Ilustrasi: Ijul Fabanyo ( @ijulfabanyo )

Setelah album mini Delirium yang dirilis pada tahun 2014, Wildhorse akan kembali dengan album baru yang lebih gahar dengan balutan yang sarat dengan glamour rock 70-an. Tapi sebelum itu, kuartet psychedelic rock n’ roll asal Makassar ini merilis single bertajuk HOWL terlebih dahulu. Disusul dengan video klip lagunya pada akhir bulan Maret ini.

HOWL sarat dalam balutan band rock 70-an seperti Led Zeppelin, Cream, Fleetwood, hingga Wolfmother masih menjadi referensi dalam musik mereka. Bagi Remi Setiawan (gitar/vokal), Muh. Isfan (gitar), Muammar Maruf (bass), dan Bobi Pramusdi (drum), HOWL  terinspirasi dari peristiwa di seluruh dunia selama lima tahun belakangan. Wildhorse mengeluarkan HOWL sebagai teriakan akan kejadian beberapa akhir belakangan ini. Lebih meraung dan lebih marah dibanding sebelumnya. Terkhusus di Indonesia, negara yang menjamin kebebasan kepada setiap warga negaranya untuk memeluk agama yang diyakini dan menjalankan keyakinannya sesuai dengan perintah agamanya. Konflik beragama yang tidak pernah bertemu titik damainya.

Kemudian pemilihan presiden yang menelan banyak dana dan memicu konflik horizontal di kalangan para pemujanya. Hingga ledakan bom di jantung ibukota yang membuat Wildhorse bertanya, apakah keamanan di negara ini sudah dilelang? Lebih menjauh ke luar negeri, terjadi krisis keuangan global melanda, ledakan bom di berbagai belahan dunia, kelaparan di Afrika dan pemberontakan gila-gilaan di Timur Tengah, hingga kematian David Bowie, sang pionir glam rock. Semua terangkum dalam HOWL, gemuruh raungan untuk perubahan versi Wildhorse.

wildhorse-howl_single_Revius

Wildhorse (dari kiri ke kanan): Muammar Maruf (bass), Bobi Pramusdi (drum), Muh.Isfan (gitar), dan Remi Setiawan (gitar/vokal). (Foto: Asrul Firga )

Semakin menyempit di kota Makassar, banyak kejadian yang membuat Wildhorse sudah saatnya untuk meneriakkan dan melawan hal-hal yang mereka anggap di luar batas kewajaran etika hidup. Dari menolak Reklamasi Pantai Losari hingga menuntut keamanan berkendara di malam hari yang bebas dari segala bentuk penganiayaan (begal). Segala aspek tersebut yang mengantarkan mereka untuk membuat suatu perubahan, baik dalam membuat kebaikan hidup yang berlangsung secara efektif maupun kebebasan berekspresi. Membawa hawa cadas ke berbagai pelosok negeri dan mematangkan konsep lagu-lagu baru, sekaligus menyimak dan menyerap apa yang terjadi di lingkungan sekeliling mereka.

Wildhorse juga memiliki pengharapan lain dengan perilisan HOWL untuk skena musik Makassar. Mereka berharap lagu ini membawa nafas baru untuk musik rock Makassar yang telah tidur panjang dalam nyanyian para kurcaci disc jockey selama dua tahun terakhir ini. We’ll keep give you some rock ’til you never refuse it!

HOWL sudah bisa didengarkan di kanal Youtube mereka atau di pemutar Soundcloud berikut.

HOWL

I’ve been tried to believe you reason
With the whole words
I’ve got the broken
I read some books with my weary eyes

Let me tell you what I need
I’m gonna make you full of bleed
Don’t talk to much, I’m gonna spit your eyes
Spit your eyes

I’m howl like a wolf
I’m howl like a wolf


Baca tulisan lainnya terkait dengan Wildhorse

Minorbebas x Wildhorse: Kami Percaya dengan Upa’

Melawan Lupa, Menafiskan Karya

Rilisan Album Musisi Makassar di Tahun 2014

Prolog untuk Semua

Ada Musik dan Sketsa yang Akrab di Ruang Tamu