Foto: Ahmad Aufar Tahir 

Keberhasilan, apapun bentuknya, tentu menarik untuk diperhatikan. Tak melulu tentang keberhasilan mengenai hal-hal besar, namun sesuatu yang sederhana justru seringkali mampu menjadi sesuatu yang luar biasa. Salah satunya adalah pentas seni sekolah atau biasa dikenal dengan pensi.

SMA Negeri 11 Makassar yang juga akrab disebut SMANSES Makassar adalah salah satu yang terbilang rajin menggelar pensi. Tahun ini, mereka menggelar The Incredible Day pada 11 Februari 2017. Tanggal yang sangat cantik untuk menggelar acara pensi bagi teman-teman Smanses. Pensi The Incredible Day  dilaksanakan oleh Verons 2017 sebagai nama kepanitiaan yang seluruhnya diisi oleh anak-anak kelas XII SMA yang terletak di Jalan Let. Jend. Mappaoddang No.66 tersebut.

Dalam pensi ini, saya melihat ada sesuatu yang tidak biasa dari pensi-pensi yang sering diadakan khususnya di Kota Makassar. Terkhusus saat melihat penampil The Incredible Day yang mendatangkan Surgir, Kapal Udara, dan The Vondallz sebagai penampil utama tuan rumah bersama The Adams, Tiga Pagi, dan Senar Senja sebagai musisi dari luar kota Makassar. Pensi ini jauh atau bahkan tidak berdistorsi sama sekali. Hal ini berdasar dari pengalaman saya melihat beragam pensi sekolah di kota Makassar yang identik dengan musik keras.

Saya tiba di venue Smanses The Incredible Day pada pukul 18.30 WITA. Acara belum mulai hingga 30 menit kemudian. Saya memutuskan untuk melihat-lihat pameran seni kecil yang dibuat oleh anak-anak SMA Negeri 11. Mulai dari kerajinan tangan daur ulang dari bahan plastik atau benda-benda yang tidak terpakai hingga gambar-gambar yang dipajang dekat pintu masuk menuju panggung. Selain memajang karya kerajinan tangan, mereka juga mengundang ilustrator Halim dari Victim Art untuk memamerkan hasil ilustrasi yang dibuatnya.


Pada pukul 20.00 WITA, MC The Incredible Day akhirnya membuka pensi yang kemudian disusul oleh pertunjukan tari tradisional oleh siswi-siswi SMA Negeri 11 Makassar. Surgir sebagai penampil pertama yang naik ke panggung. Mengusung musik instrumental, Surgir dengan lagunya langsung menyejukkan suasana yang kemudian sedikit dihangatkan oleh The Vondallz sebagai penampil selanjutnya. Mantra ajaib dari MC yang mengatakan “semakin malam akan semakin ramai” tampaknya bekerja. Mengusung musik akustik sebagai senjata pamungkas, Kapal Udara tampil memukau dan berhasil menarik perhatian pengunjung.

Yusri Febrizal, gitaris Surgir di The Incredible Day Verons 2017.

The Vondallz saat tampil di Incredible Day 2017.

Kapal Udara ketika tampil di The Incredible Day Verons 2017.

Di sela-sela acara berlangsung, saya bertemu dengan Pak Fahrim, guru seni di SMA Negeri 11 Makassar. Anak-anak Smanses patut berbangga punya seorang guru dengan pemikiran sangat terbuka sekaligus kritis seperti beliau. Percakapan kami mengobrolkan The Incredible Day yang sedang berlangsung. Pensi yang diadakan tahunan ini menurut beliau untuk mengajarkan secara tidak langsung kepada siswa-siswi yang terlibat untuk bekerja sama dan bertanggung jawab.

“Bukan cuma itu, Nak, mereka juga pasti bisa merasa bagaimana susahnya cari uang (untuk event ini), dan cara mereka menjaga nama baik sekolah dengan pihak luar (sponsor),” kata Pak Fahrim kepada saya. Beliau sendiri juga memaklumi kekurangan-kekurangan yang terjadi untuk pensi ini. Salah satunya, sesama panitia masih perlu berkoordinasi satu sama lain. Seperti hal yang saya alami sampai acara berakhir, saya tidak juga memegang ID Card sebagai media partner setelah saya menanyakan hal tersebut kepada tiap panitia yang saya jumpai. Kembali ke percakapan bersama Pak Fahrim, beliau juga peka dengan masih minimnya karya seni siswa yang dipamerkan dalam pensi kali ini.

Perhatian saya pun kembali ke panggung setelah percakapan tadi. Duo Senar Senja sebagai bintang tamu yang tampil pertama tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat penonton kaum hawa menjerit bukan hanya karena tampang yang oke, namun musik yang mereka mainkan juga pas mantap bagi pengunjung, khususnya bagi perempuan yang hadir. Lagu Bersenjagurau yang mereka bawakan dengan petikan dawai gitar akustik yang mendayu-dayu merdu dan berhasil membuat beberapa pengunjung ikut bernyanyi bersama. Sama halnya dengan Tiga Pagi yang berhasil menghipnotis pengunjung dengan harmonisasi yang luar biasa antar tiap string section dan membuat suasana panggung terasa kembali ke era 1950-an hingga 1960-an dengan lagu-lagu dari album Roekmana’s Repertoire yang mereka bawakan. Epik!

Duo akustik Senarsenja di The Incredible Day Verons 2017.

Febry Rufiandhy dari Senarsenja di The Incredible Day Verons 2017.

Tigapagi yang membius dengan musik akustiknya di The Incredible Day Verons 2017.

The Adams dari Jakarta, kuartet yang mengusung power pop menjadi penampilan yang ditunggu-tunggu. Tidak tanggung-tanggung, rata-rata pengunjung yang hadir saat itu ikut bernyanyi bersama. Bagaimana tidak, lagu-lagu yang dibawakan oleh band ini adalah lagu-lagu hits milik mereka, seperti Selamat Pagi Juwita, Konservatif, Glorious Time sebelum  Ario cs. pun menutup penampilannya dengan Halo Beni dari album V2.05.

Ario Hendarwan, vokalis/gitaris The Adams di The Incredible Day Verons 2017.

Pandu Fathoni dan Saleh dari The Adams sukses membuat koor penonton bernyanyi bersama di The Incredible Day Verons 2017.

Melihat antusias para penonton The Incredible Day, saya pun merasakan bahwa pengunjung yang datang pada pensi kali ini mengerti dan paham betul akan apa yang mereka akan saksikan. Hal senada juga dikatakan Suwandi, seorang penonton kepada saya saat mengobrol bersamanya setelah pensi ini diselenggarakan. Menurutnya, orang-orang yang datang memang mengerti musik yang ditampilkan dalam The Incredible Day dan dia sendiri memang mau menikmati penampilan musik dari The Adams yang baru sempat tampil lagi di Makassar.

Penonton The Incredible Day yang antusias menyaksikan hingga merapat ke pagar barikade.

Selain itu, event The Incredible Day sendiri menurut saya akan menjadi lebih incredible jika venue dan panggung di-set dengan lebih sederhana dan tanpa barikade. Tujuannya, agar para penampil dan penonton bisa lebih intim dalam menikmati musik yang disajikan. Secara keseluruhan, The Incredible Day berhasil diselenggarakan oleh siswa-siswi kelas XII Smanses ini yang erat dengan kinerja panitia yang boleh dikatakan cukup apik. Saya pun berharap pensi The Incredible Day bisa menjadi ruang belajar berkelanjutan bagi teman-teman Verons 2017 selepas acara ini. Mengingat pentas seni sekolah berhasil digelar dengan baik apabila lebih banyak lagi penampilan dan karya seni para siswa sekolah. Teruntuk teman-teman Verons 2017, kalian luar biasa!