Ilustrasi: Aisyah Azalya (@syhzly)

Love is hard to find, hard to keep, and hard to to forget, kata Alysha Speer. Dalam siklus sebuah cerita cinta biasanya terdapat beberapa tahap. Dimulai dari menemukan, menjaga cinta tersebut, serta mengakhirinya. Setiap tahap memiliki rasanya masing-masing. Namun dari semuanya yang paling dihindari adalah tahap mengakhiri dan melupakan.

Semua orang pasti patah hati, tapi tidak semua orang putus cinta. Pernahkah kamu putus cinta? Mengakhiri sebuah hubungan yang kau idamkan bertahan hingga ringkih? Atau mengakhiri komitmen yang kamu bangun dengan lelah?

Terkhusus untuk wanita, dalam kasus patah hati biasanya melalui beberapa tahap. Tahap ini dijelaskan oleh Elisabeth Kubler-Rose dalam buku tesisnnya “5 Tahapan Kesedihan”. Saking populernya kasus patah hati bahkan sampai dibahas dalam sebuah tesis.

#Tahap 1 : Denial (penyanggahan)

Dalam tahapan penyanggahan, biasa kita akan selalu berpikir bahwa hubungan kita belum berakhir. Dalam diri kita biasanya masih menyimpan kepercayaan diri kalau hubungan kita masih bisa dilanjutkan ataupun si dia masih memiliki perasaan tapi butuh waktu untuk sendiri. Kita masih berpikir segalanya akan baik baik saja.

#Tahap 2 : Anger (kemarahan)

Tahapan ini merupakan tahapan dimana kita menjadi manusia yang super sensitif. Kita akhirnya menyadari bahwa hubungan kita benar benar berakhir. Kita akan merasa seperti tersadar bahwa ini bukan hanya sekedar mimpi buruk. Dengan kemarahan yang kita punya kita jadi mencari cari alasan untuk menyalahkan hal hal yang salah.

#Tahap 3 : Bargaining (tawar menawar)

Tahapan ini merupakan tahap menyedihkan yang biasanya kita akan menelanjangi harga diri sendiri. Walauapun menyadari bahwa hubungan kita benar benar sudah berada di garis akhir, kita masih akan berusaha meminta minta dan berjanji akan melakukan apa saja. Kita masih tidak bisa menerima kesakitan yang kita dapatkan.

#Tahap 4 : Depression (depresi)

Tahap ini merupakan efek dari kegagalan tahapan tawar menawar.  Karena kegagalan yang didapatkan, semua kegiatan kita menjadi berantakan. Produktifitas kita akan meluncur turun seperti air terjun. Nafsu makan akan hilang dan tidur menjadi susah. Bila tidak mampu dikontrol kita akan nampak seperti zombi.

#Tahap 5 : Acceptance (penerimaan)

Tahap ini merupakan tahap yang tidak bisa kita prediksi pencapainnya. Kita akhirnya sadar kalau life must go on dan dunia nggak berakhir cuma karena kita putus cinta. Pada tahapan ini biasanya kita akan mencoba menjadi orang yang lebih baik, entah dari segi fisik ataupun nonfisik.

Lima tahapan di atas merupakan tahapan yang pasti dilalui seseorang yang mengalami patah hati akibat putus cinta. Hanya saja pembawaan setiap orang tidak akan sama, ada yang lebih dewasa menerima kenyataan, ada yang memiliki trauma besar hingga membutuhkan waktu yang lebih lama, ada yang bisa memaafkan dan ada yang tidak.

Mungkin kita akan berpikir menjadi orang palin menderita saat putus cinta, namun jangan dibiarkan berlama lama. Berat rasanya memang, tapi tariklah napas sejenak memandang sekitar. Betapa banyak karunia yang di hadiahkan untuk kita untuk kita sia siakan terlalu lama. Kita juga perlu meyakini bahwa orang lain juga patah hati, bukan hanya kita sendiri.

Mengecap sakitnya putus cinta yang kita butuhkan adalah mengalihkan fokus. Kita bisa memanfaatkannya untuk menjadi lebih produktif malahan. Kita bisa menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri mengerjakan kerjaan kita ataupun mencoba sesuatu yang baru untuk menghibur diri kita. Ada beberapa hal hal sederhana yang perlu kita lakukan dan hindari.

Do : Menonton Film Seri

Dont : Mendengarkan Lagu galau

Menonton film seri akan membutuhkan waktu dan fokus yang banyak. Hal ini akan sangat membantu untuk mengalihkan perhatian dari kesakitan serta kegalauan yang tengah dikecap. namun perlu dihindari mendengarkan lagu yang memiliki kisah yang sama dengan kisah kita karena akan cenderung membuat kita lebih meratapi sakit yang kita punya

Do : Bermain hujan

Dont : Mendengarkan hujan

Sekarang merupakan musim hujan, disaat hujan turun perlu dihindari mendengarkan hujan terlalu lama. Percaya atau tidak suara gemuruh hujan jatuh mampu membuat kegalaun kita melonjak dari angka normalnya dikarenakan melodinya yang biasanya membuat kita terdiam sehingga memikirkan sakit hati kita lagi.

Do Keluar rumah

Dont : Menetap di kamar

Jangan biarkan dirimu sendirian terlalu lama, carilah teman cerita ataupu kegiatan yang membutuhkan waktu. Selesaikan tanggung jawab yang terabaikan, berfokuslah kepada yang seharusnya kamu selesaikan

Banyak sekali hal hal produktif yang mampu dijadikan sebagai pelampiasan sakit hati. Jangan melampiaskannya ke arah negatif seperti minum minuman keras yang akan merusak dan membuat kita menyesal nantinya. Setiap patah hati memiliki hikmah salah satunya mengajarkan kita lebih bijaksana dan bersabar. Hanya saran saja, bersyukur merupakan hal yang paling penting saat patah hati. Bersyukur membuat kita bisa terus bergerak maju.

Enjoy your broken heart!