Sumber foto: Remissa ( @remissaofficial )

Seperti yang saya ungkap dalam artikel 10 Pahlawan Musik Rock Alternatif, menyegarkan kembali ingatan tentang genre musik rock alternatif memang selalu menyenangkan. Ragam musik rock alternatif yang begitu banyak menghadirkan beberapa musisi luar negeri yang saya rasa pantas disematkan sebagai pahlawan yang mampu membuat industri musik menjadi semakin berwarna di era 90-an, sekaligus menginspirasi musisi lainnya untuk melakukan hal yang sama dalam menghasilkan karyanya.

Kekaguman yang muncul saat mendengarkan musik rock alternatif, terutama dari para musisi grunge juga membawa saya tertarik mendengarkan lagu-lagu dari Remissa. Secara kebetulan, seorang teman memberi saran untuk menyimak lagu-lagu dari trio grunge dari Malang ini. Walhasil, dia pun mengirimkan saya sebuah e-mail berisi siaran pers dan informasi tentang Remissa, termasuk link akun resmi mereka di SoundCloud. Mudah saja, lagu-lagu Remissa mengalun nyaman di telinga saya. Terkhusus lagu Dear Friend menjadi salah satu favorit saya yang mengingatkan pula pada lagu Mafia Medis dari Navicula.

Sembari mendengarkan lagu-lagunya, saya pun seolah-olah mendengarkan Remissa bercerita saat membaca press release dari mereka. Secara musikal, Remissa banyak terpengaruh oleh band-band yang berasal dari Seattle atau yang biasa dikenal dengan istilah Seattle Sound. Trio grunge ini terdiri atas Rizky Muhammad sebagai vokalis dan gitaris, Baron Wisnumurti menjadi pembetot bass dan vokalis, dan Bintang Mahatma pada posisi penggebuk drum. “Kami bertiga bukanlah teman lama, perguruan tinggi yang mempertemukan kita dan selera musik yang mempersatukan kita,” ujar band yang dibentuk pada 2014 silam ini.

Dari ki-ka: Baron Wisnumurti (vokal/bass), Bintang Mahatma (drum) dan Rizky Muhammad (vokal/gitar) saat bercengkrama di OZ Radio Bali, 4 Juni 2016.

Dari ki-ka: Baron Wisnumurti (vokal/bass), Bintang Mahatma (drum) dan Rizky Muhammad (vokal/gitar) saat bercengkrama di OZ Radio Bali, 4 Juni 2016.

Dari siaran pers tersebut pula, trio grunge asal Malang ini memilih nama Remissa karena memiliki arti santai dalam bahasa Latin. Ada juga yang mengidentikkan dengan nama seorang wanita. “Bahkan nama kami termasuk salah satu jenis hewan yang menyerupai kupu-kupu,” ungkap Rizki sang vokalis merangkap gitaris. “Intinya, biarkanlah lagu-lagu kami yang mampu membuat mereka (khalayak) mengartikan nama kami,” lanjutnya ketika ditanya arti di balik nama Remissa.

Selain terus berkarya, saat ini para personil Remissa juga masih aktif dalam menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Malang. Meski masih aktif di bangku perkuliahan, jadwal perkuliahan tidak menjadi kendala Remissa untuk mengurangi jadwal manggung mereka. Terbukti nama Remissa masih rajin mengisi line up artis/band yang tampil dalam beberapa acara musik di kota Malang.

Kabar terbarunya, Remissa tengah mempersiapkan debut album penuh yang judulnya masih dirahasiakan dan siap untuk diluncurkan pada penghujung bulan ini. “Prosesnya sudah 80% dan jika semua lancar, di penghujung bulan ini debut album kami bisa resmi rilis di bawah naungan Frekuensi Records. Doakan saja,” harap Remissa tentang rencana perilisan debut album penuhnya.

“Semua tema materi dalam debut album penuh nanti merupakan rangkuman kejujuran yang berasal dari suara hati kecil kami tentang segala hal yang terjadi di lingkungan sekitar kami. Kami tidak ingin suara-suara hati kecil ini tersimpan rapat hanya dalam hati, jadi kami jadikan karya-karya kami sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan yang ingin kami suarakan,” ujar Remissa tentang bocoran dari tema keseluruhan materi dalam debut album penuhnya nanti.

Pada hari Jumat (3/6) lalu, Remissa akhirnya merilis Manifesto Utopis secara digital dan sebagai single perkenalan menuju album penuh mereka. Sekilas lagu ini mengingatkan saya dengan Fett, Sang Pemburu dari Seringai, lagu Preman Kelas milik Rock On serta repertoar dari Besok Bubar yang sedang tampil bersama dalam memainkan riff-riff gitarnya. Sedap! Saya semakin tak sabar untuk menyimak lagu-lagu mereka lainnya di album pertama kelak. Ditambah lagi, bila berkesempatan membeli albumnya nanti untuk diulas lebih lengkap dalam tulisan berikutnya. Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, silakan mendengarkan lagu Manifesto Utopis berikut ini.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Remissa, sapa mereka di akun @remissaofficial atau Frekuensi Records, @Frekuensi_Recs. Hail grungy people!


Baca tulisan lainnya

10 Pahlawan Musik Rock Alternatif

Delapan Titik Akhir Foo Fighters

Banyak Jalan Menuju Kemerdekaan Bermusik

Panggung Memukau Milik Musisi Indie

Tendangan Pertama untuk Album Kedua

5 “Rukun” Wajib Para Musisi