Setali tiga uang dengan menulis lagu yang bagus, membuat sebuah album kompilasi itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak pertimbangan matang yang perlu dilakukan dalam membuat kompilasi lagu. Mulai dari menentukan repertoar yang sesuai dengan tema kompilasinya hingga hal teknis seperti proses mixing dan mastering yang harus merata. Ditambah lagi, apabila album kompilasi memuat band dan lagu dari genre yang berbeda, maka perlu kesabaran ekstra dalam memilahnya. Selain itu, kehadiran album kompilasi menjadi arsip yang nyata, juga menjadi corong merawat ingatan oleh generasi masa depan.

Salah satu album kompilasi yang saya dengar baru-baru ini adalah Celebes Extreme Musick Compilation. Sebuah album kompilasi yang memuat 30 band ekstrem dari 11 kota di Pulau Sulawesi. Album kompilasi yang dirilis berbentuk cakram padat ini dicetuskan oleh Nchoz dari Venomous Merch, sebuah usaha distribusi album dan merchandise musik di Wonomulyo, Sulawesi Barat. Semakin istimewa–yang juga baru saya tahu belakangan, Celebes Extreme Musick Compilation ternyata dirilis spesial bertepatan dengan Record Store Day di Makassar pada 23 April 2016 lalu.

30 band yang termuat di kompilasi ini menawarkan beragam genre dalam cakupan musik ekstrem dengan total durasi 84 menit. Mulai dari genre death metal, black metal, thrash, hardcore hingga grindcore/crust punk siap membuka wawasan baru dalam mendengarkan musik ekstrem dari Pulau Sulawesi. Keunikan lainnya yang bila diamati secara rinci adalah track list album kompilasi ini disusun secara abjad berdasarkan nama band.

Urutan secara abjad berdasarkan nama band menjadikan keunikan tersendiri bagi Celebes Extreme Musick Compilation.

Urutan secara abjad berdasarkan nama band dalam penentuan track list menjadikan keunikan tersendiri bagi Celebes Extreme Musick Compilation.

Untuk album kompilasi ini, saya berkolaborasi dengan Achmad Nirwan dalam membahas lagu per lagu. Achmad Nirwan membahas 15 belas lagu pertama dan saya membahas selanjutnya. Dan tentu saja, catatan-catatan mengenai kompilasi ini sebagai berikut.

Achmad Nirwan

Saya lupa kapan waktu tepatnya di penghujung tahun 2015, Nchoz menghubungi saya perihal kompilasi ini telah selesai dan siap untuk disebarkan. Setelah lama tidak mendengar kabarnya, akhirnya saya bisa melihat wujud fisik albumnya yang diberikan langsung oleh Nchoz di Record Store Day Makassar pada 23 April 2016 lalu. Menurut Nchoz, Venomous Merch baru mencetak sebanyak 100 CD untuk edisi pertama kompilasi ini.

Setelah mendapatkan albumnya di tangan, saya mungkin termasuk orang-orang yang bergidik saat mengamati cover artwork kompilasi ini. Cover artwork yang dibuat Zien dari Rotten Art sukses menginterpretasikan suasana ekstrem yang bakal menyeruak ke dalam kuping sekaligus mengetik kata “se666an” atau “sick artwork!” sebagai bentuk apresiasinya.Tulisan Celebes Extreme Musick Compilation di bagian bawah cover artwork pun tidak muluk-muluk. Cukup menggunakan font type yang sederhana dalam melengkapi sebagai keterangan.

Daftar 30 band yang termuat dalam kompilasi ini juga dilengkapi dengan foto dan logo serta info media sosial dan narahubung setiap band pada bagian sleeve dalam. Walau layout bagian sleeve dalam serupa dengan album kompilasi musik ekstrem kebanyakan yang saya lihat, namun layout kompilasi ini dibuat dengan apik Herry SIC dari dari LostInChaos Mediazine.

Saya pun salut dengan proses merangkum lagu-lagu dari 30 band ini yang mesti dilalui oleh Nchoz dan timnya. Seringkali saya melihat promosi untuk album kompilasi ini wara-wiri di linimasa Facebook. Baiklah, berikut ulasan saya untuk 15 lagu pertama dalam kompilasi ini.

1. Accidental Killing (Makassar) – Seruan Senjata

Kompilasi dibuka oleh gempuran Seruan Senjata dari Accidental Killing yang merupakan kuartet hardcore asal Makassar. Lagu yang juga termuat dalam album terbaru mereka bertajuk Strike Back, Fight Back. Lagu ini mengingatkan saya pada band-band hardcore asal New York seperti Sick Of It All, Madball atau Agnostic Front dengan distorsi gitar yang kasar dan kotor, siap menghajar kupingmu tanpa henti dengan durasi lagu hanya 1 menit 41 detik ini.

2. Anatomy (Makassar) – Organ Tanpa Darah

Saya pernah menyaksikan Anatomy tampil live di Garage Live Music Vol. 2 pada tahun 2015. Mereka membawakan lagu ini tanpa ampun dengan kerapatan blast beat yang rapat dan mantap! Ketika mendengarkan lagunya di kompilasi ini, saya kembali teringat ‘kebrutalan’ mereka pada waktu itu. Tidak bisa dipungkiri jika Anatomy konsisten untuk berkarya, mereka bisa membuat sejarah baru di kancah musik ekstrem Indonesia.

3. Anti Virus (Gorontalo) – Father Of The Gods

Menyaksikan Anti Virus secara langsung di panggung Rock In Celebes 2015 lalu, tak ada bedanya dengan mendengarkan lagu mereka, Father of Gods yang termuat dalam kompilasi ini: cepat,ganas dan melodius! Salah satu lagu brutal death metal yang dinamis dengan mengaduk segala rupa teknis brutal death metal di dalamnya.

4. Bentrox (Makassar) – Kau Pecundang

Saya langsung terhenyak ketika mendengarkan Kau Pecundang dari Bentrox ini. Cukup dengan 59 detik, Bentrox membawa saya pada crust/grind  punk yang berteriak lantang dan lugas. Sempat terlintas pula di kepala dengan nuansa aransemen ala Discharge dan Pig Destroyer sedang beradu di dalam lagu ini.

5. Durhaka (Manado) – Black God Crusher

Mendengarkan Black God Crusher oleh Durhaka yang menderu tanpa henti dan begitu rapi, langsung mengingatkan saya pada musisi symphonic black metal lainnya, seperti Dimmu Borgir dan Ihsahn dengan Emperor-nya. Dan benar saja, Durhaka yang merupakan salah satu veteran untuk musik ekstrem ini dari Manado yang memberikan nuansa black metal tersendiri dalam kompilasi ini.

6. Eksekutor Mutilasi (Bone) – Bajoe 1998

Bajoe 1998 dari Eksekutor Mutilasi ini menawarkan warna black death metal dengan membaurkan slam dan teknik vokal guttural. Dengan intro yang tanpa basa-basi dapat memantik semangat crowd untuk membuat sebuah moshpit yang liar. Walau saya belum pernah melihat mereka tampil secara langsung, saya percaya penampilan mereka sama-sama ganasnya dengan penampilan Critical Defacement atau Gorgasm di atas panggung.

7. Fast Or Die (Makassar) – Dictator Is Dead

Sesuai dengan namanya, Fast or Die dari Makassar juga membawakan Dictator Is Dead secepat mungkin, hanya 46 detik saja! Seperti halnya Bentrox, crusty/grind punk yang liar menjadi andalan dari Fast or Die dalam melontarkan hujatan untuk para megalomaniac.

8. Fisick Down (Makassar) – Partai Sakit Jiwa

Kuartet musik asal Makassar ini menggeber lagunya dengan membaurkan death metal dengan berbagai elemen musik ekstrem lainnya mulai dari slam hingga thrash metal. Walau saya kurang mampu mendengarkan lirik yang diucapkan sang vokalis, dari segi aransemen sudah cukup menyampaikan kemuakan yang terdalam mereka tentang kejiwaan yang dialami oleh partai-partai politik masa kini.

9. From Hell To Heaven (Gorontalo) – Vicious Cycle

Nuansa symphonic metalcore bernaung dalam lagu Vicious Cycle dari kuintet musik ekstrem dari Gorontalo ini. Synthesizer yang beradu dengan distorsi gitar yang low-tune dari awal hingga akhir lagu menjadi penanda yang paling mudah saya ingat dari lagu ini. Teriakan Adezta, vokalis dan satu-satunya personil perempuan, membuat saya teringat pada Arch Enemy, Eyes Set to Kill dan Lacuna Coil saat mendengarkan lagu ini.

10. Frontxside (Makassar) – Revolusi

Kuartet hardcore asal Makassar ini mengirimkan Revolusi untuk dimuat dalam kompilasi ini. Lagu yang juga termuat dalam album pertama Selftitle EP ini berteriak lantang tentang kritik sosial dalam keragaman, persatuan dan kesetaraan untuk kehidupan. Dari lagu ini pula tampak menjadi penghubung semangat Frontxside dalam menghadirkan UNITEDASONE sebagai single anyar pada tahun ini.

11. Garis Miring (Kolaka) – Kota Mati

Pasukan grindcore dari Kolaka ini datang membawa Kota Mati yang diselumuti dengan distorsi kotor serta grinding tanpa henti. Betul-betul gila! Walau saya tidak menyukai hasil output lagunya, saya yakin Garis Miring bisa memproduksi dengan sound yang lebih baik untuk karya mereka berikutnya.

12. Guantanamo (Soppeng)Laksana Mesin Perang

Permainan gitar kembar yang melodius dalam Laksana Mesin Perang langsung hingga di kepala saya. Sentuhan metalcore ala Killswitch Engage maupun Kapital membaur kental dalam lagu yang berenergi. Dengan lagu ini, kuintet metalcore asal kota Kelelawar ini sangat potensial bisa tampil di berbagai panggung musik ekstrem nasional bahkan mancanegara.

13. Guillotine (Manado) – Potongan Tubuh Tanpa Kepala

Band death metal asal Manado yang termuat dalam kompilasi tidak hanya Durhaka saja. Guillotine hadir menyuguhkan Potongan Tubuh Tanpa Kepala dengan Brutal Death Metal dengan sentuhan slamDrum blasting dan vokal dengan teknik guttural tanpa henti dari awal hingga akhir lagu membuatnya semakin mencekam.

14. High Voltage (Makassar)Misantrophy

High Voltage menaikkan luapan voltase kompilasi ini dengan Misantrophy yang menghajar tanpa ampun. Grinding yang memukau dan progresif dalam lagu ini juga membaurkan berbagai genre ekstrem lainnya, seperti hardcore, punk, thrash metal bahkan death metal. Formula musik High Voltage yang beragam juga bertambah gahar dalam lagu ini seiring dengan perjalanan band yang mengusung grindcore sejak 2001.

15. Kemenyan (Makassar) Neraka Pendosa

Lagu berikutnya pada album Celebes Extreme Musick Compilation ditempati oleh Kemenyan. Pasukan neraka dari Makassar dengan lagunya yang berjudul Neraka Pendosa. Kesan gelap yang disampaikan lewat lirik, musik, serta drum yang memakai blastbeat dengan pola yang rapi ala Death Metal, serta komposisi musik yang lebih condong ke arah Swedish juga Norway Black Metal.

Brandon Hilton

Setelah diuraikan dengan lengkap oleh Achmad Nirwan, saya membahas lagu-lagu selanjutnya yang termuat dalam kompilasi ini.

16. Killer Instinct (Makassar) – Tangisan Jiwa Kelam

Dengan Tangisan Jiwa Kelam, Killer Instinct kembali menghajar kuping dan isi kepala dengan grinding yang paling cadas dan distorsi dengan keluaran yang mantap. Semakin mempertegas lagu ini sangat menggambarkan nuansa yang ekstrem untuk kompilasi ini. Killer Instinct memang mempunyai insting pembunuh yang akut dengan lagu ini.

17. Mesum (Kolaka) – Aco (Anjing Coklat)

Selanjutnya Mesum asal Kolaka lewat lagunya ACO (Anjing Coklat) menggempur gendang telinga. Harus dikatakan band ini pintar menyembunyikan pesan, kritik, dan protes keras dibarengi dengan gemuruh death/grind yang mengalun deras.

18. Nightfury (Makassar) – Tetaplah Tak Bernyawa

Nightfury, unit Metalcore yang liar asal Makassar ini menyambut dengan lagunya yang berjudul Tetaplah Tak Bernyawa. Sekilas karakter vokal yang dengan teriakan yang kuat terdengar mirip dengan Vicky Mono dari Burgerkill. Breakdown yang diselip dan dimainkan sedemikian rupa juga tidak lupa clean vocal yang rapih membuat band ini semakin berat saja.

19. Pakarxserang (Makassar) – Resistance Culture

Berisik, keras, dan tidak macam-macam. Begitulah gambaran yang diberikan Pakarxserang asal Makassar yang disuarakan lewat Resistance Culture yang mendiami tempat ke-19 di album Celebes Extreme Musick Compilation. Nuansa hardcore punk dan crust/grind mendominasi dalam aransemen lagu ini.

20. Pathogenic Bacteria (Kolaka) – Gorging Pussy Mutilation

Pathogenic Bacteria, unit Slam asal Kolaka menghantam dengan Gorging Pussy Mutilation. Dibuka dengan suara orang yang seakan dimutilasi hidup-hidup dengan mesin pemotong kayu. Lalu, terdengarlah teknik vokal pig squeal yang kental bersama dengan permainan gitar, bass, dan drum yang juga membabi buta dengan blast beat-nya. Memantik para pendengarnya untuk membuat moshpit yang besar yang diisi oleh headbangers dan maniak-maniak musik keras.

21. Psychoneurotic Conspiracy (Toraja) – Eternal Damnation

Toraja has created the nastiest Slam Band ever called Psychoneurotic Conspiracy! musik slam yang dipadukan dengan permainan organ, solo gitar dan bass yang rapat, juga blast beat yang menggempur habis-habisan. Band slam yang satu ini menempati urutan ke-21 di album Celebes Extreme Musick Compilation.

22. Psychotix (Mamuju) – Korban Perpisahan

Tempat berikutnya diisi oleh Psychotix unit Metalcore asal Mamuju dengan lagu andalan mereka, Korban Perpisahan. Musik Metalcore yang dibuka dengan permainan gitar, bass, dan drum yang cepat lalu kembali dimainkan secara agresif, tak lupa melodi gitar yang apik dan tentunya breakdown!

23. Puting Beliung (Makassar) – Save The Humanity

Puting Beliung asal Makassar merusuh dengan Save The Humanity! Mengusung musik Grindcore dengan memadukan Growl yang tidak terlalu rendah dan teriakan yang terus meracau akan bobroknya kemanusiaan sekarang ini, membuat band ini layak untuk masuk Celebes Extreme Musick Compilation.

24. Rascal (Palu) – Pertikaian

Unit Metalcore asal Palu yang bernama Rascal dengan lagunya yang bertajuk Pertikaian. Dibuka dengan permainan gitar yang terdengar kelam, lalu disambut teriakan sang vocalis yang mendekati vocal khas ala Black Metal, band ini juga memasukkan clean vocal dan melodi memberikan warna tersendiri pada album ini.

25. Sombaside (Gowa) – Sound Of Resistance

Where are the hardcore kids at?! Sombaside unit hardcore asal Gowa ini yang menjadi band berikutnya yang meriuh dengan Sound Of Resistance. Cepat, liar, dan penuh semangat! Begitu yang digambarkan lewat lagu mereka.

26. Speed Instinct (Makassar) – Order Out Of Chaos

Berikutnya! Ada Speed Instinct di tengah gempuran distorsi dan blast beat yang bergemuruh di Celebes Extreme Musick Compilation, unit Alternative Rap-Rock asal Makassar ini memberikan sesuatu yang sangat berbeda dengan lagu mereka yang berjudul Order Out Of Chaos! Lirik yang mengkritik bersama distorsi heavy metal ala Rage Against the Machine yang seolah memprovokasi. Ha!

27. Stepdown (Makassar) – This Is My Way

Stepdown sebagai band hardcore asal Makassar bergemuruh! Memainkan musik yang terdengar cepat, liar, dan penuh semangat lagu This Is My Way milik mereka terdengar sedikit ada perpaduan antara punk dan di dominasi oleh hardcore semakin asik untuk mengusik keheningan ditambah beatdown yang cukup membuat mosh pit yang ganas!

28. Terdakwa (Makassar) – I Hate Police

Oi oi! Punkers asal Makassar yang tergabung dalam Terdakwa ini melontarkan protes keras atau bahkan bisa dibilang kebencian mereka terhadap aparat tanpa ragu dalam lagu mereka yang berjudul I Hate Police.

29. Teriak Mati (Makassar) – Asocial

Singkat, padat, berisik! Teriak Mati adalah band punk yang mendekati crust/grind asal Makassar ini hanya membutuhkan 28 detik untuk merusuh dengan lagu mereka yang berjudul Asocial.

30. Undergrace (Toraja) – Di Balik Kuasa

5 orang anak muda asal Toraja membentuk Undergrace menunjukkan taring mereka lewat Di Balik Kuasa. Terdengar di lagu ini, mereka sangat terinspirasi dari Kapital. Metalcore yang berkelas dibarengi komposisi yang apik, memadukan clean vocal dan scream pada pertengahan lagu, membuat mereka patut diperhitungkan.

***

Pada akhirnya, saya merasa sangat menyenangkan bisa mendengarkan kompilasi ini. Sebuah kompilasi yang bagus dalam memotret sebuah pergerakan musik ekstrem Sulawesi yang semakin beragam di masa kini. Kerja keras yang terbayarkan untuk Nchoz dan teman-teman Venomous Merch serta musisi yang terlibat dalam mewujudkan kompilasi ini. Sekaligus menjadi salah satu referensi yang diperbarui dalam perkembangan musik ekstrem untuk generasi selanjutnya. Mengutip Herry SIC dalam ulasannya untuk album ini di LostInChaos Mediazine, “ada banyak sejarah ditancapkan dari sini.”

Untuk informasi yang lengkap untuk pemesanan album kompilasi ini, bisa mengunjungi www.celebesextrememusick.16mb.com atau menghubungi @blastingnchoz dan @venomousdistro.

*Foto merupakan dokumentasi dari penulis


Baca tulisan lainnya

Kegelapan yang Bersambut

Mengarungi Kegelapan yang Bernyawa

Meneruskan Konsistensi di Jalur Musik Metal

Selebrasi Monumental dan Sentimentil di Penghujung April

Menerawang Lebih Dalam, Menuju Sisi Gelap Manusia

Kumpul di Timur: Lebih dari Sekedar Berkumpul