Setelah berhasil memijak panggung-panggung festival musik rock terbesar di Indonesia, Frontxside kembali membawa kabar yang menggembirakan. Sebuah single berjudul UNITED AS ONE resmi dirilis oleh kuartet hardcore asal Makassar yang diperkuat oleh Indhar (vokal), Rizky (drum), Wawan (gitar), dan Yuri (bass). Single ini merupakan lagu pertama yang diperdengarkan untuk album kedua mereka yang digarap sejak tahun lalu.

Bertepatan pula dengan Physical Record Fest pada 30 April kemarin, kemasan fisik single ini juga dirilis sebanyak 30 keping sekaligus untuk memperingati selebrasi istimewa Record Store Day tersebut. Uniknya, penjualan single ini bisa didapatkan cuma-cuma hanya dengan membeli merchandise resmi dari Frontxside ketika Physical Record Fest berlangsung. Karena penasaran dengan lagunya, saya pun membeli salah satu merchandise mereka dan tentu saja diberikan CD UNITED AS ONE ini.

Rilisan fisik UNITEDASONE bisa didapatkan secara gratis dengan membeli merchandise resmi lainnya dari Frontxside di Physical Record Fest. (Foto: Aswan Pratama)

Rilisan fisik UNITEDASONE bisa didapatkan secara gratis dengan cara membeli merchandise resmi lainnya dari Frontxside di Physical Record Fest. (Foto: Aswan Pratama)

Untuk kemasan CD yang hanya memuat satu lagu saja, UNITED AS ONE ini termasuk cukup bagus karena pada bagian depan sudah dihiasi oleh artwork mantap buatan Iwan Tulang. Iwan yang baru saya ketahui belakangan adalah seorang penggiat dari Serrupa, komunitas seni rupa di Palu. Indhar juga sempat mengungkapkan kepada saya bahwa artwork terbaru ini adalah jawaban dari Frontxside setelah saya mengkritik artwork album pertama mereka pada tulisan Rilisan Album Musisi Makassar di tahun 2014.

Sedangkan pada bagian belakang single diisi dengan judul dan lirik UNITED AS ONE serta credit untuk pembuatan albumnya. Judulnya cukup unik karena merupakan gabungan dari united as one ( yang juga langsung mengingatkan saya pada Aswan Pratama, seorang suporter fanatik Manchester United. UnitedAswan!). Sayangnya, dari lirik yang tertera, sempat terdapat typo pada kata survife yang seharusnya survive, kata belive yang seharusnya believe, kata affraid yang seharusnya afraid. Kalimat united us one juga muncul di bagian verse yang semestinya united as one. Sepertinya perlu diperhatikan kembali ketikan liriknya jika kemasan single ini masih ingin diproduksi.

Setelah mendengarkan lagunya berulang-ulang, saya masih merasakan semangat yang sama dan membara dalam UNITED AS ONE seperti lagu-lagu Frontxside sebelumnya, antara Pencari Kerja dan Revolusi dari segi aransemen. Tema lagunya masih tetap menyuarakan tentang keragaman, persatuan dan kesetaraan untuk kehidupan. Teriakan Indhar dalam lagu ini tetap menyalak dan sedikit mengingatkan saya pada warna vokal dari Kid D. dari Ryker’s, Toby Morse dari H20 atau Jill Van Diest dari Stepforward. Suara gitar Wawan yang lebih lebar dan garang ketika didengarkan. Permainan drum Rizky yang tertata rapi dan bertaut apik dengan betotan bass Yuri, melengkapi segala hal untuk anthem terbaru dari Frontxside ini.

Berselang satu hari setelah membeli single ini, saya dikirimkan e-mail oleh pihak manajemen mereka tentang proses pembuatan UNITED AS ONE yang ternyata memakan cukup lama, yakni dilakukan sepanjang tahun 2015. Dimulai dengan pengerjaan aransemen pada bulan Februari untuk melengkapi lagu-lagu Frontxside yang sudah ada untuk album kedua nantinya. Proses awal tracking lagu ini dimulai pada bulan September dimulai dengan proses guide yang disusun oleh Ipin Dalieson.  Tracking pertama kalinya di studio LoeJoe pada Desember dengan Sonny sebagai operator sound engineer untuk mengawal Frontxside selama proses tersebut dan selanjutnya dipercayakan kepada Oscar untuk mengemas lagu ini di proses mixing dan mastering. Proses penggarapan ini juga mengharuskan Frontxside menyewa ampli gitar dan bass di sebuah penyedia sound system untuk melengkapi kebutuhan tracking.

Proses penggarapan yang panjang tersebut, ternyata betul-betul berpengaruh terhadap kualitas lagunya. Saya mengakui kalau single terbaru Frontxside ini memiliki kualitas audio yang jauh lebih baik dibanding lagu-lagu EP sebelumnya. Salah satunya yang paling terasa bagi saya adalah suara gitar milik Wawan. Hal ini juga diungkapkan oleh Frontxside sendiri yang telah melalui proses belajar dan menerima setiap masukan dan kritikan, sehingga banyak perubahan karakter di lagu ini dibanding dengan lagu-lagu di EP pertama Frontxside. Bebunyian gitar, drum, dan bass terutama pada vokal Indhar yang direkam agar bisa ‘menendang’ gendang telinga lebih dalam lagi.

Frontxside dari ki-ka: Rizky (drum), Yuri (bass), Wawan (gitar), dan Indhar (vokal) ketika tur untuk tampil di Metalllingan Fest, Toraja.

Frontxside dari ki-ka: Rizky (drum), Yuri (bass), Wawan (gitar), dan Indhar (vokal) ketika tur untuk tampil di Metalillingan Fest, Toraja. (Sumber Foto: Frontxside)

Saya salut melihat perjuangan panjang Frontxside untuk menghasilkan lagu ini. UNITED AS ONE pantas menjadi pemandu ‘tendangan’ pertama untuk album kedua mereka yang saya sangat tunggu-tunggu kehadirannya. Walaupun begitu, saya masih berandai-andai jika saja di album kedua mereka lebih beragam dengan menghadirkan corak musik old school hardcore lainnya seperti Discharge, Black Flag, Minor Threat, atau Fugazi. Tentunya bakal lebih seru!

Oiya, UNITED AS ONE  juga akan dirilis video klipnya dalam waktu dekat ini. Selain itu, UNITED AS ONE juga sudah bisa didengar secara digital melalui akun resmi mereka di Reverbnation.

Sumber Foto: Frontxside


Simak artikel lainnya

Gelegar Pentas Musik Spektakuler di Belantara Kukar

Memijak Bumi Gerbang Raja Bersama Frontxside

Momen Panggung Musik Cadas di Indonesia Timur

Merayakan 30 Tahun Perjalanan Musik Jazz di Makassar

Mengobarkan Energi Musik dari Atas Atap