Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Menjelang hari raya Idul Fitri di era teknologi terkini, kamu pasti bakal mendapat ucapan selamat Lebaran dari teman-teman, keluarga serta rekan kerja melalui SMS, broadcast BBM, Facebook, Twitter, LINE bahkan siap-siap kena tag massal di Path. Jumlahnya banyak dan hampir seragam dari pemilihan kata-katanya. Bagaimana jika ucapan selamat tersebut diolah menjadi lebih istimewa serta menginspirasi untuk semuanya?

Tim redaksi Revius ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan mengajak teman-teman kontributor dan pembaca setia untuk mengirimkan kisah menyambut Lebaran hingga ucapannya yang serius bahkan penuh curhat dalam tulisan berikut ini. The last but not least, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Kurang dan lebaynya mohon dimaafkan.


 

Novidia

Selalu menyenangkan bisa merayakan sesuatu bersama sama.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, akhi dan ukhti! Selamat lebaran Himpunan Ibu-Ibu yang menghibur kita dengan video klip lagu religi di setiap sore menjelang berbuka! Selamat merayakan kemenangan semua yang berpuasa (atau pura-pura puasa) di Ramadhan kemarin!  Selamat hari raya, Mesut Ozil dan keluarga (insyaallah jodoh).

Ini, ada sedikit pantun edisi lebaran.

Jalan-jalan ke kampung Abang,
Tidak lupa membeli madu,
Kalau ada burasa’ matang,
Bolehlah kita diundang bertamu.


Faisal Oddang

Tidak ada yang benar-benar pergi, dan tidak ada yang sungguh-sungguh menetap, termasuk Ramadan yang selalu menyisakan pertanyaan: Sudahkah kita memaafkan diri sendiri? Sudahkah memenangkan diri sendiri?

Terlepas dari jawaban apa pun, selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H.


Ibe S. Palogai

“Fitrikan segala yang fitrah. Fitrakan segala yang cinta.

Untuk segala yang akan dan pernah, maaf jiwa dan raga.”


Hafsani Halim Latief

Karena Idul Fitri adalah moment tahunan untuk family gathering, jadi kepada anak muda berusia seperempat abad yang masih belum juga mendapat gelar sarjana, seperti Arkil dan saya, bakal selalu mendapatkan pertanyaan membosankan ‘kapan sarjana?’ yang lebih banyak dan akan otomatis dijawab ‘sebentar lagi, tinggal ujian’ karena saking biasanya. Semoga kamu tidak mendapatkan pertanyaan yang tidak kamu siapkan jawabannya, yah mungkin seperti ‘kapan nikah?’.

Jangan lupa bersikap kalem dan kalau perlu jangan keluar kamar jika tidak penting, karena apapun yang kamu lakukan akan tetap dihubungkan dengan prestasimu yang mampu bertahan kuliah lebih dari lima tahun.

Okay! Selamat lebaran. Semoga kamu mendapat banyak ‘salam tempel’ dari keluargamu dengan dalih ‘biaya ujian’. Yah itu harapan saya juga sih.


 

Arkil Akis

Idul fitri yang dimaknai kembali suci. Sering diwujudkan dalam bentuk mudik. Kembali ke kampung halaman. Tempat bermula.

Tapi cukupkah itu menjadikan kita suci? Hm… Mungkin perlu pembahasan lain. Namun yang jelas, jika sanggup pergi jauh, harusnya kita juga mampu kembali lebih jauh. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, namun jauh, lebih jauh ke dalam diri kita. Menemukan kembali kemanusiaan kita. Siapa dan untuk apa ada?

Selamat idul fitri. Selamat kembali.


 

Achmad Nirwan

Jika berbicara tentang Hari Raya Idul Fitri, saya langsung teringat kepada Nenek perempuan, ibu dari ayah saya. Nenek selalu menjadi ‘magnet’ untuk anak-anaknya yang notabene ayahku serta kakak-kakaknya hingga sepupu-sepupu saya untuk pulang kampung sembari merayakan Hari Raya Idul Fitri setiap tahun. Rumah nenek dapat dipastikan bakal ramai oleh riuh canda tawa sembari memakan burasa’ dan kari ayam saat Lebaran.

Namun, suasana Idul Fitri untuk tahun ini dan berikutnya bakal terasa berbeda untuk keluarga saya setelah nenek kami tercinta berpulang ke pangkuan-Nya. Suasananya saya prediksi dari keluarga yang tinggal di kota lain, biasanya telah datang jauh-jauh hari sebelum Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, mereka sepertinya telah mengurungkan niat untuk datang Lebaran pada tahun ini, mungkin saja  disebabkan oleh karena nenek telah tiada. Semoga saja prediksi saya salah.

Hari Raya Idul Fitri tahun ini dan selamanya saya persembahkan untuk nenekku tercinta. Do’a selalu dipanjatkan untuk segala amal ibadah beliau agar diterima di sisi-Nya. Amin Yaa Rabbal Alamin. Al-Fatihah.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.


 

Ifan Adhitya

Sebelas  bulan banyak kata sudah di ucapkan dan dilontarkan tak semua menyejukkan.
Sebelas bulan banyak perilaku yang sudah dibuat dan diciptakan tak semua menyenangkan.
Sebelas  bulan banyak keluhan, kebencian, kebohongan menjadi bagian dari diri.
Mari kita memaafkan, mohon maaf lahir dan batin.


 

Herman Pawellangi

Maaf kalau selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Selamat berlebaran, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U full…


Baca Artikel lainnya dari Revius Editors

Produk-Produk Lokal yang Patut Dilirik

Oh, The Masjids You’ll Go!

Tempat “Ngabuburit” dan Berbuka Puasa

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan

Komunitas Sinergi, Harmoni, Aksi!

Mengingat Kembali Karaeng Pattingalloang

Orang-Orang yang Harus Kami Temui di MIWF 2015

The Most Memorable Events

Akun Instagram Favorit

Mari Melihat Api Bekerja

Film Makassar In Cinema 2015 Pilihan Kami

Musisi Indie Makassar Favorit

Mitos-Mitos yang tidak Masuk Akal

Tempat Makan Favorit Kami

Selamat Hari Film Nasional!

Situs-Situs Web Favorit Kami

Video Musik Pilihan Kami untuk Kamu

Kuntilanak Jatuh Cinta (dan Cerita-Cerita Lainnya)

Apa Itu Hari Valentine

10 Seniman Mengartikulasikan Kota di PechaKuchaNight Makassar Vol.6

Alasan Orang-Orang ke Sepiring Culinary Festival