, mereka kumpulkan lalu dibuatlah footage yang juga berjudul Non Observance.

Lagu Non Observance ini mengisahkan 40 hari menuju kiamat dan menghitung hari sebelum ajal menjemput, di mana banyak manusia sudah tidak taat beribadah, sudah tidak mengikuti perintah-Nya, dan makin menjauhkan diri dari Tuhan. Saya sedikit terkejut, di mana Wira mengakui bahwa dirinya juga kurang taat dalam beribadah. Jadi, dalam lagu ini Wira menyelipkan motivasi untuk dirinya dan semua orang yang kurang taat dalam beribadah untuk lebih taat lagi dan makin mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Dalam proses merekam empat lagu termasuk Non Observance yang dilakukan pukul 1 subuh hingga 8 pagi sempat mengalami kendala. Sesuai dengan pengakuan Gilang, pada saat proses take drum sebanyak empat lagu, setelah selesai take, ternyata ada beberapa bagian yang mengalami kesalahan sehingga proses take harus diulang dan tentu saja sangat melelahkan dan menguras tenaga.

Dari ki-ka: Amal Blast (bass), Andi Wirandha (vokal), Gilang (drum), dan Asrul (gitar) ketika tampil di Estream Live, 1 Juni 2016.

Dari ki-ka: Amal Blast (bass), Andi Wirandha (vokal), Gilang (drum), dan Asrul (gitar) sebelum tampil di E-stream Live pada 1 Juni 2016. (Foto: Brandon Hilton)

Ada yang sedikit menggelitik saat saya menanyakan kesan tentang Non Observance. Wira yang juga menjadi penggebuk drum di band metalcore/groove, Avara Volturi, mengatakan bahwa dirinya mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian vokal. Ia bingung dikarenakan permainan gitar yang agresif dengan melodinya, sehingga ia juga susah mencerna lagu dengan baik. Amal Blast mengaku bahwa ia baru menjajal instrumen gitar bass dan baru memainkan genre technical deathmetal yang rumit. Sebelum memainkan technical deathmetal di Theogony, ia dan Gilang sempat menjadi additional player di band metalcore, Night Fury. Hampir senada dengan Amal Blast, Gilang masih kurang mengerti dengan Non Observance. Akan tetapi, Gilang ingin membuat sesuatu yang berbeda dari segi musikalitas Theogony, khususnya pada drum. Sedangkan Asrul yang banyak mengambil andil dalam pembuatan lagu, video klip dan penulisan lagu Non Observance saat ditanyakan kesannya tentang Non Observance, ia hanya mengatakan, “Saya gagah, keren, manis, dan tampan.”

Saat ditanyakan tentang full album, seakan satu suara, Theogony sementara menggarap materinya yang terdiri dari delapan sampai sepuluh lagu. Album ini rencananya akan dirilis tahun depan. Gilang juga menaruh ekspektasi di dalam video clip Non Observance yang baru saja rilis, yaitu agar musik yang dibuat Theogony dapat diterima dengan baik di telinga penikmat musik, khususnya penikmat dan penggila musik cadas.

Simak video klip Non Observance dari Theogony dalam video berikut.


Baca tulisan lainnya

Mengarungi Kegelapan yang Bernyawa

Meneruskan Konsistensi di Jalur Musik Metal

Selebrasi Monumental dan Sentimentil di Penghujung April

Menerawang Lebih Dalam, Menuju Sisi Gelap Manusia

Kumpul di Timur: Lebih dari Sekedar Berkumpul