Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

Tulisan yang menempel di keping CD Welfare sungguhlah menantang hati: mereka meminta didengarkan di tempat yang sepi, jauh, dan sendiri. Tantangan mereka pun saya ikuti. Bermodal headset pinjaman (demi mengejar kualitas audio) saya menyepi, menyapih lagu demi lagu dalam album Welfare dari My Silver Lining ini, sendiri. Sekadar informasi pelengkap: saya belum pernah mendengar lagu mereka, menonton mereka secara live, atau mengenal personil-personilnya. Belum. Melihat wajah mereka pun baru satu kali, pada saat saya mencungkil CD dari covernya, dan foto mereka ada di sleeve bagian dalamnya. Pokoknya, ini akan jadi pengalaman pertama saya dengan My Silver Lining.

msl albm 2

Lagu pertama berjudul Favorite. Dalam dua puluh detik pertama saya membiarkan dulu aura ‘Fake Plastic Trees‘ nya Radiohead menguasai. Ketika telinga sudah mulai berpegang pada sesuatu, mata saya pun mulai menggerayangi liriknya. Ada kalimat ‘high and dry’ di dalamnya. Dan lagu ini bercerita tentang mantan. Dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Selesai. Mengutip potongan liriknya : I don’t know what to do. Saya sontak terserang aksioma. Kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Di dunia ini, memikirkan mantan kekasih bisa membuat manusia mempercepat laju kehidupannya, atau berhenti melangkah sama sekali. Saya mulai merasakan keringat di kulit telinga.

Another Story of “Changed”, judul lagu ke dua. Secara musikal, saya seperti melihat seorang Morrissey berjalan kaki belasan kilometer mencari padang rumput sepi untuk berpiknik, dan ketika akhirnya berhasil menemukan tempat yang ideal, dia sudah terlanjur mengantuk. Seperti ada keterlambatan yang diceritakan lagu ini. Sesuatu yang terlambat. Entah apa. Mungkin niat baik, mungkin penyesalan. I always wait you comin, begitu menurut liriknya, diiringi gitar yang lebih terdengar seperti diusap-usap, bukan dipetik. Dan saya mulai memperhatikan berapa lagu lagi yang tersisa dari album ini. Seharusnya saya menyiapkan bulletproof vest dulu sebelum mendengarkan Welfare.

msl albm 3

Fantasy and memories of you, all I see just you and me in that corner, talking. Begitulah My Silver Lining memulai lagu yang ke-tiga, Blue. Apakah langit di atas kepala memang berwarna kelabu? Atau itu refleksi dari hatiku yang perlahan membiru? Aw. Andai saya bisa melarikan diri, desersi dari kewajiban ini, atau melampiaskannya pada sekeping CD tak bersalah ini, mungkin tulisan ini sudah berhenti. Ketika sedih, manusia cenderung melempar dirinya sendiri ke lantai yang dingin. Dan ini baru setengah isi CD yang terdengar. Matima’ saya!

Lagu ke-empat Restitution dimulai dengan petikan gitar bernada minor. Dua bar pertama vokalnya mengembalikan otak saya ke lagu milik Dan Byrd, Boulevard. Kemudian auranya bergeser perlahan seiring masuknya cajon dan fill-fill gitar yang kinky menjadi pseudo-latino ala-ala Sting. Nicely composed. Setidaknya lagu ini memiliki musik yang berhasil menahan mata saya untuk tidak terlalu cepat menyerahkan diri pada lirik lagunya yang berkata : Why do you running to the corner when I’m talking ’bout a clear affection? You know.

Well, my brothers, I know how it feels.

Lagu ke lima berjudul Someone To Marry. Akhirnya. Harapan. Masa depan. Cinta yang kesampaian. Tapi tunggu, judul lagu bisa menjadi jebakan. Dan terjebak dalam lagu itu menyebalkan. Jadi, sebaiknya saya dengar dulu dengan penuh kecermatan. Dan demi alam semesta, lagu ini berbeda dengan empat lagu sebelumnya. Setelah mengesampingkan unsur Coldplay-esque yang klise (mengambil hal positif dari peristiwa-peristiwa yang negatif), akhirnya My Sliver Lining berkata : After a long journey, finally I’m finding someone to marry. Now I’m asking you, please just say “I do”.

Dan menurut saya, seharusnya album ini berhenti di sini.

Namun mereka tentu punya pertimbangan internal sehingga memasukkan track terakhir berjudul Sorry I Love You, yang diolah dengan tata kelola suara yang berbeda (menurut kuping saya), dan tanpa ada lirik lagu yang bisa saya temukan dalam sleeve CD nya. Mungkin lagu ini punya nilai historis tersendiri bagi My Silver Lining hingga di detik-detik terakhir proses produksi, diputuskan kalau lagu ini tetap masuk sebagai bonus track. Entahlah. Terserah. Tapi hal-hal seperti ini tidak biasanya terjadi pada unit musik dengan packaging yang rapi dan dengan mood audio yang konstan seperti My Silver Lining dan sejenisnya.

Dan setelah semua lagu selesai, muncul satu pertanyaan saya: bagaimana kira-kira rasa yang muncul apabila album Welfare ini didengarkan oleh orang yang belum pernah sekalipun pacaran?

My Silver Lining cover albumWelfare - EP oleh My Silver Lining
Tahun Rilis: 2015
Track List:
1. Favorite
2. Another Story of "Changed"
3. Blue (feat. Ni'mal Maulida)
4. Restitution
5. Someone to Marry
Special Track: Sorry, I Love You

*Simak penampilan My Silver Lining membawakan “Restitution” dan “Sorry, I Love You” di sini. Album format fisik Welfare – EP bisa kamu dapatkan dengan menghubungi My Silver Lining di @homeof_MSL atau membeli format digitalnya di sini.


Baca artikel Music Review lainnya

Mencari Makna Semantik Bulan lewat Nada

Berjuang Membangun Halusinasi Menjadi Nyata

Insting yang Lebih Lambat di Perangkat

Rilisan Album Musisi Makassar di Tahun 2014

Sebuah Alkisah yang Membanggakan

This is Not Weird, This is Neurotic!

Perjalanan Bertahan Hidup Paniki Hate Light

Tentang Lagu-Lagu Lugu Bebas Unduh

Kesepakatan Guruh Gipsy dalam Kepekatan

Delapan Titik Akhir Foo Fighters