“Lapar? Telpon 1**** aja!”

Tagline seperti di atas sepertinya sudah akrab di telinga dan mata untuk mengundang perasaan aku ke kamu lapar. Bayangkan saja, kalau tagline itu berulang-ulang disimak saat di akhir bulan alias tanggal tua, apa kata dunia?! Yap, sudah semestinya pula para pejuang pencari cinta tempat makan di luar rumah bisa menyiasati problema klasik di akhir bulan ini tanpa harus kehabisan duit.

Tim Redaksi Revius yang termasuk dari golongan pejuang cinta tersebut, pastinya pernah mengalami masalah yang sama. Kami punya siasat ampuh mengakali dompet cekak kami di akhir bulan dengan menyambangi tempat-tempat makan di luar rumah berikut ini.


Rieski Kurniasari

Surabi Van Java (Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 11, Pintu 1 Unhas)

Bagi saya tidak ada istilah tanggal tua dan tanggal muda. Jika tanggal tua merujuk kepada “hari-hari berhemat karena uang menipis”, maka setiap hari di kalender saya adalah tanggal tua.

Soal tempat makan saya merekomendasikan Surabi Van Java yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan. Letaknya di sebelah kiri jalan. Hanya beberapa meter dari Pintu 1 Universitas Hasanuddin. Harga per-porsi antara Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 namun meskipun “cuma” satu surabi, dijamin perut langsung kenyang. Katanya sih juga bagi yang sedang berulang tahun, surabinya dikasih gratis.

Menu surabinya bermacam-macam, tapi tidak hanya surabi saja yang disediakan di sini. Untuk tahu lebih lengkapnya langsung saja datang ke TKP. Cus!

 

Novidia

Rumah Tante (Alamat dirahasiakan)

Adanya tambahan kata “tanggal tua” di kategori ini membuat jawaban di atas berpotensi membuat saya terdengar seperti keponakan durhaka. Tapi sebenarnya, tempat makan andalan saya itu memang selalu rumah. Hanya saja, tidak setiap hari Ibu maupun Tante saya memasak bakso atau coto, two of my favorite foods. Selain itu, saya sedang dalam proses mengikuti jejak Bang Toyib yang jarang pulang. So that’s why every time I’m home, I would eat what’s on the table for sure.

Makan di rumah tidak akan mengkhianati, prosesnya di dapur sendiri. Pilihannya memang terbatas, tapi makan di rumah selalu punya satu sisi terbaik yang paling saya suka: kebebasan menyantap makanan dalam porsi sebanyak apapun tanpa ada yang menyebutkan kata “balala”.

Palu'mara a la chef Bude

This is it! Palu’mara a la chef Bude Quinn

 

Langgo Farid

Rumah Makan Seafood Apong (Jl. Boulevard)

Sumber foto: Radar Makassar

Sumber foto: Radar Makassar

Oke… Kali ini Tim Redaksi Revius memberi rekomendasi tempat makan murah di tanggal tua. Saya memilih rumah makan Apong sebagai salah satu alternatif. Tapi, kalau ingin mendapatkan tempat makan murah bahkan bisa gratis, ada juga caranya. Mungkin anda sedikit ragu, tetapi percayalah, silahkan baca artikel ini sampai habis.

Begini caranya, anda masuk ke salah satu restoran atau tempat makan favorit anda. Anda pesan makanan yang paling anda suka. Silahkan anda sekalian mengajak sahabat-sahabat anda. Makanlah sepuasnya. Jangan pernah berpikir untuk merasa bahwa makanan itu mahal.  Ketika kira-kira 9/10 makanan yang anda dan teman-teman anda pesan sudah habis, keluarkan kecoa karet yang anda telah beli di koke’-koke’ atau bisa kecoa mati yang anda telah siapkan malam sebelumnya. Simpan kecoa itu didalam tumpukan makanan sisa. Langkah berikutnya anda teriak dengan nada melengking, seraya memanggil pelayan: “Mas, mbak, kamu ngga liat ini apa? Kok ada kecoa dalam makanan saya? Pokoknya saya tidak mau bayar”  Lalu anda bergegas mengajak teman-teman anda pergi meninggalkan tempat itu sesegara mungkin. Tapi ingat:

1. Kecoa karet atau kecoa mati
2. Opsi lain: sediakan tikus
3. Jangan beritahukan rencana ini kepada sahabat-sahabat anda yang diajak makan agar kesan kejutannya dapat
4. Ulangi langkah di paragraf kedua di bulan berikutnya dengan catatan usahakan jangan mengulangi tempat yang sama dalam periode 4 bulan agar para pegawai restoran melupakan wajah anda.
5. Kesalahan akting bukan tanggung jawab penulis.
6. Selamat mencoba.

 

Joem Pelenkahu

Waroeng Kita (Jl. Pengayoman)

Tempat makan prasmanan yang terletak di Kompleks Akik Hijau–bukan ji kompleks tempat tinggalnya penjual batu akik. Terletak di Jalan Pengayoman. Tempat makan orang-orang kantoran di wilayah Panakukkang. Selain karena tempatnya dekat dari kantor, banyak pilihan lauk, harga makanan di Waroeng Kita ini juga tergolong murah untuk di wilayahnya. Boleh dibilang bersaing dengan harga makanan di daerah kampus, sesuai dengan kondisi kantong saya di akhir bulan.

 

 

Chairiza

Bakso Keju (Jl. Monumen Emmy Saelan)

bakso keju

Bakso Keju di jalan Emmy Saelan ini memang salah satu bakso favorit saya. Keju yang dipotong kotak-kotak kecil ini disematkan dalam bulatan daging bakso. Keju yang meleleh di lidah, ditambah dengan rasa kuah yang khas membuat bakso keju ini menjadi santapan yang wajib dicoba. Terlepas itu tanggal tua atau muda.

 

M. Ifan Adhitya

Nasi Kuning Sekitaran Abdesir (Jl. Abdullah Dg. Sirua)

Jika menyebut tanggal tua, di situ saya kadang merasa sedih. Sebagai anak muda yang mempunyai penyakit Insomnia kelas berat, lapar tengah malam kadang menyiksa. Saya susah untuk mencari tempat makan apa lagi yang murah di saat tanggal mulai menua. Nasi kuning di sekitaran Abdesir yg lumayan low budget kisaran Rp.7.000,-, bisa menyelamatkan saya dari kelaparan apa lagi pas tengah malam.

 

Herman Pawellangi

Bakso Podomoro (Jl. Adhyaksa Baru)

Saya senang makan di sini karena selalu berharap untuk dibayarkan hahaha. Tidak tonji snenets begitu iya. Saya pilih makan di sini karena selain murah, jaraknya juga dekat dari kantor. Tinggal telepon, “halo, mas… pangsit 1 pake kerupuk tiga ribu Rupiah” Tunggu 10 menit langsung datang. Tapi kalau tanggal muda, Bakso Podomoro terlupakan dulu la yau. hihihi.

Ma Anom Podomoro, I lop u pull~

Ma Anom Podomoro, I lop u pull~

 

Aisyah Azalya

Warung Dian (Area Workshop Unhas)

Seperti kebanyakan mahasiswa tipe always-tanggal-tua yang menganggap Unhas sebagai rumah kedua, saya–walaupun sudah berstatus bukan mahasiswa lagi namun masih sering ke kampus–menganggap area Workshop adalah area surgawi bagi dompet. Di mana makanan masih bisa berkisar Rp.8000-an dan sudah sangat mengenyangkan. Dompet dan perut saya bersuka cita.

Sumber Foto: Andi Jabal M.

Cukup merogoh kocek delapan ribu rupiah saja, bisa dapat paket komplit begini! (Sumber Foto: Andi Jabal M.)

Saya tidak tahu dari mana Warung Dian dan Warung Barokah–dua tempat makan andalan yang saya tahu di area workshop–bisa meraup keuntungan dengan mematok harga Delapan ribu Rupiah untuk porsi makan siang, di mana warung-warung lain sudah kisaran di atas Rp.10.000-an (Jasbog saja sudah Rp.12000-an bo’! Eh, no more jasbog ya?) tetapi porsinya seabrek yang lumayan  empat sehat walau kurang sempurna (Tapi apalah yang sempurna di dunia ini).

Well, wallahu alam bissawab.

Saya berharap Warung Dian dan Warung Barokah tetap langgeng dan ramai ya! :’)

Amin.

 

Achmad Nirwan

Lesehan Damai (Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10)

45864266_-PEoOXftTOZidhoQoUD0dxEyG9JoTzr7evfylXkruYo

Namanya juga Lesehan Damai, ya tempat duduknya harus lesehan pastinya. (Sumber Foto: Muhammad A.)

 

Sebetulnya kalau lagi tanggal tua lebih baik makan di rumah saja, ya kan? Itu pun kalau ada ji makanan di rumah. Berhubung tema kami pekan ini adalah tempat makan di luar rumah-saat-isi-dompet-mendekati-bokek, jadinya mau tidak mau memilih salah satu yang menjadi favorit selama menyandang gelar mahasiswa di kampus merah Tamalanrea.

Di sekitaran daerah Tamalanrea sebetulnya banyak sekali tempat makan yang mengajak saya bisa belajar hemat. Termasuk, warung-warung daerah pondokan kampus yang murah meriah. Namun, belum tentu semuanya cocok dengan selera lidah saya, apalagi rasanya aneh kalau mencicipi makanan di warung sekitar pondokan. Entah ada apa (tau deh, gitar!)

Jadi, saya lebih senang menyambangi Lesehan Damai yang lokasinya di daerah Perintis Kemerdekaan Km. 10, untuk mengisi amunisi buat perut kalau tidak bisa menahan rasa kangenku untukmu lapar lagi sampai di rumah yang jaraknya belasan kilometer.

1476511_UIE2YCOtBsrZCCMXW9RyL7Z9r7ZCWCpqj7fTR9gpyrE

Addeh, bikin ngiler! (Sumber Foto: anbhar)

49420549_uHA4gb_3pPfxjRBtVXzsHi0spdsKaYy-FWHoDBHMWYM

Deh, apalagi ini 🙁 (Sumber Foto: Rusdiman D. )

Seperti namanya, Lesehan Damai juga menawarkan harga “damai” buat kantong anak kuliahan. Banyak variasi makanan dan minuman yang nikmat disantap bersama odo-odo’mu.  Pilihan favorit saya kalau lagi carru’ abis apalagi ingat pernah makan sama mantan di sini adalah nasi putih sama tempe penyet ha ha ha. Tapi ayam bakar sama ayam panggang pastilah menjadi pilihan utama jika betul-betul lapar sekali pi, hmmm assipa’ ki sambalu’~

 

Andi Wasilah Yusra

Terminal Kampus

Kalau lagi carru’ itu biasanya saya bawa bekal atau makan di rumah doi. Kalau dua-duanya tidak memungkinkan, saya akan makan di terminal kampus dan “bayar nanti.”

Sebenarnya, di saat tidak ada uang, bisa makan di mana saja, asal ada pinjaman atau ada yang traktir. Tidak ada tempat spesial, soalnya semua makanan spesial yang penting bismillah. hahahahha.

 

Arkil Akis

Sebagai Mahasiswa yang pernah dan kini tinggal di dekat kampus, saya akan merekomendasikan tempat makan di tanggal tua yang berada di dekat kampus.

– Di sekitar wilayah Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung
Kamu bisa menemukan tempat makan murah di sepanjang jalan Mannuruki Raya. Kiri-Kanan banyak penjual makanan. Jika kamu bermukim di depan kampus, di sekitar Jalan Muhajirin terdapat tiga warung yang bisa kamu pilih untuk melanjutkan hidup.
– Di sekitar wilayah Universitas Muslim Indonesia (UMI)
Pertama, di Jalan Racing Centre (telah berubah nama menjadi Jalan Prof.Dr. Abdurrahman Basalamah) terdapat satu penjual makanan setelah SPBU. Lauknya lengkap dengan harga yang murah. Sedikit ke depan, ada lorong yang menghubungkan Jalan Racing Centre-Jalan Baiturrahman. Di ujung lorong, terdapat dua warung yang harganya lebih terjangkau. Kedua, di tepi sungai Pampang. Tepat di belakang penginapan yang-demi-menjaga-citra-anggap-saja-saya lupa namanya.
– Di sekitar wilayah UNHAS
Selain di sekitar kompleks pondokan mahasiswa, tempat makan murah ada di Jalan Wesabbe dan Kompleks Perumahan Dosen (Perdos). Masing-masing berada di Pangkal Lorong. Komplit dan yang paling penting mampu memudahkan tanggal tua.

 

 


Baca lagi tulisan lainnya:

Situs-Situs Web Favorit Kami

Video Musik Pilihan Kami untuk Kamu

Kuntilanak Jatuh Cinta (dan Cerita-Cerita Lainnya)

Apa Itu Hari Valentine

10 Seniman Mengartikulasikan Kota di PechaKuchaNight Makassar Vol.6

Alasan Orang-Orang ke Sepiring Culinary Festival