Ilustrasi: Aswan Pratama ( @aswan_pratama )

Setelah minggu lalu dimulai dengan bagian 3, Undang-Undang Internasional di Masa Depan berlanjut ke bagian 1 pada minggu ini. Mari ikuti kelanjutan kisahnya.

Mr. President is a Vegan Persistently, sebuah topik utama dari sebuah e-magazine bertema politik terpampang jelas di berbagai layar 19.102 pengguna di Swiss, negara di bawah pemerintahannya. Angka pembelian majalah elektronik ini terus bertambah—saat itu Swiss memang sedang menjadi sorotan dunia atas penemuan teori fisika terbaru yang dikembangkan CERN (the European Organisation for Nuclear Research) baru diluncurkan. Ini terjadi 17 tahun sebelum Makassar berdiri menjadi sebuah daerah otonom.

Undang_Undang Internasional_3

CITIZEN, sebuah e-magazine dengan headline menggemparkan itu seketika menjadi pembicaraan di berbagai tempat. Sang Presiden mengungkapkan, kesibukannya tidak bisa memberi banyak waktu untuk berolahraga rutin. Ia hanya mampu melakukan latihan ringan dengan teknologi untuk menjaga kebugaran, dan itu tidak begitu memuaskan. Dan walaupun ia memiliki jajaran menteri dan semua orang yang bekerja di Pemerintahan untuk membantunya melaksanakan tugas, Sang Presiden hanya memiliki dirinya dan akalnya sendiri untuk memberikan keputusan yang cukup memuaskan, walau tidak untuk semua orang, setidaknya sebagian besar bisa sepakat dengannya. Presiden mengaku, karena itu ia kurang tidur. Ia harus banyak membaca buku lintas ilmu dan generasi, untuk terus membuat pikirannya terbuka. Kemudian beliau menjelaskan, ia sadar harus tetap sehat, karena ia harus terus logis, dan tidak boleh gampang sakit.

Ketika sang Presiden mengatakan, “So, I decided to become a Vegetarian”, sang Jurnalis menemukan sudut pandangnya. Seorang pemimpin berpikir untuk terus sehat demi menjaga tubuh dan akal mereka untuk memikirkan nasibmu dan seluruh keluargamu dengan menjadi vegetarian, adalah latar belakang berita repostase terbaik. Tidak hanya untuk majalah politik, tapi ini juga cerita menarik untuk majalah-majalah gaya hidup.

Sementara itu, sayuran mengalami peningkatan harga.

Media yang memulai kemudian menyebarkan segalanya, dan ia hanya mampu mendampingi topik ini bergerak. Menayangkan, menyiarkan, dan menerbitkan adalah caranya untuk terus menjaga posisi terbaik dalam setiap opini yang tercatat. Media tidak dibuat untuk menghentikan perdebatan. Diskusi semakin menarik, sebagian besar orang ternyata sudah memiliki sikap atas ini. Kemudian ini hanya soal mempertahankan apa yang mereka yakini, lalu mengajak orang lain untuk sepakat. Hanya kondisi yang mampu menjadi penentu, kubu mana yang pantas didengarkan. Setiap orang hanya dibutuhkan untuk setuju atau menolak.

Kaum vegetarian sudah selangkah lebih unggul sejak kisah soal Presiden menjadi perbincangan. Sebagian besar India sepakat, tentu saja: salah satu hewan ternak paling enak adalah binatang yang mereka anggap suci. Jepang menawarkan inovasi, sebuah perkebunan yang hampir seluruh prosesnya dilakukan secara otomatis dengan sebuah teknologi pintar. New Zealand bersikap santai, mengingat koleksi dombanya masih berguna untuk dipelihara sebagai penghasil wool kalau saja tidak ada lagi yang menginginkan dagingnya. Kaum vegetarian menyadari posisi unggul mereka, dan tidak lagi mau bertindak setengah-setengah.

4

Mereka membawa identitas vegetarian mereka kemana-mana, bahkan membangga-banggakannya lebih dari pekerjaan dan status mereka. Mereka membawanya ke rumah makan, lewat menu selektif mereka. Mereka membawanya di ruang-ruang sosial dimana mereka akan terus membicarakan betapa sehatnya hidup mereka. Mereka membawanya kepada keluarga mereka, memasak resep yang mereka pelajari dari buku-buku laris menu vegetarian. Karena mereka tahu, membawa apa yang mereka yakini dengan percaya diri mempermudah usaha mereka untuk meyakinkan orang lain.

People love positive energy.

Para ahli mulai turun tangan. Koki menjadi vegetarian, menu restorannya dirombak keseluruhan. Banyak rumah makan baru bagi vegetarian, dan pilihan yang berkurang untuk mereka yang bukan. Industri memanfaatkan tren ini, mengeluarkan produk terbaiknya, lalu beriklan secara konstan mengingatkan betapa pentingnya produk mereka. Komedian mulai membuat lelucon yang mendiskriminasi kaum non-vegetarian—tentu saja dengan balasan dari komedian non-vegetarian juga.

5

Para aktifis yang memperjuangkan nasib petani terus menerus membangun kesadaran bahwa menjadi vegetarian akan sangat membantu para petani dan keluarganya untuk mendapat kehidupan yang lebih baik walau hanya bertani dan berkebun. Mahasiswa Pertanian dan Kehutanan berusaha untuk menjadi bagian dari perayaan, bersyukur mendapat kesempatan untuk mempelajari bidang ini dan menjadi populer layaknya mereka yang bekuliah di jurusan Design, Fashion, atau komputer di masa sekarang. Hal ini berkembang cukup lama untuk segala bidang menemukan posisi terbaiknya dalam vegetarianisme.

*

Kemudian, kaum vegetarian menemukan kesempatan besar mereka.

Pembangunan yang pesat mempersempit lahan kosong bagi para hewan. Hutan yang ditebang untuk memperluas gerak manusia, mempersempit hutan—taman bermain hewan liar. Semua orang butuh rumah dan jalanan untuk menuju kemana saja, ini ancaman dan kesempatan bagi hewan-hewan jinak. Dan Vegetarian mencintai binatang—untuk sifat mereka dan bukan dagingnya, tentu saja. Cinta ini secara tidak sengaja membawa dunia pada ketengangan yang mencekam.

Kaum vegetarian menuntut bahwa semua binatang liar harus masuk kebun binatang, dimana mereka akan diurus dengan baik oleh petugas yang tidak akan teledor melewatkan jam makan, baik untuk kangguru sampai hiu. Menjaga rantai makanan tetap terkendali tanpa penyerangan, terdengar seperti ketenangan. Dan tentang binatang itu hanya menjadi tontonan, kaum vegetarian berargumen, itu baik untuk bahan belajar anak-anak—para orang tua menyukai gagasan ini. Mereka memaksa agar hutan lindung mendapat perhatian terbaik dari semua orang. Itu juga demi kelangsungan masa depan bumi—argumen yang sulit ditolak. Bagi binatang-binatang jinak, mereka mengusahakan rumah yang layak untuk mengadopsi mereka. Dan binatang ternak harus tetap di perkebunan atau di wilayah pertanian, untuk membajak sawah, memakan rumput, memproduksi pupuk alami dari kotorannya. Semua hal, kecuali untuk dijadikan sepiring sajian menggiurkan.

Dukungan terus bertambah terhadap rasa cinta vegetarian terhadap binatang—that’s what we call The Power of Love.

Banyak orang yang menyebut manusia tidak pernah puas, padahal mungkin saja manusia memang hanya sangat terobsesi pada kesempurnaan sehingga terus ingin mencapai sesuatu yang lebih. Kaum Vegetarian kembali meminta pada dunia untuk bersatu dalam kaum yang tidak mengkonsumsi daging. Perang bodoh atas nama Negara dan agama telah berakhir, dan kaum Vegetarian terus menggembar-gemborkan bahwa peperangan antara kaum mereka dengan non vegetarian akan menjadi peperangan yang lebih bodoh. Dengan semua orang menjadi Vegetarian, dunia akan menjadi satu kesatuan yang mencintai binatang bukan untuk rasanya.

2

You Can Choose Which Vegetarian You Are Comfortable With, Anyway”, sebuah artikel kembali menjadi perbincangan. Banyak yang mulai tergerak untuk menjadi vegetarian. Bagi yang belum siap menjadi vegan, mereka bisa menjadi pescatarian or anything in between. Beberapa orang malah bergabung bukan untuk memiliki standar makanan sehat yang dipercaya vegetarian, tapi karena sepakat pada banyak gerakan dan tuntutan vegetarian kepada Dunia.

*

Perdebatan yang berlangsung selama 7 tahun ini, berakhir ketika pada suatu sore, sebuah tayangan televisi yang disiarkan diseluruh dunia mengumumkan hasil rapat Petinggi Negara di Much Munch Conference (Konferensi Banyak Mengunyah).

Semua orang yang masih terbangun di Denmark tengah malam dan orang-orang di negara lain yang sedang berada pada jam tidur, menyaksikan. Pengumuman ini ditayangkan langsung dari Washington DC pada jam 5 sore. Keramaian di depan gedung dan layar televisi tertuju pada seorang lelaki di belakang podium, membaca layar tablet berwarna hitam yang serasi dengan kacamata hitam yang dikenakannya—saat itu sedang musim panas di Amerika. Semua orang hening mendengarkan setiap kata basa-basi pembuka. Lelaki itu berhenti sejenak, sebelum mengucapkan inti dari keputusan sidang Internasional ini.

Beliau melanjutkan, “Therefore, the committee agree to establish the law, for everyone to be a vegetarian. All the details would be diffused in our official website at 9 o’clock tomorrow morning. We shall not react on this decision…..”. Kata-kata beliau selanjutnya tidak lagi terdengar, tenggelam diantara sorakan ramai dari kaum vegetarian dan teriakan ketidakpuasan kaum non-vegetarian.

Selanjutnya, aturan ini bergerak tahap demi tahap, perubahan memang tidak terjadi dalam semalam. Walaupun keputusan tersebut bersifat mutlak dan harus dipatuhi. Dalam rentang waktu perwujudan Masyarakat Dunia Vegetarian inilah, Makassar memulai pemberontakannya.

Mr. President_Revius

Minggu depan, kita ikuti kisah kaum non vegetarian membalikkan keadaan, menuntut perubahan aturan. Karena dari sanalah awal dari keadaan Makassar di masa depan. Sementara menantikan Rabu mendatang, kamu mungkin bisa melatih bola mata untuk melihat ke arah yang berlainan.


Baca tulisan lainnya dari Novidia

Undang-Undang Internasional di Masa Depan (Bagian 3)

Be Like Aco

Penulis itu Seperti Hiu

Lima Warung Bakso Paling Syahdu

Ajakan Pindah Planet bagi Siapa Saja

Sembilan Kekuatan Super yang Kamu Kira Bukan

Lakukan Sendiri atau Berbagi Bersama Teman Sepermainan

Kita dan Kota Perlu Berteman dengan Lebih Banyak Taman