Ilustrasi: Cautsar Kahvy ( @cautsarkahvy )

The Joeys, grup musik yang mengusung british pop sejak tahun 2005 ini sangat dikenal dengan lagunya “Beautiful Love” di kalangan penikmat musik di Makassar. Nama The Joeys pun makin berkibar setelah mengikuti ajang Indiefest tahun 2009 dan diundang tampil di berbagai panggung musik di Makassar. Selepas merilis album “I Sing A Song for You My Beautiful Love” pada tahun 2012 dalam format cakram padat dan mendapat cobaan karena gitaris memutuskan hengkang, The Joeys pun mantap dengan formasi terkini yaitu Ica (vokal/gitar), Reynold (keys/synth), Ari (bass) dan Adi (drum).

Setelah mengetahui informasi dari penyelenggara Musik Hutan bahwa The Joeys telah dipastikan tampil di Musik Hutan 2015, tanggal 28-30 Agustus mendatang, Revius pun mengajak The Joeys berbincang-bincang seputar inspirasi bermusik, membuat kisah perjalanan The Joeys dalam komik dan tentunya persiapan untuk tampil di Musik Hutan 2015.

Setiap manusia selalu punya alasan untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Saya penasaran apa alasan kalian bermusik? kenapa tidak main bola saja, misalnya. hehehe.

Seandainya Syamsul Chaeruddin mengajak  main bola pada saat itu mungkin kami jadi pemain bola hehehe.

Bila boleh bertanya ke setiap personil The Joeys. Bisa diceritakan momen jatuh cinta kalian pada musik? (Misalnya karena dengar kaset The Beatles milik bapak, atau karena lihat video klip Nirvana, dsb)

Ari: Saat SMP melihat video clip Oasis yang “Don’t Look Back in Anger”, di situ saya jatuh cinta.
Adi: Waktu itu saya melihat konser Metallica di VCD tetangga.
Ica: waktu mendengar lagu Aerosmith yang “I Don’t Wanna Miss A Thing”
Reynold: dicekoki lagu The Beatles oleh ayah.

Di laman Reverbnation The Joeys, kalian bilang begini “the band started as an college project by Icha (vox & guitar), Dhika (lead guitar & vox), Bagoes (bass), and Renold (drums). We were accidentaly-formed on January 2005 in Makassar, with no intention to be a full-time band.” Bisa diceritakan bagaimana proses “kecelakaan” yang menghasilkan band The Joeys itu?

Pada saat itu Ica (vocal & guitar) membentuk band bersama Reynold (drum) untuk merekam  sebuah lagu untuk dimasukkan di radio dan tidak ada niatan untuk manggung. Kemudian muncul ide untuk membuat sebuah band karena sayang kalau kita cuma punya materi tapi  tidak tampil di depan orang banyak. Kemudian Ari/Bagoes (bass) yang merupakan teman sepergaulan Reynold mengajak untuk bergabung, lalu Andrew (eks-gitar) datang bergabung.

Itulah awal terbentuknya D’JOEYS (sebelum berganti nama menjadi THE JOEYS), seperti cinta, band juga terkadang memiliki cobaan dan rintangan. Setelah mengikuti event indie pada tahun yg sama terjadi pergantian personil di mana Andrew diganti oleh Andika (gitar). Setelah beberapa tahun THE JOEYS merasa membutuhkan instrumen tambahan yang menurut kami masih jarang pada waktu itu maka terjadi pergeseran posisi di mana Reynold yg awalnya main drum beralih ke synth. Kemudian dipanggil-lah Adi (drum) untuk mengisi posisi drummer yang ditinggalkan oleh Reynold.

Sejak saat itu kami berlima berjuang di jalur indie Makassar di mana pada tahun 2009 kami mengikuti audisi band Indiefest dan kami terpilih mewakili Makassar. Alhamdullah pada saat itu kami menjadi finalis yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami berlima. Setelah beberapa kali tertunda akhirnya pada akhir tahun 2012 album pertama kami I Sing A Song for You My Beautiful Love rilis. Dan seperti kami sebutkan sebelumnya, band itu seperti cinta dan pada tahun yang sama kami mendapat cobaan di mana Andika hengkang. Maka sejak tahun 2013, THE JOEYS beranggotakan Ica (voc + guitar), Ari (bass), Reynold (synth) dan Adi (drum) yang bertahan sampai saat ini.

Pada 2012 lalu, The Joeys merilis album “I Sing A Song for You My Beautiful Love”. Sekarang tahun 2015, adakah rencana untuk merilis album lagi? Bila ya, bagaimana progresnya sejauh ini?

Rencana untuk merilis album sudah ada, saat ini kami sedang dalam proses pengumpulan materi.

Apa tantangan terbesar kalian dalam bermusik? 

Waktu.

Anyway, tahun 2014 lalu saya membaca buku Topongoro, Sakit Hati Jiwa Sebelah, dan menemukan nama vokalis The Joeys sebagai komikus/ilustrator di buku tersebut. Ada rencana untuk membuat kisah perjalanan The Joeys dalam bentuk komik? Saya pikir itu bukan ide buruk. hehehe.

Ica: setelah menjadi ilustrator topongoro, ada rencana untuk membuat sebuah tokoh sendiri. Ide untuk mebuat komik perjalanan THE JOEYS sepertinya bagus juga. Ditampung yah, hehehe

Bagaimana pendapat kalian tentang perkembangan skena musik Makassar?

Perkembangan musik di Makassar sudah mulai mencoba untuk membangun sesuatu yang beda, mungkin itu bisa dipertahankan dan semoga musik di Makassar bisa lebih baik

Bisa disebutkan 1 atau 2 band Makassar yang kalian sukai? dan kenapa kalian menyukai mereka?

Ari : The Hotdogs, karena merupakan salah satu band indie Makassar yang saya jadikan panutan.

Adi : Loe Joe, karena band yang punya nama besar di Makassar, berprestasi, dan semua personilnya sangat rendah hati.

Ica : Tabasco dan 51st Avenue, musiknya keren!

Reynold : Sexpunk!

Band apa yang kalian dengarkan secara obsesif selama sebulan terakhir?

Ari : Navicula.
Adi : Coldplay.
Ica : Foxygen, album 21st Century Ambassadors of Peace & Magic.
Reynold : The Smiths.

Apa pendapat The Joeys tentang event Musik Hutan?

Salah satu event musik yang paling keren dalam 2 tahun terakhir.

Foto: The Joeys

Sumber foto: Dok. The Joeys

Secara sederhana, Musik Hutan adalah event yang mencoba mengawinkan konser musik dan kampanye menjaga lingkungan. Pertanyaan saya, dan harus dijawab jujur, kapan terakhir kali kalian buang sampah sembarangan? hahaha.

Ari : sudah lupa kapan buang sampah sembarangan hahahaha

Adi : kemarin, khilaf hehehehe

Ica : jujur sy tidak pernah buang sampah sembarangan

Reynold : sudah lupa

Menurut The Joeys, kira-kira kenapa, kita dan banyak orang lain masih “hobi” buang sampah sembarangan?

Karena mindset. Sebagian orang masih pikir kalau buang sampah “kecil” seperti puntung rokok di sembarang tempat tidak berpengaruh pada lingkungan. Mungkin nda ngaruh ji kalau cuma satu orang, tapi kalau 1000 atau 1.000.000 orang berpikiran yang sama? Hehehe.

Kembali ke Musik Hutan, bagaimana konsep penampilan The Joeys di Musik Hutan nanti?

Wait and see saja, hahahahaha

That’s all, guys. terima kasih. Sukses terus buat The Joeys, kami tunggu karya-karya terbarunya.

Sama-sama.

Untuk info lebih lanjut tentang The Joeys, silakan follow @thejoeysband atau korespondensi langsung via e-mail fachrihusein@gmail.com.

INFO terkait reservasi, daftar penampil, atau pemesanan merchandise Musik Hutan 2015, bisa anda temukan di  @musikhutan atau Facebook fanpage “Musik Hutan” dan musikhutan.com


Musik Hutan official Account


Baca seri wawancara dengan penampil Musik Hutan 2015 lainnya

Theory of Discoustic: “Musik Hutan adalah Salah Satu Perhelatan Musik yang Paling Serius Digodok”

Ska With Klasik: Sadar Lingkungan Mulai dari Diri Sendiri

Hollywood Nobody: Musik & Hutan are The Best Gifts

Text-to-speech function is limited to 100 characters