Sumber Gambar: Pixar Animation Studios

Pernahkah kalian bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam kepala kalian saat marah, sedih, atau bahagia? Adakah sesuatu yang mengontrolnya? Jika ada, apa atau siapa? Pertanyaan inilah yang menjadi inti film animasi berjudul “Inside Out” (2015).

Meet the little voices inside your head: Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Bill Hader), Anger (Lewis Black) dan Disgust (Mindy Kaling). Kelima karakter suara kecil ini diberikan porsi utama dalam film  “Inside Out” produksi Pixar Animation Studios yang kemudian dirilis oleh Walt Disney Pictures pada 19 Juni 2015.

Ceritanya sederhana, tentang seorang anak perempuan 11 tahun bernama Riley (Kaitlyn Dias). Dia lahir dan besar di Minnesota. Suatu hari, dia mendadak harus pindah bersama orang tuanya ke San Fransisco. Riley merasa kesulitan untuk blend in ke lingkungan barunya hingga mood dan perasaannya pun menjadi kacau. Di film ini, perilaku Riley rupanya dipengaruhi oleh hal-hal yang terjadi di Headquarters, markas besar emosi-emosi inti, serta petualangan mereka, which is so exciting and captivating.

Inilah lima karakter yang ada di kepala Riley. So cute and funny!

Inilah lima karakter yang ada di kepala Riley. So cute and funny!

Apa yang menarik dari film ini adalah fakta yang mungkin tidak semua orang tahu tentang memori dan ingatan-ingatan kita. Bahwa ada satu tempat di otak yang merupakan gudang memori jangka panjang (dalam film digambarkan sebagai bola berwarna-warni). Ingatan yang tak pernah kita recall, akan berubah menjadi bola hitam dan selanjutnya akan dibuang dan takkan kita ingat lagi. Ada juga konsep pulau-pulau yang membentuk pribadi seseorang. Misalnya Riley, dia memiliki Pulau Keluarga, Pulau Persahabatan, Pulau Kejujuran, Pulau Humor, dan Pulau Hoki. Seluruh pulau inilah yang membuat Riley menjadi Riley. Pulau-pulau ini bisa hancur, namun ada juga saat di mana kita bisa menciptakan pulau-pulau baru lainnya.

Jika melihat ke belakang, film-film produksi duet Pixar dan Disney tak pernah mengecewakan. Mulai dari Toy Story (1995), Monsters,Inc. (2001), Finding Nemo (2003), Cars (2006), The Incredibles (2004), Wall-E (2008), Up (2009), hingga Brave (2012). Karakter-karakter yang tak terlupakan dengan plot cerita yang sederhana dan menghangatkan hati. Film dengan kisah yang khas, yang membuat kita tersenyum atau menangis.

Begitu pula dengan film yang disutradarai oleh Pete Docter ini. Ide awalnya bermula setelah Docter mengamati mood dan kepribadian anak perempuannya yang berubah seiring dengan pertambahan waktu.  Untuk mematangkan film ini, para produser film kemudian berkonsultasi dengan beberapa psikolog dari University of California, Berkeley, termasuk di antaranya Dacher Keitner. Keitner membantu merevisi cerita dengan menekankan pada penemuan neuropsikologi bahwa emosi manusia tampak dalam hubungan-hubungan interpersonal dan dapat ditenangkan secara signifikan oleh hubungan tersebut.

Para pakar mengatakan, manusia memiliki 23 emosi yang berbeda-beda. Di antara 23 emosi, ada enam emosi yang penting: fear, joy, disgust, sadness, anger, and surprise. Sebab surprise hampir mirip dengan fear, jadilah karakter tersebut disatukan hingga hanya ada lima karakter emosi di film ini.

"Inside Out" membawa kita masuk ke dalam lokasi pemikiran Riley yang memiliki emosi yang berbeda-beda.

“Inside Out” membawa kita masuk ke dalam lokasi pemikiran Riley yang memiliki emosi yang berbeda-beda.

Di beberapa film produksi Walt Disney, seringkali ada film pendek sebagai pembuka film. Misalnya “Frozen Fever” menjadi pembuka film Cinderella (2015), lalu ada “Feast” sebagai pembuka film Big Hero 6 (2014). Di Inside Out, “Lava” menjadi film pendek pembukanya. Film berdurasi tujuh menit ini dibuat oleh James Ford Murphy atas kecintaannya pada Hawaii. Ceritanya tentang sebuah gunung api yang mendambakan pasangan gunung api juga. Setiap hari dia berdoa dengan bernyanyi agar suatu hari mimpinya menjadi nyata.

Secara keseluruhan, Inside Out mendapat pujian dan kritik yang sangat bagus. Berdasarkan imdb.com, film ini mendapat rating 8.6/10. Metacritic meratingnya 94/100. Film berdurasi 102 menit ini mungkin adalah film animasi yang akan membuat anak-anak kecil tertawa karena karakternya yang lucu. Namun, penonton remaja dan dewasa pun bisa menikmati film ini tanpa merasa bosan semenit pun.

Ini salah satu komentar kritikus tentang “Inside Out”:

A stunningly original concept that will not only delight and entertain the companys massive worldwide audience, but also promises to forever change the way people think about the way people think. -Variety-

 

Have a nice watching everyone!


 

Baca tulisan lainnya dari Riana Anwar

Mengenal Louis Zamperini

Have You Inspired Someone Today?

Landline: Jika kalian punya sebuah telepon ajaib yang bisa menghubungkanmu ke masa lalu, siapa yang akan kalian hubungi?

Menghargai Karya Seni Lewat Film

Jason Mraz Spreads Yes!

Kenapa Harus Menulis?

Bisakah Kita Menyalahkan Bintang-Bintang?

Bukan Hanya Dendam, Rindu pun Harus Dibayar Tuntas