Dunia media sosial atau medsos memang susah dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari kita. Tidak jarang ada seorang pengguna medsos lebih sosial di dunia maya, sehingga kadang persona medsos mereka lebih menyenangkan (atau lebih menyebalkan) ketimbang jika kita bersosialisasi secara langsung. Tapi kali ini kita tidak akan membahas masalah orang-orang dengan perilaku tersebut.

Mayoritas pengguna smartphone cenderung untuk aktif di sosial media, dan akan aktif atau online lebih lama jika mereka tahu kalau teman mereka juga sedang “on the line” (go see Internship). Banyak yang berlomba-lomba menjadi yang pertama, me-share sebuah link, gambar-gambar lucu atau meme, atau bahkan meng-upload foto kegiatan mereka.

I don’t know what your generation’s fascination is with documenting your every thought… but I can assure you, they’re not all diamonds.”  –Mr. Griffith” (Easy A)

Quote dari film di atas sangat gamblang menggambarkan apa yang terjadi di dunia media sosial saat ini. Di mana hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, tetapi menjadi sangat “penting” jika kita membaginya ke seluruh teman kita di sosial media. Teman kita harus segera tahu apa yang kita telah posting barusan. Karena jika mereka ketinggalan membaca postingan tersebut, maka mereka baru saja melewatkan satu dekade dalam hitungan linimasa.

Hal-hal, dan pemahaman seperti itulah yang memunculkan sebuah fenomena yang luar biasa di kalangan para pengguna jejaring sosial. Tag Massal, atau biasa disebut dengan tag berjamaah.. ooo jamaaah, oke itu tidak lucu, lanjut. “Tag” menurut kamus bahasa google tidak lain adalah “sebuah label yang melekat pada seseorang atau sesuatu dengan tujuan untuk meng-identifikasi atau memberi informasi yang lain”. entah apa yang memulai dan siapa yang pertama memperkenalkan tag massal ini ke media sosial. Tapi fenomena ini bagi saya sangat mengganggu. Beberapa alasan inilah  saya sangat membenci tag massal.

Boros Baterai. Saya sangat mencintai smartphone saya, sehingga saya tidak rela menghabiskan battery life cycle  alias masa cas sebuah baterai ponsel. Kita ambil contoh saja sebuah iPhone. Smartphone in hanya memiliki life cycle sebanyak 400 kali, jadi setelah 400 kali di cas maka iphone daya baterainya akan berkurang hingga 20%. Jadi kalau kalian menggunakan iphone dan melakukan cas baterai sebanyak 3 kali dalam sehari maka dalam satu bulan kalian mengurangi umur baterai kalian menjadi 90. Karena kadang dengan tag massal baterai handphone kita akan sangat berkurang apalagi kalau dalam tag tersebut masing-masing yang di-tag memberikan setidaknya satu komentar dikalikan beberapa orang maka efeknya akan sangat terasa di baterai kita.

Distraksi. Seperti yang kita ketahui bersama notifikasi-notifikasi yang masuk itu kadang mengganggu pemandangan, karena akan muncul logo notifikasi yang banyak dan kadang mengganggu tampilan user interface sebuah smartphone. Oke jujur untuk yang satu ini bukan saya, tapi ada salah satu teman yang menganggap hal ini sangat mengganggu. Terlebih lagi jika jiwa-jiwa Obsessive-Compulsive Disorder muncul ke permukaan, maka dia merasa berkewajiban untuk membuka dan membaca notifikasi itu agar dapat hilang dari layar handphonenya.

tag massal path

Jangan marah kalo di-unshared massal ya bro.

Pesan tidak lagi personal.Tak jarang juga kadang tag massal ini dilakukan saat ada hari-hari besar keagamaan yang pada dasarnya sih baik, dan untuk saya sih tidak cukup mengganggu karena pada saat seperti ini saya lebih sering mematikan paket data ponsel saya. Tetapi tak jarang ada yang beranggapan kalau pesan seperti ini mengurangi esensi personal dari pesan ini. Apalagi pada hari itu sumber notifikasi yang berasal dari tag massal sangat tinggi dan bukan berasal dari cuma satu sosial media.

Sumber PHP. Dan terakhir adalah, karena tag massal merupakan kejahatan PHP terbesar yang bisa dilakukan oleh ponsel kamu. Hal ini untuk teman-teman kita yang kurang beruntung di luar sana yang hingga saat ini belum dipercayakan oleh Tuhan YME, diberikan kekasih untuk dikasihi. Ya betul untuk para jomblo di luar sana, tag massal adalah sumber PHP terbesar. Ketika kalian memulai percakapan di chat, atau bahkan mengunggah sesuatu di media sosial untuk mendapatkan perhatian gebetan, tapi tiap kali notifikasi yang masuk itu semua berasal dari tag massal yang dilakukan oleh teman-teman kalian di sosial media.

Mungkin tag massal layak dimasukkan ke dalam buku “7 KEBIASAAN ORANG YANG NYEBELIN BANGET”olehHenry Manampiring (@newsplatter) dan menggantikan salah satu kebiasaan yang dimasukkan beliau. Tapi terlepas dari itu semua, tag massal adalah pilihan, karena itu adalah hak dari para pengguna sosial media masing-masing. Namun alangkah lebih baik jika saja hal ini dapat diminimalisir. Salah satunya adalah dengan membuat satu postingan seragam di semua sosial media yang kalian gunakan, tanpa harus tag massal semua teman kalian, karena bagaimanapun unggahan kalian akan tetap terpajang di linimasa. Kalaupun kalian ingin lebih personal bagaimana kalau hanya tag 5 atau maksimal 10 orang dalam satu posting-an. Karena saya yakin inside jokes kalian itu pasti berbeda di antara teman kantor, teman main, teman kuliah, bahkan teman tapi PHP.