Foto: M. Farid Wajdi ( @aiwajdi )

Melismatis akhirnya memberi kabar terbaru tentang album kedua mereka, Semesta dan Rupa Pesona. Septet ensembel independen asal Makassar ini memulainya dengan mengunggah video proses pembuatan album tersebut di kanal Youtube resmi mereka pada hari ini.  Video yang berdurasi 14.12 menit ini menceritakan proses pengerjaan album kedua Melismatis dengan format double album yang dikerjakan selama tiga tahun terakhir. Proses perekaman album dilakukan secara berdikari oleh Melismatis dengan melibatkan Arga dari Ska With Klasik dan Agus dari Terts hingga Shinta Febriany dan Abdi Karya dari penggiat teater. Berikut video pembuatan albumnya yang dimulai pada akhir tahun 2012 hingga akhir 2015 pada di beberapa lokasi yang berbeda.

Walau tanggal perilisan albumnya masih belum pasti, album kedua yang berisi 16 lagu ini tentu mengundang ekspestasi besar para pendengar mereka. Beberapa lagunya sering dibawakan dalam setiap penampilan panggung mereka selama tahun 2014 hingga 2015. Simak pula ulasan penampilan Melismatis dalam Bunyi-Bunyi Perhalaman edisi ke-delapan di sini.

Melismatis yang terbentuk sejak tahun 2006 telah merilis album penuh perdana, Finding Moon pada bulan Desember 2011. Perilisan album perdana ini turut disertai dengan tur konser di Jakarta, Bandung, Jatiwangi, Bali, Jogja, dan beberapa kota di Sulawesi seperti Manado, Toraja, Gorontalo, Palu, Kendari, Pare-pare, dan Makassar dalam rangkaian tur Riuh Berderau.

Selain merilis video pembuatan album pada hari ini, Melismatis juga merilis dua lagu yang akan dimuat dalam Semesta dan Rupa Pesona. Mata Tertutup dan Bahkan Langit pun Tersanggah dipilih untuk perkenalan dari album kedua ini. Kedua lagu tersebut sudah bisa didengarkan dari akun resmi SoundCloud mereka.

Mata Tertutup adalah lagu yang menceritakan tentang keyakinan pada sesuatu yang tidak tampak wujudnya. Pada keyakinan itu, disandarkannya seluruh apa yang ada dalam hidupnya, hingga telah bertumbuh harapan-harapan kebaikan untuk hidupnya tentang saat ini dan masa nanti. Berikut lirik lagunya.

Mata Tertutup

Awalan jua tundukkan luka
Semu semilir decakkan suka
Dan mata agung bersimbah tuntunlah lara

Aksara terdengar bisikkan tubuhku yang seharusnya tak membisu
Harum kan menyerbak disekitar ratapku menakar rendah diriku
Beri tanah surya menjadikannya utuh, menjadikannya utuh

Gelap kan berujar kala senja tak mengakar
Tanah kan bertitah mana kala tak berbalas
Riam kan menjama kelak sampai kau terbenam
Terik kan menerjang, keluh sanak kan membentang

Dan kaupun menerang benderang
Dan terus meninggi, kian meninggi
Dan kaupun menyelami sembah
Dan terus meninggi, kian meninggi

Sedangkan Bahkan Langit pun Tersanggah adalah adaptasi cerita dari salah satu episode tumbangnya pohon Welenreng dalam kitab bugis ‘I La Galigo’. Lagu yang berdurasi 4.45 menit ini mengangkat cerita episode tersebut menceritakan sebuah pohon besar yang berdiri tegak di pusat bumi, 300 depa lebarnya, 7000 depa panjangnya, dan 500 tangkai besarnya, bahkan rantingnya yang menyanggah langit.

Pohon Welenreng ditebang demi memenuhi ambisi Sawerigading yang hendak membuat kayunya menjadi sebuah perahu untuk berlayar ke Alecina melamar I We Cudai. Serasa runtuh Tanah, bergetar seluruh Pertiwi, merata hutan belantara yang lebat, ditimpa pohon Welenreng itu. Tujuh kampung terbawa banjir pecahan telur burung yang bersarang di pohon itu. Suatu pagi, angin kencang membelah lautan beriringan guntur, bagai tumpah samudra. Sawerigading berdoa bersinar kembali matahari, ribuan perahu muncul berkilauan, berlayarlah Sawerigading menemui putri yang senantiasa dalam ingatannya. Seperti itulah kisah yang diangkat Melismatis dalam Bahkan Langit Pun Tersanggah.

Bahkan Langit Pun Tersanggah

Derasnya peluhmu meninggi di harapan
Merasakan perih yang teramat mendalam
Terik yang mengadu sepanjang perjalanan
Membuatmu jatuh berserak ketiadaan

Menelan waktumu tumbuhkan keresahan
Separuhmu runtuh dan pahit merasuki
Kau jatuh perlahan terlepas dari beban
Matamu memandang meresah kian mendalam

Sedalamku, Sedalammu


Baca artikel lainnya terkait dengan Melismatis

Mencari Makna Semantik Bulan Lewat Nada

Melanjutkan Perjalanan untuk Kisah Langit yang Tersanggah

Musik Memegang Peranan Penting bagi Kota

Membuka Jejak Semesta dan Rupa Pesona

Aungan Menyambut Semesta

Sepiring Piknik Musik di Akhir Pekan