Co-Penulis: Rahmat Hidayat Husain (@coooon) | Foto: Aswan Pratama (@aswan_pratama)

Gambaran tentang masa depan (future) selalu menjadi hal menyenangkan untuk dibicarakan. Menerka dan berimajinasi tentang waktu yang bahkan belum tiba. Terdengar sederhana, namun menerka apa yang akan ada di masa depan bukanlah hal mudah. Tetapi di sisi lain, hal tersebut bukan juga hal yang mustahil.

Film bergenre science fiction, Star Trek, mungkin adalah salah satu bukti bahwa ada orang-orang yang mempunyai visi jauh tentang masa depan. Terbukti film yang telah berlangsung dari tahun 1966 ini berhasil memprediksi beberapa teknologi yang kini banyak digunakan, antara lain tablet, smartphone dan banyak lagi. Selain teknologi, ada beberapa hal yang menarik dibahas jika dikaitkan proses menerka masa depan, salah satunya: fashion.

Fashion dari masa ke masa selalu berubah-ubah, baik dari segi model, warna, fungsi, dan sebagainya. Maka dari itu fashion selalu menarik untuk diikuti perkembangannya. Berbicara tentang fashion dan masa depan, mulai dari 28 September 2016 – 2 Oktober 2016 diselenggarakan sebuah event fashion di Atrium Trans Studio, Makassar yang mengusung tema Future di dalamnya.

WTF (We The Future) Market adalah sebuah platform event yang menggabungkan kreatifitas anak muda, pengusaha brand lokal, dan kecanggihan teknologi dalam sebuah konsep acara yg inovatif & menarik. WTF Market sendiri telah diadakan sejak Oktober 2014 di Jakarta. Dalam perjalanannya WTF Market telah diadakan 10 kali termasuk ekspansinya di Surabaya. Bekerja sama dengan Hotel Gammara dan Sayonara Salon WTF Market diadakan di Makassar sebagai tempat pertama untuk Indonesia bagian Timur.

Saya dan rekan saya Con sudah menghadirinya dan inilah pengalaman yang kami dapatkan dan bisa kalian dapatkan :

WTF, TERIMA KASIH!

Kami sebagai orang yang tidak terlalu melek fashion dan sehari-hari hanya memakai kaos oblong dan jeans saja, jujur sangat kebingungan saat pertama kali melihat tenant-tenant yang berjejer. Untung ada crew-crew yang bersedia menjawab kebingungan-kebingungan kami, memberikan informasi tentang event ini. Walaupun mereka sedang sibuk-sibuknya mengatur dan mengawasi jalannya event. Terima kasih, kalian luar biasa.

JAJAN UNIK.

Di depan gerbang masuk area WTF Market. Ada beberapa tenant jajanan yang bisa kita beli sebelum memasuki belantara tenant-tenant fashion item yang menggoda. Seperti halnya move on, belanja juga butuh tenaga. Terutama bagi para laki-laki yang menemani istri/pacar/saudara/mantannya berkeliling.

Samiler, Salah satu produk dari "Krupuk Bocah Tua"

Samiler, salah satu produk dari “Krupuk Bocah Tua”

Mochamochi yang manis

Mochamochi yang manis

Kemasan unik Korte Chocolate

Kemasan unik Korte Chocolate

LABIRIN PARA PENIKMAT FASHION

Tenant-tenant brand fashion yang tersedia sangat beragam mulai dari pakaian, sepatu, tas, perhiasan, aksesoris, dan masih banyak lagi. Bagi para penikmat fashion, ini bisa diibaratkan labirin, labirin yang mereka akan senang tersesat di dalamnya

dsc_0236

dsc_0327

dsc_0319

Suasana area belanja WTF Market

HIBURAN DAN TALKSHOW PARA INFLUENCER

Sepanjang event kita disuguhi beberapa hiburan seperti live music, fashion show, interactive booth, DJ Peformance, games dan sebagainya.

dsc_0295

Fashion Show Peformance

Dan yang paling utama adalah talkshow dengan para influencer seperti Billy Davidson (owner @quince.ind), Michael Alinskie (owner @alinskie brother) dan CinderCella (MUA dan Vlogger) yang sudah bisa sukses di usia mudanya dan menginspirasi tidak hanya semata-mata “melek” fashion namun juga bagaimana menjalankan bisnisnya.

MAKNA KATA “FUTURE

Kami sempat bingung dengan makna kata “Future” yang diusung baik itu dari nama event ini sendiri juga dalam temanya “The Future City“. Jika melihat desain dari acaranya baik instalasi tenant dan sebagainya, bagi kami masih kurang mewakili makna kata tersebut.

Cindy Owada, founder WTF Market

Cindy Owada, sang founder WTF  Market

Akhirnya kami sempat mewawancarai Cindy Owada selaku founder WTF Market. Cindy mengungkapkan “WTF Market adalah platform untuk local brand dalam mengintai pasarnya agar bisa tumbuh dan bersaing”

Dari sini kami melihat bahwa WTF Market sebisa mungkin ingin membantu ekspansi dari brand-brand lokal sendiri. Bagaimana brand-brand lokal ini bisa berkembang, baik secara brand awareness maupun secara penjualannya.

Maka dari itu ada proses seleksi ketat untuk tenant-tenant yang ikut serta di WTF Market. Lebih lanjut Cindy memaparkan  “Tenant yang hadir bukan sembarang tenant. Ini dikurasi secara ketat dengan kriteria; handmade, locally made, manufacture locally dan packaging yang kreatif”.

Jadi, WTF Market lebih mengutamakan yang brand-brand lokal dan hasil produksi sendiri. Juga yang kreatif dari segi kemasan dan inovasi. Sehingga brand-brand hasil seleksi yang dinilai cukup inovatif dan sukses bisa menginspirasi para entreprenuer muda termasuk di kota Makassar ini.

Menurut kami, di sinilah yang membedakan WTF Market dengan event serupa plus juga makna dari future yang mereka bawa. Mereka punya visi ke depan akan potensi brand-brand lokal. Yang menjadikan WTF Market bukan jadi tempat ajang memenuhi nafsu konsumtif saja.

WTF Market masih menyisakan satu hari lagi. Seperti yang diungkapkan Cindy “Belanja tidak sekedar belanja. Ada banyak hal yang bisa kita nikmati di WTF Market.” Masih ada beberapa rangkaian acara menarik di dalamnya yang sayang jika dilewatkan, termasuk talkshow dengan Cinder Cella dan Michael Alinskie.

So, WTF Market. Yes, Let’s Go to The Future! (Baca: Ayo rame-rame ke WTF Market