Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

Makassar kedatangan Wira Nagara (@wiranagara) untuk pertama kalinya dalam sebuah acara Kongres Komedi Budak Sajak pada 12 September 2015. Karena berlangsung di sabtu malam alias malam minggu, acara tersebut cukup ramai didatangi oleh anak muda yang berasal dari Makassar dan sekitarnya. Wira Nagara sendiri adalah seorang komika yang berasal dari Purwokerto. Budak sajak adalah nama yang melekat pada Wira karena dia sering melakukan aksi komedi tunggal dengan mengikutsertakan beberapa sajak di dalamnya. Sangat puitis dan melankolis namun sedikit dramatis, itulah tiga rangkaian kata yang tergambar ketika berbicara tentang seorang Wira Nagara.

Acara yang dimulai pukul 20.15  ini dibuka dengan tampilnya oleh Ai Kecil (@aikecil) yang bertindak sebagai MC. Ia ditemani seorang laki-laki cantik, yang mengenakan baju terusan berenda berwarna merah. Laki-laki, yang kata Ai, muncul dari permukaan Bumi Mars Jupiter Saturnus Uranus sekaligus, yaitu Ratu “JUMARIS” Juminten. Penonton mulai riuh tertawa bahagia melihat kompaknya kedua MC tersebut.

wrn 1

Ai Kecil dan Ratu “JUMARIS” Juminten, menjadi MC Kongres Komedi Budak Sajak malam itu.

Ada 6 komika yang bertindak sebagai comic opener pada “Kongres Komedi Budak Sajak”: Aulia Muhammad (@Alba_Gnr), Zul Ikram A. S. (@ikramcakap), Awal R. Matasha (@awalrachmat), Al Ghifahri Jasin (@al_ghifahri), Adri (@allimurdani), dan Muhammad Fahmi (@muhfahmiii_). Secara bergantian, mereka tampil menyajikan materi terbaik mereka pada penonton pada malam itu. Selain materi komedi yang segar dan–tentu saja–lucu, satu hal menarik dari keenam komika ini adalah, setelah Aulia Muhammad, komika pertama, tampil, ia memanggil dan memperkenalkan komika kedua, Zul Ikram, di atas panggung; begitu seterusnya hingga komika pembuka keenam Muhammad Fahmi. Meski berasal dari komunitas stand-up comedy yang berbeda, para komika di kota ini tetap kompak dan saling mendukung. Salut!

Setelah keenam komika tersebut tampil, tiba-tiba suasana menjadi hening. Sebuah kursi dinaikkan ke panggung. Hal yang sangat janggal kemudian terjadi. Penonton pun bertanya-tanya; “Kenapa ada stand-up pake kursi?” Ai Kecil lalu memberitahu bahwa akan ada pembacaan beberapa puisi dari hurufkecil alias Aan Mansyur. Orang-orang mulai riuh dan tidak beberapa lama tampillah Aan Mansyur dengan membawa sebuah buku puisi dan sebotol air minum. Dengan berbaju kotak-kotak biru ia kemudian duduk dan membacakan puisi.

wrn 2

Fahmi, salah satu dari 6 orang yang mewakili beberapa komunitas StandUp Comedy Lokal Makassar.

Barangkali ini adalah acara tawa pertama–setidaknya menurut sepengetahuan saya–yang menyajikan keheningan di sela-selanya. Acara yang harusnya “pecah” dengan tawa penonton, tiba-tiba hening. Mereka mulai mendengar dengan khidmat pembacaan beberapa puisi dari Aan Mansyur. Kongres Budak Sajak, bukan hanya menghadirkan komika-komika yang memancing tawa, namun ia juga menghadirkan Aan Mansyur dengan puisi-puisinya yang manis. Wira Nagara yang menjadi guest star memang menyukai sajak-sajak yang berbau romansa. Maka merupakan hal yang lumrah jika panitia mengundang seseorang untuk membacakan puisi di sana.

wrn 3

Aan Mansyur yang membuat keheningan dengan beberapa puisi manisnya.

Keheningan seringkali menjadi sesuatu yang kita butuhkan ketika ledakan kebahagiaan yang dicerminkan lewat tawa sudah terlalu banyak keluar. Aan Mansyur juga mengatakan bahwa kadang kita harus merasa sedih dulu untuk mengetahui apa itu bahagia. Buku puisi “Melihat Api Bekerja” juga merupakan buku incaran Wira ketika di Makassar. Sebab ternyata di toko-toko buku Purwokerto stoknya belum ada.

Waktu menunjukkan pukul 22.15. Wira akhirnya muncul disertai dengan tepuk tangan meriah dari penonton. Menggunakan baju kuning bertuliskan ARKL yang entah kepanjangannya apa, Wira mulai berbicara mengenai hal-hal yang ringan. Setelah beberapa lama, masuklah Wira ke materi yang memasukkan kata “rindu” dan “lelaki”. Budak Sajak itu semakin memperlihatkan dirinya lihai dalam merangkai kata-kata, mengundang “ciyeeee” yang keluar berkali-kali dari mulut penonton.

wrn 4

Ekspresi Wira Nagara saat bercerita tentang perjamuan Aan Manyur dan Kopi Hitam saat berkunjung ke Katakerja.

wrn 5

Kongres Budak Sajak sendiri adalah sebuah acara yang dijadikan batu loncatan (baca: pre-event) dari acara yang lebih besar, Stand-Up Comedy Fest in Celebes. Sebuah acara festival stand-up comedy yang akan memanjakan penikmat komedi genre ini dengan puluhan komika yang akan tampil secara bergantian. Sebuah event berformat festival yang rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 14 dan 15 November 2015 di Gedung Kesenian Makassar. Acara tersebut nantinya akan menghadirkan dua komika dari 15 komunitas stand up comedy yang ada di Sulawesi. Stand-Up Comedy Fest in Celebes juga akan menghadirkan 6 komika tamu, yang saat ini masih dirahasiakan oleh panitia.


Baca tulisan lainnya dari Nurul Fadhillah

Ketakutan Saya tentang Makassar di Masa Depan

Sebut Saja ini Keberuntungan Pemula

Belajar Mengingat Hari Bersama Yetti