Nak, hari ini mama naik angkutan umum ke kampus. karena tidak suka dengan playlist yang diputar oleh supir angkot, mama memilih menggunakan earphone dan mendengarkan beberapa lagu dari indie art wedding. Selama perjalanan, mama melihat banyak hal yang membuat mama terus mengingatmu.

Di dalam angkutan umum, mama melihat seorang anak perempuan yang usianya sekitar tiga tahun. anak itu tidur lelap di pelukan ibunya sambil tetap berkeringat karena angkutan umum yang penuh sesak. Di tangan kanan ibunya, mama melihat botol susu yang diisi dengan teh. mama tak berani mengambil kesimpulan ibunya tak mampu beli susu, tapi mama tak tega nanti kamu tidur sambil kepanasan di angkutan umum yang supirnya sering ugal-ugalan. Entah kenapa lalu-lintas di kota ini begitu semrawut, nak. Jalan dipenuhi orang yang marah-marah dan buru-buru seolah malaikat maut memburu mereka dari belakang.

Sebelum memasuki gerbang kampus, mama membaca berita di koran online. Petinggi negara makin aneh saja, nak. Mereka ingin mengatur seluruh hidup kita dengan cara yang mereka mau. Nanti ketika umurmu sembilan tahun, kamu mungkin akan mengerti demokrasi dan bilang bahwa pemilihan umum yang diributkan hari ini tidak masuk akal. Memberikan kesempatan legislatif untuk memilih eksekutif. Yang ada malah bagi-bagi jatah yang lebih besar jadinya.

Nanti mama jelaskan apa itu legislatif dan eksekutif kalau kamu sudah lahir cukup umur. Mama janji.

Terus terang, mama bingung harus menjadikanmu anak dengan kewarganegaraan apa. Menurut mama, Indonesia adalah tempat yang tidak aman untuk kamu lahir. Pendidikan yang harusnya membuatmu menjadi manusia tak lagi berlaku di negara ini. Institusi pendidikan Indonesia hanya akan memberikanmu barcode yang akan berubah di setiap tingkatan sekolah. Setelah kamu sekolah, kamu akan menjual dirimu di pasar tenaga kerja berdasarkan barcode yang kamu punya. Mama tak tega melihat waktu dan kemanusiaanmu dibeli oleh pasar tenaga kerja dengan imbalan yang tak seberapa.

Oh ya, mama juga mau cerita soal Revan, Ardi, Uga, Hasan, Agra dan Eki. Mereka nama calon ayah kamu. Mama mungkin akan memilih salah satu dari mereka untuk menemani mama merawatmu nanti. Tapi sebelum itu, mama akan memastikan dunia sudah aman untuk kamu tinggali. Selama dunia belum aman untuk kamu, mama akan tetap menyimpanmu di dalam tubuh mama meskipun sebenarnya mama sangat tak sabar ingin melihatmu.

Salam sayang, mama.

 

image: galleryhip