Festival Musik, banyak yang tumbuh menjadi tradisi di beberapa negara. Glastonbury di Inggris, Summer Sonic di Jepang, Soundwave di Australia dan beberapa festival musik tahunan besar lainnya di dunia. Beruntung Indonesia juga memiliki festival musik tahunan bernama Soundrenaline. Festival yang telah digelar sejak tahun 2002 dan bisa dikatakan sebagai festival musik terbesar di Indonesia. Meskipun tidak mengikuti Soundrenaline secara aktif, setidaknya saya merasa beruntung bisa mengikuti pertama kali Soundrenaline di tahun 2012 saat diadakan di Makassar dan di Garuda Wisnu Kencana tahun lalu.

Masih terasa euforia saat mengikuti Soundrenaline 2015 di mana saya berkesempatan menyaksikan beberapa band seperti Naif, Dewa 19 ft Ari Lasso, Mocca, WSATCC, Sheila on 7 dan ditutup oleh Wolfmother di penghujung acara. Saya merasa sangat bahagia menyaksikan mereka live membawakan lagu “vagabond” yang merupakan salah satu soundtrack dari salah satu film favorit saya.

Dan tahun ini, saya kembali mengikuti Soundrenaline 2016 yang kembali diadakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali pada 3-4 September 2016. Setelah melihat line-up yang akan tampil saya sangat yakin festival tahun ini akan benar-benar sesuai dengan tema yang diusung “Louder Than Ever”.

DAY 1 SOUNDRENALINE 2016: 3 SEPTEMBER 2016

Hari yang ditunggu pun tiba, saya sampai di venue Garuda Wisnu Kencana tepat jam 3 sore saat pintu masuk baru saja akan dibuka. Setelah melewati tim keamanan yang menurut saya sangat ketat, saya langsung menuju ke Louder than Ever stage. Ada Mom Called Killer salah satu unit band metal terbaik dari tuan rumah Bali sedang perform. Saya hanya menyaksikan satu lagu mereka, lalu menuju ke Amphitheater Stage yang dibuka oleh para pemenang band competition.

Elipsis, band asal Bogor yang beraliran post-rock “mengademkan” suasana GWK yang cukup panas. Dengan alunan instrumental khas band post-rock dan Poison Nova asal bogor menjadi penampil berikutnya yang berhasil menghajar Amphitheater Stage dengan musik metal yang mereka mainkan, hal yang cukup mengejutkan saat sang vokalis mengajak Arian13 dari Seringai ke atas panggung untuk berduet.

official-merchandise-booth

Official Merchandise Soundrenaine 2016 Booth

Matahari mulai terbenam, saya kemudian menuju ke booth official merchandise untuk membeli beberapa official merchandise Soundrenaline 2016. Oh iya, di Soundrenaline 2016 ini dilengkapi dengan fitur RFID Wristband yang merupakan gelang dengan chip khusus yang berfungsi sebagai dompet digital, digunakan untuk bertransaksi selama event berlangsung. Gelang ini bisa diisi ulang di counter top up yang cukup banyak tersedia di area venue.

Juga ada rest area “Refresh Yourself” yang sangat unik dan sangat penting untuk berada di event yang penuh sesak seperti Soundrenaline 2016. Area ini dilengkap dengan pendingin, tempat duduk yang nyaman, dan banyak booth engagement yang menarik untuk memanjakan penonton yang lelah selepas menyaksikan band-band yang tampil.

rest-area-refresh-yourself

Rest Area “Refresh Yourself” Soundrenaline 2016.

Salah satu hal yang menurut saya patut diapresiasi dari Soundrenaline tahun ini adalah banyaknya performer asal pulau Dewata Bali. Hal ini menunjukkan penghargaan penyelenggara terhadap Bali sebagai tuan rumah. Dan Navicula menjadi penampil berikutnya. Sekitar pukul 18.30 WITA, Navicula akhirnya perform di Louder than Ever Stage dengan beberapa lagu andalan mereka seperti Mafia Hukum, Orang Utan, Busur Hujan, Love Bomb, Kota Metropolutan, dan beberapa single andalan mereka. Beberapa kali mereka juga menyuarakan gerakan “Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa” dan kearifan lokal Bali, salah satunya lewat lagu terbaru mereka Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti yang bercerita tentang kedamaian saat hari raya Nyepi di Bali.

Navicula on Louder Than Ever Stage Soundrenaline 2016.

Navicula on Louder Than Ever Stage Soundrenaline 2016.

Setelah menyaksikan Navicula, saya menuju ke foodcourt di sekitar Amphiteater stage untuk Makan dan Istrirahat sebentar. Dengan perut yang sudah terisi saya kembali saat Under the Big Bright Yellow Sun unit post-rock asal Bandung tampil. Saya sendiri kurang mengikuti band ini dan hanya beberapa kali menyaksikan mereka di instagram dan youtube. Saya yakin band ini berhasil memukau semua penonton yang menyaksikan mereka termasuk saya. Band asal Bandung ini benar-benar membawa saya ke suasana tenang seketika. Sayangnya, saya hanya menyaksikan mereka membawakan tiga lagu terakhirnya.

Saya tidak beranjak dari tempat duduk di Amphitheter Stage, sebab penampil berikutnya Stars And Rabbit juga wajib untuk ditonton, meskipun sayangnya jam tampil mereka bersamaan dengan The Upstairs. Hal yang unik sebelum Stars and Rabbit tampil, crew Stars and Rabbit membagikan lonceng ke semua penonton yang memadati Amphiteater stage dan membuat suasana semakin riuh dan intim.

Stars and Rabbit membawa suasana menyenangkan ditambah dengan aksi panggung memukau, nyentrik nan lucu dari Elda. Mereka pun Memainkan hampir semua hits dari album Constellations yang berhasil mengajak penonton bernyanyi bersama dengan senyum bahagia hingga ditutup Man Upon the Hill yang dinyanyikan dengan sangat total. Elda sukses membuat penonton terkesima memberikan standing applause di penghujung penampilan.

Stars and Rabbit on Amphitheater StageSoundrenaline 2016.

Stars and Rabbit on Amphitheater StageSoundrenaline 2016.

Beranjak dari Amphitheater Stage menuju ke A Stage yang telah dipenuhi penonton yang sedari tadi menunggu Simple Plan, band yang didaulat sebagai headliner di hari pertama Soundrenaline 2016. Meskipun sebelumnya masih ada Andra and the Backbone. Saya pun memutuskan menunggu di area A Stage karena sudah cukup kelelahan untuk menuju ke stage lainnya. Andra and the Backbone merupakan langganan line up Soundrenaline, meski demikian, mereka berhasil mengajak penonton berkaraoke massal saat membawakan lagu-lagu andalan mereka bawakan seperti Main Hati dan Sempurna.

Simple Plan yang akhirnya berada di singgasana A Stage Soundrenaline 2016 langsung mengajak penonton untuk melompat lewat lagu yang mereka bawakan sebagai pembuka: Jump. Beberapa lagu mereka berhasil membuat saya sing along dan memberi tenaga ekstra di saat saya sudah begitu lelah.

Simple Plan Menjadi Penampil Utama di Penghujung Hari Pertama Sounderenaline 2016.

Simple Plan Menjadi Penampil Utama di Penghujung Hari Pertama Sounderenaline 2016.

Simple Plan yang masih dengan formasi yang sama sejak pertama kali terbentuk sepertinya membawakan semua lagu hits mereka dari album pertama hingga ke album terbaru mereka. Sebuah kejutan saat mereka menggandeng Tantri Kotak untuk berduet di lagu Jet Lag yang di versi aslinya berduet dengan Natasha Bedingfield. Beberapa kali sang frontman Pierre Bouvier mengatakan sangat bahagia melihat begitu banyak penonton yang menyaksikan mereka.

Soundrenaline 2016 “Louder than Ever” hari pertama akhirnya ditutup oleh alunan Perfect Simple Plan berhasil membuat penonton enggan untuk beranjak pulang hingga mereka selesai menyanyikan lagu ini.

DAY 2 SOUNDRENALINE 2016: 4 SEPTEMBER 2016

Sekitar jam 3 sore, Go Ahead Stage Menjadi destinasi pertama saya setelah masuk ke area venue. Saya disambut oleh booth “Patch Your Way” yang cukup menarik untuk diikuti, kita bebas memilih patch yang kita mau, lalu ditempelkan pada tote bag yang telah disediakan untuk dibawa pulang secara gratis.

Akhirnya panggung Go Ahead dibuka oleh Piston salah satu band pendatang baru asal Jakarta yang juga merupakan salah satu finalis Go Ahead Challenge 2016, dengan mengusung genre stoner rock mereka berhasil memanaskan stage sebagai band pembuka.

Suasana Soundrenaline Hari ke-2

Suasana Soundrenaline Hari ke-2

 

Saya harus menaiki anak tangga yang cukup banyak untuk mencapai A Stage di mana Kelompok Penerbang Roket sudah tampil membawakan beberapa hits andalan mereka dari album Teriakan Bocah dan Haai. Beberapa penonton terlihat bermoshpit-ria meskipun panas matahari masih cukup terik.

Kembali lagi ke Go Ahead Stage! Karena penampil berikutnya adalah satu satu band yang sudah dalam list performer yang wajib saya saksikan, Scaller unit rock alternatif asal Jakarta yang dimotori oleh Stella Gareth (Vocal/Synth) dan Reney Karamoy (gitaris) yang untuk pertama kalinya saya tonton ini benar-benar menampilkan penampilan terbaik mereka dan berhasil memukau audiens yang cukup padat di depan stage untuk menyaksikan mereka.

The Adams on A Stage Soundrenaline 2016.

The Adams on A Stage Soundrenaline 2016.

Menuju ke A Stage, di mana The Adams, band power pop asal Jakarta yang sudah berdiri sejak 2001 sedang memanaskan stage, sayangnya saya hanya menyaksikan mereka membawakan dua lagu penutup terakhir Konservatif dan Hey Beni. Saya lalu menuju ke Amphitheater Stage untuk menyaksikan Base Jam Reunion, sayangnya area stage sudah sangat penuh oleh penonton dan saya akhirnya mengurungkan niat untuk menyaksikan mereka, kemudian menuju ke rest area untuk menunggu penampil selanjutnya.

DDHEAR menjadi penampil selepas break di Amphitheater Stage, DDHEAR adalah sebuah project kolaborasi dari Dialog Dini Hari dan Endah n Rhesa yang tampil cukup memukau penonton yang menyaksikan mereka. Tampil membawakan beberapa lagu dari album kolaborasi mereka Parahita dan menampilkan aksi solo dari masing masing personel. Di akhir penampilan, penonton diajak bernyanyi bersama saat membawakan lagu Liburan Indie sebagai lagu penutup DDHEAR di panggung Amphiteater Soundrenaline 2016.

Sayang sekali, saya harus melewatkan penampilan Efek Rumah Kaca karena bersamaan dengan jadwal DDHEAR, namun rasa kecewa saya sedikit terobati lewat penampilan Mocca. Lewat alunan beberapa lagu yang mereka bawakan di atas panggung Go Ahead, penonton diajak untuk bernyanyi bersama sepanjang penampilan. Di sela penampilan Mocca saya menuju ke food stall yang berada tak jauh dari panggung. Menurut saya, keunggulan Soundrenaline tahun ini juga adalah audiens tidak perlu susah-susah mencari makanan dan minuman, karena food stall cukup banyak tersedia di area venue.

Mocca on Go Ahead Stage Soundrenaline 2016.

Mocca on Go Ahead Stage Soundrenaline 2016.

Sheila on 7 di A Stage berhasil jadi band spesialis karaoke massal seperti biasa. Di mana hampir semua lagu yang mereka bawakan selalu disambut dengan nyanyian semua penonton, dari yang tua hingga yang masih muda. Namun entah kenapa penampilan Sheila on 7 malam itu menurut saya kurang powerfull seperti biasanya atau mungkin karena saya sudah terlalu sering menyaksikan live mereka, apalagi momen penampilan mereka hampir sama saat saya menyaksikan mereka tampil di Soundrenaline 2015. Namun secara keseluruhan tetap saja Sheila on 7 tampil dengan “penyanyi latar” terbanyak.

Akhirnya, The Temper Trap menjadi penampil selanjutnya selepas Sheila on 7 di A Stage. Band asal Australia yang digawangi oleh Dougy (vokal), Jonathan (bass), Lorenzon (gitar & keyboard), Toby (drummer) diplot sebagai penampil utama sekaligus menutup Soundrenaline 2016 di panggung utama A Stage Soundrenaline 2016. The Temper Trap membuka penampilan mereka dengan Thick as Thieves yang merupakan lagu dari album terbaru mereka. Meskipun band dari Australia ini sudah cukup mendunia, sesuatu yang membanggakan dari band ini adalah sang frontman, Dougy Mandagi merupakan kelahiran dan merupakan putra asli Indonesia yang memberikan beberapa kata dalam bahasa Indonesia.

Temper Trap saat tampil di panggung utama Soundrenaline 2016

Temper Trap saat tampil di panggung utama Soundrenaline 2016

Sayangnya, The Temper Trap harus tampil tanpa drummer mereka yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya ke Indonesia karena kehilangan paspor di London dan digantikan sementara oleh Morris drummer dari Andra & the Backbone. Meskipun beberapa lagu yang dibawakan The Temper Trap belum begitu akrab di telinga penonton yang menyaksikan, namun tetap sukses menyedot perhatian dan berhasil mengajak penonton untuk sing along di beberapa hits seperti Love Lost, Fall Together, Burn, dan Soldier On.

Puncaknya, saat mereka membawakan lagu Sweet Disposition yang sepertinya memang sudah ditunggu-tunggu oleh penonton. Dan pastinya lagu ini berhasil membuat penonton bernyanyi bersama-sama dan juga menutup dengan luar biasa gelaran Soundrenaline 2016. Puluhan letusan kembang api di akhir lagu menambah kemeriahan penutupan. Gegap gempita penutupan semakin disempurnakan dengan penampilan Bloc Party, salah satu line-up mancanegara untuk Soundrenaline 2016. Karena jadwal perform mereka yang hampir bersamaan dengan The Temper Trap saya hanya menyaksikan lagu terakhir mereka This Modern Love yang menjadi lagu pengantar pulang menyenangkan untuk mengakhiri petualangan saya di Soundrenaline 2016 dan pastinya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Secara keseluruhan, Soundrenaline 2016 benar-benar memberikan hal yang baru bagi saya dan juga dengan pelaksanaan yang sangat matang. Semoga tahun depan saya kembali bisa menyaksikan Soundrenaline dengan konten yang pastinya bisa memberikan pengalaman besar seperti tahun ini. Sampai Jumpa di Soundrenaline 2017 !

Simak pula Video After Movie Soundrenaline 2016 berikut ini: