Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

Tidak biasa. Itulah yang pertama kali terlintas dalam benak saya saat melihat waktu pelaksanaan event bertajuk A Mild Soundsation Private Concert. Digelar di hari yang bukan akhir pekan dan memilih lokasi di cafe dalam sebuah hotel menjadi sebuah anomali jika melihat event-event yang diadakan akhir-akhir ini di Kota Makassar. Pemilihan hari kerja dan venue yang terbatas, menjadi tanda bahwa event ini menunjukkan totalitas terhadap tema yang diusungnya, The Private Concert.

A Mild Soundsation sendiri telah rutin diadakan beberapa tahun terakhir di berbagai kota di Indonesia termasuk Makassar. Format line-up yang memadukan musisi dari kota pelaksanaan dan menghadirkan bintang tamu yang telah memiliki nama di skena musik Indonesia, menjadi sebuah upaya memajukan perkembangan musik di berbagai kota tanpa melepaskan antusias penikmat musik dengan bintang tamu yang tentu telah memiliki fans tersendiri.

Dan Selasa 29 Maret 2016, penikmat musik di Kota Makassar kembali diberi suguhan menarik, A Mild Soundsation Private Concert. Menghadirkan The Rock Company, Kapal Udara, dengan bintang tamu SORE dan Andy /rif. Diadakan di Tickets Cafe Lt.3 Hotel Horison Makassar dan kolaborasi guest star yang sangat berbeda genre adalah janji tersendiri, event ini akan memberi sesuatu yang lain.

Janji yang terbukti disambut antusias. Pukul 18.00, batas konfirmasi tiket, para penikmat musik Makassar memenuhi antrian pintu masuk. beberapa saat kemudian, The Rock Company membuka Private Concert. Membawakan lagu-lagu milik mereka seperti Masih yang sarat dengan nada pop yang dipadukan dengan buaian blues yang manis. Band asal Makassar yang baru saja merilis debut album 7 Gradasi ini berhasil membuka keakraban malam yang jatuh di Tickets Cafe.

The Rock Company yang membuka The Private Concert.

The Rock Company yang membuka keakraban malam The Private Concert.

Keakraban tersebut semakin bertambah saat Kapal Udara “terbang” di atas panggung. Band folk asal Makassar ini memberi kesan tersendiri bagi penikmat Soundsation malam itu. Lagu-lagu yang mereka bawakan yang diberi judul cukup unik: Menari, Melaut, dan Menanam. Ditambah, melodi-melodi yang mengiringi tiap lagu, kental dengan suasana etnik–mirip seperti lagu-lagu selamat datang dalam sebuah upacara adat–memberi kegembiraan dan euforia tersendiri di malam Soundsation Private Concert.

Kapal Udara membawa nuansa folk yang riang gembira di malam The Private Concert.

Kapal Udara membawa nuansa folk yang riang gembira di malam The Private Concert.

Selain pemilihan waktu dan tempat, totalitas juga terlihat dari line-up yang dihadirkan. Dari dua band pembuka di atas, Soundsation diantar beralih dengan sebuah band jazz instrumental mengalir ke penampilan SORE yang berkolaborasi dengan Andy /rif.

Penampilan band jazz instrumental yang seolah mengantar ke penampilan paling akhir The Private Concert.

Penampilan band jazz instrumental yang mengantar ke penampilan paling akhir The Private Concert.

Tepat pukul 22.00 WITA. SORE akhirnya on stage. Disambut riuh teriakan dan tepuk tangan penonton juga ditimpali ucapan selamat datang oleh Awan Garnida (Bass, Vokal), “Apa kabar teman-teman di Makassar? sehat-sehat semua?” Sapaan yang kemudian dibuka dengan lagu 8 dilanjutkan Plastik Kita, Merintih Perih, dan Musim Ujan.

Setengah jam kemudian, momen yang paling ditunggu pun tiba. Andy diajak naik ke atas panggung. Riuh penonton pun kembali berderau. “Nama saya ini sebenarnya oleh-oleh dari Makassar. Saat saya lahir, beliau (ayah Andy) sedang tugas di sini. Saya dipanggil Andy berarti karena pengaruh dari sini,” ucapnya membuka kembali keakraban di Soundsation Private Concert malam itu.

Andy /rif yang berkolaborasi dengan SORE di The Private Concert, 29 Maret 2016. "Nama saya ini sebenarnya oleh-oleh dari Makassar," ujar Andy di sela penampilannya.

Andy /rif yang berkolaborasi dengan SORE di The Private Concert, 29 Maret 2016. “Nama saya ini sebenarnya oleh-oleh dari Makassar,” ujar Andy di sela penampilannya.

Intro In My Place milik Coldplay membuka kolaborasi SORE dan Andy. Tanpa perlu diajak, para penonton pun ikut bernyanyi. Dilanjutkan Everybody’s Changing milik Keane. Di sela-sela kolaborasi, keakraban dan nuansa sebuah Private Concert justru lebih terasa. Awan Garnida sangat piawai berinteraksi dengan penonton. Dari sapaan hingga candaan. Bahkan, dia pun turut memberi pertanyaan di sesi kuis yang diadakan MC. “Siapa di sini yang duitnya tinggal 20 ribu?” Sebuah pertanyaan kuis yang tentu mengundang tawa dan keakraban. Keakraban yang lain, SORE mengundang penonton untuk me-request lagu, juga Andy yang mengundang penonton untuk selfie di atas stage menambah hangat suasana sebuah private concert.

Kolaborasi keduanya dilanjutkan dengan Bogor Biru dan ditutup dengan Radja dari /rif. Pada momen ini, banyak yang mengira pertunjukan telah selesai. Banyak penonton yang memilih keluar dari ruangan namun harus tertahan saat SORE memainkan Setengah Lima dilanjutkan Pergi Tanpa Pesan. Tepat pukul 23.00 WITA, A Mild Soundsation Private Concert pun ditutup oleh Ssstt… Sebuah penutup yang indah dan merangkum seluruh penampil malam itu.

Penampilan SORE di The Private Concert sungguh luar biasa dan sempurna bagi saya malam itu.

Penampilan SORE di The Private Concert sungguh luar biasa dan sempurna bagi saya malam itu.

Intim. Itulah kata yang paling tepat menjelaskan seluruh rangkaian A mild Soundsation Private Concert. Dari line-up, pemilihan waktu dan lokasi, juga tata panggung yang tak membatasi para penonton dan penampil, juga yang paling memberi warna, interaksi-interaksi yang terjadi selama event membuktikan kesuksesan sebuah The Private Concert. Tepuk tangan yang lain rasanya patut diberikan untuk pihak penyelenggara. Terutama, detail-detail yang harmonis dan konsisten dengan konsep yang diusung. Satu tanda, A Mild Soundsation ini berangkat dari kematangan ide dan totalitas. Sesuatu yang saya pikir perlu menjadi contoh bagi event-event berikutnya.